| |
C © updated 26082006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ht |
|
| |
Nama:
Prof. Ir. Widi Agoes Pratikto, M.Sc, Ph.D
NIP:
130 816 210
Karpeg:
C 014 2958
Lahir:
Surakarta, 16 Agustus 1953
Bidang Keahlian:
Ocean/Coastal Engineering
Jabatan Fungsional:
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Jabatan Struktural:
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Pendidikan
--SD PERSIT I Magelang, 1966
--SMPN II Magelang, 1969
--SMAN I Magelang, 1972
--S-1, Sarjana Teknik Perkapalan (Ir.) Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS) Surabaya, 1979
--S-2, Master of Science (M.Sc.) in Civil Engineering (Ocean/Coastal
Engineering), The George Washington University, USA, 1983
--S-3, Doctor of Philosophy (Ph.D) in Civil Engineering (Ocean/Coastal
Engineering), North Carolina State University, Raleigh, NC – USA, 1992
Jabatan/Pangkat Fungsional dan Struktural
--Lektor, Gol. IVB, 1 April 1996
--Guru Besar Madya, Gol. IV-C, 1 September 1999
--Guru Besar, Gol. IV-C, 1 Januari 2001
--Guru Besar, Gol. IV-D, 1 Oktober 2003
Pengalaman Kerja
1. Ketua Tim Kerja I Perpres No. 78/2005 tentang Pengelolaan
PPKT, 2006-Sekarang
2. Sekretaris I Panitia Nasional BMKT, 2005-Sekarang
3. Ketua Himpunan Ahli Pesisir Indonesia (HAPI), 2004-Sekarang
4. Penanggung Jawab Program Mitra Bahari (PMB), 2003-Sekarang
5. Penanggung Jawab Coral Reef Rehabilitation and Management Project
(COREMAP II), 2003-Sekarang
6. Penanggung Jawab Marine Coastal Resources Management Project (MCRMP),
2002-Sekarang
7. Ketua Sub Pokja I Tim Pengendali dan Pengawasan Pengusahaan Pasir
Laut (TP4L) Bidang Program Zonasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir),
2002-2004 8. Penanggung Jawab Program PEMP, 2002-Sekarang
9. Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, DKP,
2002-Sekarang
10. Anggota Dewan Maritim Daerah Jawa Timur, 2001-2002
11. Anggota Tim Standarisasi Laboratorium Nasional, 2000-2002
12. Anggota Konsorsium Teknologi, Dit Jen Dikti. Depdiknas, 1997-2002
13. Ketua Laboratorium Underwater and Seabed Engineering, ITS, 1997-2002
14. Ka Bid. Keahlian Teknik Pantai, Jur. Teknik Kelautan FTK ITS,
1997-2003
15. Anggota Tim Panel Badan Akreditasi Nasional Perguruan, 1996-1998
16. Sekretaris Program Studi Teknik Kelautan ITS, 1985-1988
17. Kepala Ruang Baca Fakultas Teknologi Kelautan ITS, 1983-1985
18. Dosen Tetap FTK ITS, 1979-Sekarang
Pelatihan
1. Summer Course in Port Management, The George Washington
University, USA, 1982
2. Training on Hydraulic Engineering (River Engineering), Colorado State
University, Ft. Collins, USA, 1982
3. Teaching Methods and Course Structuring, ITS-GTZ West Germany,
Surabaya, 1983
4. Training in Offshore Engineering, Technische Universitat Berlin,
Republik Federasi Jerman, 1984
5. Training on Laboratory Facilities for Marine Sciences, UNDIP - Univ.
Newcastle England, Jepara- Semarang, 1987
6. Training on Department/Faculty Administration, IKIP Surabaya and the
World Bank, Surabaya, 1988
7. Training on Hydrodynamic Laboratory, Indonesian Hydrodynamic
Laboratory, BPPT in cooperation with MARIN the Netherlands, Surabaya,
1993
8. Training on Institutional Networking, New Zealand, dan di Malaysia,
1995
9. Training untuk Quality Assurance&Quality Control, ITS Surabaya, 1999
10. Training untuk Hak atas Kekayaan Intelektual, Dit Jen DIKTI,
Jakarta, 1999
Pengabdian Masyarakat
1. Anggota Tim dari beberapa kegiatan, diantaranya : Tim Penyusun
Petunjuk Rancang Bangun Bangunan Lepas Pantai, Anggota Tim Kerjasama
Indonesia-Norway, Feasibility Study Under Water Work Training di
Indonesia, dan sebagainya, 1985-1988
2. Anggota Tim Pengawas dan Evaluasi Pengoperasian Kapal Penyeberangan
Perintis, DITJENHUBDAR-FT Kelautan ITS, 1993
3. Ketua Tim Studi Penyederhanaan Sistem dan Prosedur Pelayanan
Pelabuhan, Kerjasama LITBANG-DEPHUB dan FT. Kelautan ITS, 1994
4. Ketua Tim Studi Tolok Ukur Kinerja Fasilitas Pelabuhan, Kerjasama
LITBANG LAUT dan FTK-ITS, 1995
5. Ketua Tim Studi Keterpaduan Pelabuhan Laut Nasional, Balitbang DEPHUB
RI, 1996
6. Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah PW Muhammadiyah Jawa
Timur, 2001 – Sekarang
7. Tim Pemateri: Teknologi Pelabuhan, Dermaga dan Jeti kerja sama Beyond
Petroleum (BP) dengan Pemda Irian Jaya (Papua Barat), 2002
Pengalaman Organisasi
1. Anggota American Society of Civil Engineers (ASCE), # 210 236,
1982-Sekarang
2. Anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII), # 003 430, 1980-Sekarang
3. Anggota The Society of Naval Architects & Marine Engineers (SNAME), #
38-335-6, 1981-Sekarang
4. Anggota National Society of Professional Engineers (NSPE), #103114
268, 1990-Sekarang
5. Anggota UICEE (Unesco International Center for Engineering
Education) # 03315-070-357, 1995-Sekarang
6. Anggota Himpunan Ahli Teknologi Maritim Indonesia (HATMI),
1997-Sekarang
7. Ketua Umum Himpunan Ahli Pantai Indonesia (HAPI), 2004-Sekarang
Penghargaan
1. Tahun 1977, Mahasiswa Teladan ITS.
2. Tahun 1984, Dosen Teladan FTK II
3. 1986, Dosen Teladan FTK III
4. Tahun 2001, 20 Tahun Mengabdi ITS
Alamat Rumah di Surabaya:
Jln. Sutorejo Selatan XII/5
Surabaya 60113
Telp. (031)- 593 3995
Alamat Rumah di Jakarta:
Jln. Mimosa I / D, No. 16 RT 03 RW 20 Perumahan Taman Century I
Kel. Pekayon Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kodya Bekasi Jawa Barat
Telp. 021- 824 31386
Alamat Kantor di Surabaya:
Fakultas Teknologi Kelautan ITS
Surabaya 60111
Telp. (031) 592 3457, Faks (031) 594 7213
Alamat Kantor di Jakarta:
Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Jl. Medan Merdeka Timur no. 16 Jakarta Pusat, 10110
Telp.(021) 3500064, Faks. (021) 3520357
|
|
| |
|
|
|
|
| WIDI PRATIKTO HOME |
|
|
 |
Widi Agoes Pratikto
Dirjen Penjaga Negeri Bahari
Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh
November (ITS) Surabaya, ini bertugas sebagai penjaga negeri bahari
dalam jabatan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
(KP3K), Departemen Kelautan dan Perikanan RI sejak 2002. Pria bernama
lengkap Prof Ir Widi Agoes Pratikto, MSc, PhD, kelahiran Surakarta, 16
Agustus 1953 ini seorang ilmuwan dan birokrat bersahaja yang juga rajin
menulis.
Menurut Doctor of Philosophy (Ph.D) in Civil Engineering
(Ocean/Coastal Engineering), dari North Carolina State University,
Raleigh, NC – USA, 1992, ini kekuatan laut tidak berarti tentara dan
angkatan perang an sich. Penguasaan kegiatan ekonomi di wilayah
laut dan pulau-pulau kecil lebih menentukan tetap tegak-utuhnya NKRI
sebagai negeri bahari.
Sarjana Teknik Perkapalan (Ir) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya, 1979, ini sudah menjadi Guru Besar (Profesor) sejak 1
September 1999. Di tengah kesibukannya, dia tetap rajin menulis artikel,
bahan presentasi, diktat kuliah, buku, dan memberikan ceramah di
berbagai seminar.
Master of Science (M.Sc.) in Civil Engineering (Ocean/Coastal
Engineering), dari The George Washington University, USA, 1983, ini
seorang tokoh yang bergaya hidup bersahaja. Sebagaimana tujuan
terpenting dari seorang kaum cerdik cendekia, Widi, yang beruntung
memperoleh kesempatan pencerahan secara akademis hingga jenjang
tertinggi, bertekad untuk mengangkat harkat hidup dan martabat
masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir laut dan pulau-pulau kecil
supaya menjadi lebih baik.
Kejujuran dan ketulusan, ciri yang juga yang inheren dalam diri setiap
ilmuwan, turut memberi inspirasi kepada Mahasiswa Teladan ITS Tahun 1977
ini untuk membulatkan pilihan filosofi hidup. Bahwa, ketika tangan kanan
melakukan perbuatan yang baik, maka tangan kiri jangan sampai
sekali-kali turut mengetahui.
Sarjana Teknik Perkapalan yang, begitu lulus tahun 1979 dari ITS segera
mengabdi sebagai dosen di alamater, karena memiliki filosofi hidup
sederhana tak mudah menemukan literatur tentangnya di media massa,
maupun di situs internet dalam dan luar negeri yang menceritakan
keberhasilan berikut kisah suksesnya sebagai birokrat. Termasuk
menemukan biografi atau biodata singkat tentangnya.
Nama para direktur sebagai anak buahnya justru lebih sering terangkat ke
permukaan, dan menjadi nara sumber tetap di sejumlah media massa.
Padahal sebagai Dirjen, anggota sejumlah organisasi profesi bertaraf
nasional dan internasional ini lebih bertanggungjawab dalam banyak hal.
Dia bahkan telah berbuat banyak untuk mengangkat harkat hidup dan
martabat masyarakat pesisir, serta mereka yang bermukim di pulau-pulau
kecil terlebih pulau yang posisinya terluar.
Pernah, sekali waktu, seorang anak buah terdekatnya terheran-heran
sehingga dengan singkat jujur mengatakan “Tumben, Pak Widi mau
diwawancara,” tatkala majalah Berita Indonesia berhasil memasuki ruangan
dan mewawancarai peraih gelar Master of Science (M.Sc) in Civil
Engineering (Ocean/Coastal Engineering), dari The George Washington
University (1983), dan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) in Civil
Engineering (Ocean/Coastal Engineering), dari North Carolina University
Raleigh, NC (1992), keduanya di Amerika Serikat.
Widi memang lebih suka mempromosikan anak buah sementara dia sibuk
berkutat dengan sejumlah pemikiran besar. Ia sangat tak ingin
menonjol-nonjolkan diri. “Sebab, kalau saya yang berbicara kepada
wartawan pastilah akan mengatakan kecap nomor satu melulu. Biarlah
masyarakat yang menilai apa-apa yang saya kerjakan. Saya lebih baik
bekerja daripada berbicara, dan sikap ini supaya bisa ditiru oleh para
birokrat lain,” ujar peraih dua kali penghargaan Dosen Teladan FTK ITS
(tahun 1984 dan 1986) ini. Ia memang sangat ingin menyumbangkan
kandungan ilmu yang dimiliki, hanya untuk mensejahterakan masyarakat
banyak.
Tanggungjawab Bertambah
Sepanjang ini, Widi, sesungguhnya, telah melakukan tugas-tugasnya selaku
birokrat secara bertanggungjawab. Bahkan, belum lama ini tanggungjawab
itu mengalami perluasan setelah keluar Perpres No. 78/2005 Tentang
Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar.
Peraturan Presiden tersebut memberikan payung hukum yang efektif bagi
Widi untuk mengubahkan wajah pulau-pulau yang selama ini kusam, dan tak
tersentuh oleh mesin-mesin ekonomi, industri dan pariwisata menjadi
pulau-pulau yang menjanjikan bagi penghuni sekaligus menjamin tetap
tegak-utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepada ke-92 pulau yang dikategorikan sebagai terluar Widi, selaku Ketua
Tim Kerja I Tim Koordinasi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar,
bertanggungjawab mengisi pulau-pulau dengan berbagai aktivitas manusia
di bidang ekonomi, industri, pariwisata serta sosial dan budaya sehingga
layak disebut sebagai milik abadi Indonesia.
Indonesia yang pernah kehilangan pulau Sipadan dan Ligitan di tahun
2002, telah membuat rasa nasionalisme Widi bangkit, sehingga dengan
sekuat tenaga berupaya untuk bisa menyatukan negara kepulauan Indonesia
melalui sebuah rencana induk berupa rencana aksi pengelolaan pulau-pulau
kecil terluar.
Di tingkat pusat Widi sudah berhasil memperjuangkan disetujuinya
program-program pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, tentu berikut
anggaran pelaksanaannya, yang untuk permulaan tahun 2007 ditaksir
mencapai hampir satu triliun rupiah.
Widi, dalam rencana besarnya akan mendelegasikan sejumlah kewenangan
pengelolaan pulau-pulau kecil terluar ke para aparat di pusat secara
horisontal seperti ke para direktur dan pejabat eselon di bawahnya,
serta secara vertikal ke para pejabat pemerintahan daerah provinsi dan
kabupaten/kotamadya. Aparat itulah yang bertugas menjalankan
program-program sesuai desain besar yang sudah digariskan. Tim Kerja I
yang dipimpin Widi akan melibatkan 20 departemen dan lembaga di tingkat
pusat, ditambah 20 pemerintahan provinsi dan 38 pemerintahan
kabupaten/kotamadya.
Berdayakan Masyarakat Pesisir
Jika untuk mengelola 92 pulau kecil terluar Widi sudah memiliki payung
hukum yang kuat, sehingga dapat dengan lincah dan elegan bertindak cepat
untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di sana, khusus untuk
pengelolaan wilayah pesisir masih menunggu selesainya pembahasan
rancangan Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir (UU-PWP).
Namun tanpa UU itu pun sebelum ini Widi sudah berbuat banyak
mensejahterakan masyarakat nelayan yang bermukim di wilayah pesisir.
Masyarakat pesisir selama ini seolah-olah hidup sangat eksklusif dari
dunia luar. Dunia daratan khususnya perkotaan dan pegunungan sepertinya
hal yang aneh buat masyarakat pesisir. Demikian pula sebaliknya,
masyarakat pesisir hanya sesekali disentuh oleh masyarakat perkotaan
tatkala datang melancong mengeksploitasi pasir, pantai, karang, laut dan
pulau.
Bagi Widi menjual wilayah pesisir memerlukan keindahan dan keberaturan.
Pemeliharaan, preservasi, konservasi dan perbaikan kualitas ekosistem
termasuk mitigasi bencana merupakan langkah operasional pengejawantahan
program terpadu. Demikian pula penyadaran masyarakat melalui sosialisasi
dan kampanye, seperti bersih pantai dan laut akan menuai hasil positif
dalam pengembangan konservasi laut di daerah.
Transplantasi karang adalah cara lain Widi memberdayakan masyarakat
pesisir untuk wisata bahari yang sekaligus bagian dari pengembangan
konservasi laut daerah. Suatu ketika di bulan April, misalnya, Pemda
Provinsi Bali pernah mengundang Widi untuk turut hadir ke “Pulau Dewata”
melakukan transplantasi karang. Kontan Widi menawarkan untuk sekalian
saja mengundang Pak Menteri.
Maka jadilah Freddy Numberi turut terbang ke Bali di akhir pekan itu,
melakukan transplantasi karang bersama-sama nelayan dan masyarakat
pesisir di Pantai Sanur. Pemanfaatan sumber daya alam laut yang ramah
lingkungan belakangan ini semakin gencar digalakkan oleh Departemen
Kelautan dan Perikanan supaya kelestariannya dapat terjaga.
Widi melakukan pemberdayaan komunitas nelayan dengan berangkat pada
kultur setempat (local content). Titik beratnya pada peningkatan
kesadaran akan masalah dan potensi di dalam dan sekitar komunitas.
Dukungan dari luar komunitas akan menjadi stimulan peningkatan kesadaran
nelayan.
Pada aspek sosial dan budaya Widi telah berhasil mendobrak lemahnya
akses modal dan tiadanya kultur kewirausahaan masyarakat nelayan.
Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir pun digelar. Misalnya,
dia menginisiasi Program Mitra Bahari (sea partnership program), meniru
model North Carolina Sea Grant Program yang dilakukan almamaternya North
Carolina State University, serta Program Pengelolaan Lingkungan Berbasis
Pemberdayaan Masyarakat (PLBPM), dimana program ini memfokuskan upaya
perbaikan lingkungan permukiman nelayan.
Kemudian, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang
khusus untuk mendistribusikan bahan bakar solar (BBM) bersubsidi, banyak
didirikan di lingkungan masyarakat nelayan. Sampai-sampai harus keluar
Keppres untuk memberi kepastian nelayan memperoleh BBM dengan harga
khusus. Saat ini, kapal-kapal nelayan kecil sedang dalam proses
sertifikasi oleh Surveyor Indonesia (SI) untuk memperoleh kelayakan
untuk diagunkan guna memperoleh modal usaha untuk melaut.
Widi sangat paham laut Indonesia adalah harta karun yang bisa memberikan
kontibusi besar terhadap perekonomian nasional. Laut Indonesia merupakan
pusat keanekaragaman hayati, berisikan 2.000 jenis spesies ikan dan baru
400 spesies yang sudah dimanfaatkan secara ekonomis. Laut Indonesia juga
mengandung jenis crustacean lebih 1.502 spesies, termasuk 83 jenis udang
suku penaidae (jenis untuk konsumsi).
Sebanyak 17% genus karang dunia berada di perairan Indonesia, 18%
terumbu karang, 30% mangrove, dan padang lamun (sea grass) terluas serta
jumlah kimia (giant clam) terbanyak. Sebanyak 70% produksi minyak dan
gas Indonesia dihasilkan dari keberadaan 40 cekungan minyak dan gas
total jumlahnya 106,2 miliar barrel, 57,3 miliar barrel diantaranya di
lepas pantai dan 32,8 miliar barrel di laut dalam.
Keberadaan benda muatan kapal tenggelam (BMKT) dan maraknya transportasi
laut dunia merupakan konsekuensi lain dari posisi strategis Indonesia,
yang semuanya dapat dimanfaatkan secara ekonomis.
BMKT merupakan benda-benda berharga yang berasal dari semua kapal yang
tenggelam di wilayah teritorial Indonesia, yang mempunyai nilai sejarah,
ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan ekonomi yang tinggi sehingga perlu
dikelola secara terpadu. Terdapat ribuan kapal yang pernah tenggelam di
Indonesia, berasal dari abad-X hingga abad-XIX, tersebar di 463 titik
lokasi dan baru 46 titik yang sudah dimanfaatkan.
Widi A. Pratikto sejak tahun 2005 adalah Sekretaris Panitia Nasional
(Pannas) Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal
Yang Tenggelam. Widi ingin Indonesia dapat membangun kekuatan ekonomi di
laut demi menjaga “Negeri Bahari” Indonesia. ►e-ti/ht
================================================
Hasil Penelitian/Karya Ilmiah
1. Berbagai penelitian tentang pemodelan keerosian dune,
penentuan koef. Drag pipa bawah laut dan sebagainya, 1986 -1995
2. Analisa Tekno-Ekonomis Transportasi Minyak Lepas Pantai dg Pipa Bawah
Laut, 1995
3. Kajian Perlindungan Pantai Candidasa Bali, (Matcing Grant- ADB ITS
II, 1996/1997
4. Studi Penyusunan Standar Pelaksanaan Pekerjaan Reklamasi (Proyek
Relevansi Pendidikan Tinggi) EEDP ADB Loan 1432, 1997
5. Perencanaan Perlindungan Pantai dari Bahaya Tsunami (Riset Unggulan
Terpadu V), Kementrian Riset dan Teknologi untuk 3 tahun, Pemodelan
Pergerakan Tsunami, 1997
6. Perencanaan Perlindungan Pantai dari Bahaya Tsunami (Riset Unggulan
Terpadu V), Kementrian Negara Riset dan Teknologi untuk 3 tahun,
Pemodelan Fisik/Lab, 1998
7. Perencanaan Perlindungan Pantai dari Bahaya Tsunami (Riset Unggulan
Terpadu V), Kementrian Negara Riset dan Teknologi (3 th), Perencanaan
Sistem Perlindungan, 1999
8. Penelitian Bersama antara ITS dan Tohoku Univ. dan Kyoto Univ. dengan
Koordinator Center For Disaster Prevention Tohoku Univ. (Prof. Imamura):
Resettlement Penduduk akibat Bencana Tsunami di Maumere dan Pulau Bater
NTT, Mei 2000
9. Penentuan besarnya redaman struktur laut ambang rendah dan transmisi
pelindung pantai, Hibah penelitian DUE LIKE, 2001
Paper/Pemakalah Utama
1. Internal Networking ITS, Menyongsong Kompetisi Regional 2003,
Workshop Internal Networking, Surabaya, 13 Maret 1996
2. Numerical Modeling on Banyuwangi’s Tsunami, Seminar on Tsunami and
the Preventions, FTK ITS, Nopember 1997
3. The role of Postgraduate Programme at Surabaya Institute of
Technology as a Resource Institution, Proceeding UICEE, Monash
University, Australia, Maret 1998
4. The role of Postgraduate Programme at Surabaya Institute of
Technology in the Globalising the System of Education, Global Journal of
Engineering Education, Vol. 2, No.1 Melbourne, Australia, November 1998,
pp. 99-101
5. Model Numerik Tinggi Gelombang dan Penjalaran Tsunami, IPTEK ITS,
Vol. 9, No. 2 Juli 1998
6. Kajian Pengamanan dan Perlindungan Pantai, IPTEK ITS, Vol. 9, No. 2
Juli 1998
7. Perlindungan Pantai di Indonesia dari Bahaya Tsunami, Konperensi PS
Lingkungan se Indonesia ke 14, Oktober 1998
8. Kajian Teknis Kabel Bawah Laut, Pemakalah Utama, Seminar Nasional
Teknik Elektro ITS, Maret 1999
9. Pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup daerah pesisir dan laut
dalam rangka persiapan otonomi daerah dan revitalisasi peran PSL,
Pemrasaran Semiloka BKPSL dan ITS, Surabaya 30 Mei 2000
10. Peran Matematika dalam Ilmu Keteknikan, Pemakalah Utama Seminar
Nasional Matematika, ITS Surabaya 2 Nopember 2000
11. Nasionalisme dan Disintegrasi Bangsa, Pemakalah Utama Seminar
Nasional MKU ITS, 01 Nopember 2001
12. Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Terluar Indonesia, disampaikan dalam
Acara Seskoal TNI AL, Jakarta 3 Juni 2003
13. Learning Through Partnerships In The Context Of Decentralized
Integrated Coastal Management Policy In Indonesia, Paper presented on
July 2003
14. Menuju Indonesia Baru, Disampaikan Pada Stadium General Mahasiswa
Pascasarjana ITS Surabaya, 29 Agustus 2003
15. Potensi dan Pengelolaan Pulau-pulau Kecil, disampaikan dalam Seminar
Nasional Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil, Surabaya, 30 September 2003
16. Policy Initiative : Marine Protected Area in Indonesia, Presented in
MoU antara The Natural Conservancy (TNC) dan DKP, Denpasar, 31 Oktober
2003
17. Konsep Rencana Tata Ruang Kelautan Nasional Dan Potensi
Kawasan-kawasan yang dapat Dikerjasamakan, disampaikan pada Seminar
Nasional Pengembangan Antar Kawasan, Denpasar, 29 Desember 2003
18. Mitigasi Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil,
Makalah disampaikan pada seminar Internasional “Early Warning System on
Natural Disaster” di ITS-Surabaya, 24 Maret 2004
19. Reklamasi Wilayah Pesisir Ditinjau dari Perspektif Pengelolaan
Pesisir Terpadu (Integrated Coastal Management), makalah disampaikan
pada Lokakarya Pengelolaan Reklamasi di Wilayah Pesisir, Jakarta, 14
Juni 2004
20. Solar Energy : An Alternative Electric Resource in Small Islands,
Paper presented on Ist International Workshop on solar Energy
Utilization, BPPT and NEDO, Jakarta, October 6, 2004
21. Integrated Coastal Zone Management (ICM) dan Pengelolaan Pulau
Kecil, disampaikan pada acara Workshop Orientasi Penyelenggaraan
Kepelabuhanan dan Angkutan Laut, yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan
Laut, Departemen Perhubungan. Jakarta, February 2005
22. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Berbasis Mitigasi
Bencana, Makalah disampaikan pada Seminar Nasional “ Sistem Manajemen
Air Untuk Menata Kehidupan” yang diselenggarakan oleh KPSDA ITB dan
HATHI. Bandung, February 2005
23. Tsunami Hazards Mitigation in Indonesia, paper presented on
International Seminar on Natural Disaster- Surabaya Institute of
Technology, Surabaya, March 2005
24. Introduction of Sea Partnership Program (SPP) Indonesia, Paper
presented on South East Asia Sea Grant Round Table Meeting, Jakarta,
April 2005
25. Strategic Plan’s of SPP’s Indonesia, Paper presented on the 6th
SPP’S National Workshop and Natural Hazard Mitigation in Indonesia,
Jakarta, May 2-4, 2005
26. Sea Partnership Program (SPP) in Indonesia, paper presented on Sea
Grant Familiy meeting, North Carolina, June 2005
27. Decentralized Coastal Management in Indonesia, paper presented on
The Coastal Zone 2005 Conference : Balancing on the Edge, NOAA, New
Orleans-USA, 17-21 July 2005
28. Integrated Estuary Management Policy, paper presented on
International workshop on Estuary Management, Jakarta 22 August 2005
29. Strategi Kebijakan Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau
Kecil dalam rangka Otonomi Daerah, paper presented on Makassar Maritime
Meeting 2005, Makassar, 29 November 2005
30. Kebijakan dan Strategi Perencanaan Pemanfaatan Kawasan Pesisir dan
Laut dalam rangka Kerjasama antara Daerah, paper presented on seminar
Kerjasama Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Selat Karimata.
Jakarta, 7 Desember 2005
31. Implikasi Otonomi Daerah dan Masa Depan Pengelolaan Kelautan,
Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, paper presented Tenov Executive Forum,
IKA-ITS, Jakarta, 16 Desember 2005
32. Beberapa makalah penting lainnya tentang spectrum gelombang,
modelaing swash movement dan sebagainya yang telah dimuat di jurnal
nasional maupun internasional
Seminar/Konperensi
1. South East Asia Ministry Education Organization Conference,
Depdikbud, Jakarta, 1995
2. Pemateri dalam Dialog : Visi, Misi serta Program Pendidikan Kelautan
utk Menyiapkan SDM yang Berkualitas, Badan Pertimbangan Pendidikan
Nasional, Jakarta, 4 Agustus 2000
3. AEESEAP 6th Triennial Conference, Institutin of Engineers Denpasar
Bali, August 23-25, 2000
4. Diskusi lintas sektor peningkatkan program pendidikan tinggi, ITS
Surabaya 17 Oktober 2000
5. Seminar on the valuation of intellectual property in commerce and
development, WIPO-Surabaya April 30-May 1-2001
6. International conference on higher education reform,
Depdiknas-Jakarta 14-16/8- 2001
7. The Coastal Zone 2003 Conference (CZO3) and Workshop Managing MPAs in
the Context of Coastal and Ocean Governance, United States of Commerce –
NOOA, Baltimore, Maryland USA, Juli 11-18, 2003
Penerbitan Buku
1. Mekanika Fluida, BPFE Yogyakarta, 1989
2. Hidrodinamika Dasar, BPFE Yogyakarta, 1989
3. Perencanaan Fasilitas Pantai dan Laut, BPFE Yogyakarta, 1997
4. Penyiapan Penelitian dan Publikasi, Penerbit Mudaya Yogyakarta, 1999
5. Diktat Metodologi Penelitian, FTK ITS, 1999
6. Diktat Analisa Numerik, FTK ITS, 1999
7. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Buku untuk Tahun Pertama
Bersama (Koordinator Tim Penyusun), 1999
8. Struktur Pelindung Pantai, (Hibah Pengajaran Proyek Due Like)
1999/2000
9. Menjual Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, 2005
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|