| |
C © updated 04052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dok-kompas |
|
| |
Nama:
Valens Gowa Doy
Lahir:
Boawai, Kabupaten Flores, NTT, 1944
Meninggal:
Bali, 3 Mei 2005
Agama:
Katolik
Isteri:
Elsa Doy
Anak:
= Maria Magdalena Elva Doy
= Alexander Valsa Doy
|
|
| |
|
|
|
|
| VALENS HOME |
|
|
 |
IN MEMORIAM
Valens Doy (1944-2005)
Wartawan Olahraga
Mantan Redaktur Desk Olahraga Kompas Valens Gowa Doy, yang berhasil
membuat berita olahraga Kompas dipandang tinggi oleh masyarakat,
khususnya masyarakat olahraga Indonesia, itu meninggal dunia dalam usia
61 tahun di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa 3 Mei pukul
22.15, karena sakit jantung.
Mengikuti perkembangan kondisinya di RS Sanglah yang semakin lama
semakin memburuk, rasanya sulit untuk percaya bahwa Valens akan kalah
secepat itu, mengingat dia dikenal sebagai orang yang berkepribadian
kuat dan pantang menyerah. Semangatnya seperti tidak pernah padam.
Valens meninggalkan seorang istri, Elsa Doy, dan dua anak, Maria
Magdalena Elva Doy dan Alexander Valsa Doy. Valens dilahirkan di Boawai,
Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ia terjun ke dunia jurnalistik sejak muda dan tahun 1973-1992 ia
bekerja di harian Kompas. Setelah pensiun dari Kompas Valens masih
sempat aktif sebagai wartawan Pos Kupang dan menjadi pemimpin redaksi
Suara Timor Timur di Dili. Terakhir ia dipercaya menjadi konsultan di
sebuah media massa di Jakarta.
Menurut rencana, jenazah almarhum akan dikremasi di Denpasar hari Kamis
atau Jumat. "Ini sesuai dengan keinginan almarhum sebelum meninggal,"
ujar salah seorang kerabat dekat almarhum.
Doy dikenal sebagai orang yang memiliki pribadi yang unik. Di mata
rekan-rekannya Valens dikenal sebagai pekerja keras dalam arti yang
sebenar-benarnya. Ia selalu bekerja secara total sehingga sering kali ia
menginap di kantor jika sedang meliput peristiwa-peristiwa besar. Urusan
keluarga dan urusan rumah tangga menjadi prioritas yang kesekian,
apalagi kepentingan dirinya. Ia tetap memaksakan diri untuk bekerja
walaupun dalam keadaan sakit. Valens sering harus dipaksa pulang oleh
pimpinan karena tetap bekerja saat sedang sakit.
Menjadi anak buahnya sungguh tidak mudah. Irama kerjanya sangat sulit
diikuti. Tidak jarang Valens mengadakan rapat perencanaan untuk kegiatan
esok hari pada pukul 02.00.
Penampilannya sederhana. Namun, jika sudah berbicara, orang akan dengan
mudah menangkap bahwa kepribadiannya sangat hangat.
Valens juga sangat temperamental. Ia mudah marah, tetapi juga cepat
melupakannya jika orang yang melakukan kesalahan kepadanya meminta maaf.
Ia pun mudah meminta maaf jika menyadari bahwa dirinya melakukan
kesalahan.
Sebagai atasan, ia menuntut semua anak buahnya bekerja sekeras dirinya.
Dan sebagai balasan, ia berusaha untuk memerhatikan seluruh kepentingan
anak buahnya. Salah seorang anak buahnya sempat terharu ketika seusai
mengirim berita pertandingan olahraga dari luar kota dengan teleks,
tiba-tiba ada teleks balasan yang isinya ucapan selamat ulang tahun dari
Valens.
Itulah Valens. Ia selalu mempunyai cara sendiri dalam menunjukkan
perhatiannya. Meskipun caranya itu tidak selalu dipahami oleh
orang-orang yang berhubungan dengannya.
Sebagai seorang wartawan, Valens sangat istimewa. Laporan dan tulisannya
selalu menarik dibaca. Lewat laporannya ia tidak hanya menuliskan hasil
dan jalannya pertandingan saja, ia juga mencoba merangkum suasana
pertandingan serta emosi pemain dan penonton ke dalam laporannya. Dengan
demikian, orang yang membaca laporan atau tulisannya serasa "ditarik" ke
pertandingan yang dilaporkan atau dituliskannya.
Ia selalu memperoleh Adinegoro, penghargaan tertinggi di bidang
jurnalistik, jika ia mengikutsertakan laporan atau tulisannya dalam
lomba penulisan untuk wartawan.
Kini Valens tidak ada lagi di antara kita. Kita hanya bisa berharap akan
lahir wartawan-wartawan yang memiliki kemampuan menulis seistimewa
Valens. "Selamat jalan rekan. ► ti/kompas 4/5/2005
► TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|