| |
C © updated
21122006-21042004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Wiranto
Lahir:
Yogyakarta, 4 April 1947
Pangkat:
Jenderal TNI 1997
Karir Militer:
Pangdam Jaya 1994-1996
Panglima Kostrad 1996-1997
Kepala Staf Angkatan Darat 1997-1998
Panglima ABRI 1998-1999
Menteri
Menhankam/Pangab 1998 (Kabinet Pembangunan VII)
Menhamkan/Pangab/Pang TMI 1998-1999 (Kabinet Reformasi Pembangunan-Habibie)
Menko Polkam, 1999-2000 (Kabinet Persatuan Nasional-Gus Dur)
|
|
| |
|
|
|
|
| WIRANTO HOME |
|
|
 |
Pilpres 2009
Jakarta, 02/05/09: Ketua Umum Partai Golkar
Jusuf Kalla (JIK) dan
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mendekla-rasikan diri sebagai pasangan
Capres-Cawapres. Merupakan pendeklarasian tercepat
dari pasangan lainnya. Sekaligus mencerminkan keinginan pasangan
ini memimpin bangsa lebih cepat dan lebih baik.
Berita Utama MTI 39 (07)
Pilpres 2009 peluang terakhir (keempat) bagi mantan Panglima ABRI (TNI)
Jenderal (Purn) Wiranto untuk menjabat Presiden atau Wakil Presiden RI.
Kali ini, dia mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai
kenderaan politiknya. Sebesar apa peluangnya?
Wiranto
Jakarta, 21/12/2005: Mantan Panglima TNI Wiranto, Kamis (21/12/06),
mendeklarasikan Partai Hati Nurani Rakyat disingkat Partai Hanura. Dalam
pidato deklarasi Wiranto menegaskan obsesinya untuk merekonstruksi model
kepemimpinan yang tegas, lugas, dan berani ambil risiko. Para kader
partai itu mengenakan seragam kuning kunyit, hampir mirip dengan warna
kebesaran Partai Golkar.
Kebangsaan
Jakarta, Kompas 10/6/2006- Sebanyak 88 orang dari berbagai latar
belakang, Jumat (9/6), mendeklarasikan Perhimpunan Nasionalis Indonesia
disingkat Pernasindo. Ikut menandatangani deklarasi antara lain mantan
Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Menteri Negara
Perencanaan Pembangunan Kwik Kian Gie yang juga Ketua Presidium.
BIOGRAFI:
01
02
03
04 ==
Wiranto (01)
Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan Wakil Ketua Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia Salahuddin Wahid dideklarasikan sebagai calon
presiden dan wakil presiden dari Partai Golongan Karya. Pasangan ini
menawarkan lima agenda penyelamatan bangsa. Wiranto yang diterpa tuduhan
terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kasus kerusuhan Mei
1998 dan Timor Timur berjanji akan menegakkan hukum dan perlindungan
HAM.
Wiranto (02)
Terus Difitnah: Keadaan politik dan keamanan di negeri ini sangat panas, menjelang dan
sesudah Presiden Soeharto berhenti dari jabatannya. Setiap saat bisa
saja meledak menjadi kerusuhan massal secara meluas di seluruh wilayah.
Pada saat itu Jenderal Wiranto memegang jabatan penting sebagai
Menhankam/Pangab. Ia tidak pernah kelihatan panik dalam upaya mengatasi
semua masalah. Dengan tenang dan sabar ia terus mengajak dialog dengan
siapa saja, khususnya dengan para civitas academica di perguruan tinggi
agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan. |
|