| |
C © updated 13122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/korps marinir |
|
| |
Nama:
Sersan Anumerta KKO Usman alias Janatin bin Haji Muhammad Ali
Lahir:
Tawangsari, Purbalingga, 18 Maret 1943
Wafat:
Singapura, 17 Oktober 1968 (Dihukum gantung)
Penghargaan:
- Bintang Sakti
- Pahlawan Nasional
Nama:
Kopral Anumerta KKO Harun alias Tohir bin Mandar
Lahir:
Pulau Bawean, 4 April 1943
Wafat:
Singapura, 17 Oktober 1968 (Dihukum gantung)
Penghargaan:
- Bintang Sakti
- Pahlawan Nasional
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03 04
05
06
07
08 == Usman dan Harun (05)
Gagal Kembali ke Pangkalan
Usaha ketiga Sukarelawan kembali ke pangkalan dengan jalan
masing-masing. Tetapi Usman yang bertindak sebagai pimpinan tidak mau
melepas Harun berjalan sendiri, hal ini karena Usman sendiri belum faham
betul dengan daerah Singapura, walaupun ia sering memasuki daerah inf.
Karena itu Usman meminta kepada Harun supaya mereka bersama-sama mencari
jalan keluar ke pangkalan.
Untuk menghindari kecurigaan terhadap mereka berdua, mereka berjalan
saling berjauhan, seolah-olah kelihatan yang satu dengan yang lain tidak
ada hubungan sama sekali. Namun walaupun demikian tetap tidak lepas dari
pengawasan masing-masing dan ikatan mereka dijalin dengan isyarat
tertentu. Semua jalan telah mereka tempuh, namun semua itu gagal.
Dengan berbagai usaha akhirnya mereka berdua dapat memasuki pelabuhan
Singapura, mereka dapat menaiki kapal dagang Begama yang pada waktu itu
akan berlayar menuju Bangkok. Kedua anak muda itu menyamar sebagai
pelayan dapur. Sampai tanggal 12 Maret 1965 mereka berdua bersembunyi di
kapal tersebut.
Tetapi pada malam itu, waktu Kapten kapal Begama mengetahui ada dua
orang yang bukan anak buahnya berada dalam kapal, lalu mengusir mereka
dari kapal. Kalau tidak mau pergi dari kapalnya, akan dilaporkan kepada
Polisi. Alasan mengusir kedua pemuda itu karena takut diketahui oleh
Pemerintah Singapura, kapalnya akan ditahan. Akhirnya pada tanggal 13
Maret 1965 kedua Sukarelawan Indonesia keluar dari persembunyiannya.
Usman dan Harun terus berusaha mencari sebuah kapal tempat bersembunyi
supaya dapat keluar dari daerah Singapura. Ketika mereka sedang
mencari-cari kapal, tiba-tiba tampaklah sebuah motorboat yang
dikemudikan oleh seorang Cina. Daripada tidak berbuat akan tertangkap,
lebih baik berbuat dengan dua kemungkinan tertangkap atau dapat lolos
daribahaya.
Akhirnya dengan tidak pikir panjang mereka merebut motorboat dari
pengemudinya dan dengan cekatan mereka mengambil alih kemudi, kemudian
haluan diarahkan menuju ke Pulau Sambu. Tetapi apadaya manusia boleh
berencana, Tuhan yang menentukan. Sebelum mereka sampai ke perbatasan
peraian Singapura, motorboatnya macet di tengah laut. Mereka tidak dapat
lagi menghindari diri dari patroli musuh, sehingga pada pukul 09.00
tanggal 13 Maret 1965 Usman dan Harun tertangkap di bawa ke Singapura
sebagai tawanan.
Mereka menyerahkan diri kepada Tuhan, semua dihadapi walau apa yang
terjadi, karena usaha telah maksimal untuk mencari jalan. Nasib manusia
di tangan Tuhan, semua itu adalah kehendak-Nya. Karena itulah Usman dan
Harun tenang saja, tidak ada rasa takut dan penyesalan yang terdapat
pada diri mereka.
Sebelum diadili mereka berdua mendekam dalam penjara. Mereka dengan
sabar menunggu saat mereka akan dibawa ke meja hijau. Alam Indonesia
telah ditinggalkan, apakah untuk tinggal selama-lamanya, semua itu hanya
Tuhan yang Maha Mengetahui. ► e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia |
|