A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
  P O L I T I S I
 ► Politisi
 ► MPR-RI
 ► DPR-RI
 ► DPD
 ► Partai-Pemilu
 ► Ormas
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 21122006  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
Wiranto
Lahir:
Yogyakarta, 4 April 1947
Agama:
Islam

Pangkat:
Jenderal TNI 1997

Karir Militer:
Pangdam Jaya 1994-1996
Panglima Kostrad 1996-1997
Kepala Staf Angkatan Darat 1997-1998
Panglima ABRI 1998-1999

Menteri
Menhankam/Pangab 1998 (Kabinet Pembangunan VII)
Menhamkan/Pangab/Pang TMI 1998-1999 (Kabinet Reformasi Pembangunan-Habibie)
Menko Polkam, 1999-2000 (Kabinet Persatuan Nasional-Gus Dur)




 
 
     
 
BERITA

 

Wiranto

Deklarasi Partai Hanura


Jakarta, 21/12/2005: Mantan Panglima TNI Wiranto, Kamis (21/12/06), mendeklarasikan Partai Hati Nurani Rakyat disingkat Partai Hanura.  Para kader partai itu mengenakan seragam kuning kunyit, hampir mirip dengan warna kebesaran Partai Golkar. Pendeklarasian partai itu didukung sejumlah tokoh nasional. Dalam kepengurusan, Wiranto menjabat ketua umum didampingi sebanyak 30 ketua.

 

Dalam pidato deklarasi Wiranto menegaskan obsesinya untuk merekonstruksi model kepemimpinan yang tegas, lugas, dan berani ambil risiko.

 

Sejumlah tokoh nasional menghadiri acara yang diselenggarakan di Hotel Kartika Chandra itu. Tokoh yang hadir, antara lain mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ryamizard Ryacudu, mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie, serta tokoh senior Partai Golkar Suhardiman dan Oetojo Oesman. Juga hadir Ketua Umum PDK Ryass Rasyid, dan Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Ryamizard Ryacudu. Ada juga pengurus aktif Golkar, seperti Plt Korbid Kerohanian DPP Partai Golkar Juniwati Masjchun Sofwan dan Wasekjen Partai Golkar Rully Chaerul Azwar.

Tokoh Indonesia yang juga ikut menjadi pengurus antara lain, Ary Mardjono (mantan Sekjen Golkar), Ismail (mantan Gubernur Jawa Tengah), dan Tutty Alawiyah (mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Kabinet Reformasi) di Dewan Penasihat.

 

Jajaran ketua antara lain Jenderal (pur) Fahrul Razi, Jenderal (pur) Soebagyo H.S., Laksamana (pur) Kent Sondakh, Jenderal Pol (pur) Chaeruddin Ismail, Marsdya (pur) Budhy Santoso, dan Letjen (pur) Suaidi Marasabesi. Ada juga para politisi senior, seperti Nico Daryanto, (mantan pengurus Partai Amanat Nasional), Djafar Badjeber (pendiri Partai Bintang Reformasi), dan Samuel Kotto. Juga ada aktivis LSM seperti Indro Tjahjono, pengacara Elza Syarief, dan aktor Anwar Fuady dan Gusti Randa. Sekjen ditempati Yus Usman Sumanegara.
 

Abdurrahman Wahid dalam pidato sambutannya mengapresiasi  Wiranto sebagai figur yang tegas, memiliki semangat tinggi, dan mengutamakan kesetiaan warga bangsa.

Sementara mantan Wapres Try Sutrisno mengingatkan Wiranto dan kadernya agar tidak merusak arti nama partai yang memakai kata hati nurani rakyat. "Kalau hati nurani sudah dikotori, perjuangan pasti gagal," ingatnya. Pemilihan nama Hanura dinilai Try sebagai pilihan terakhir dari sebuah perjuangan. "Kalau dengan hati nurani gagal juga, saya nggak tahu mau pakai apa lagi kita berjuang," tambahnya.

 

Try Sutrisno memberikan dukungan terang-terangan kepada Wiranto. "Doa restu selalu padamu," ungkapnya.

Kwik menambahkan, "Saya tahu percis sifat Pak Wiranto sebagai pemimpin yang tegas, berani ambil risiko. Pemimpin seperti itu yang memberi harapan kepada Indonesia yang sudah menjadi porak-poranda."

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)