| |
C © updated
21122003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/kpk |
|
| |
Nama:
Tumpak Hatorangan Panggabean, SH
Lahir:
Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943
Agama:
Kristen Protestan
Isteri:
Roosvi Sertiana Sianturi
Anak:
Tiga orang
Pendidikan:
S1 Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak
Karir:
- 1973 - 2003 Jaksa di Kejaksaan Agung RI
- Kajari Pangkalan Bun (1991 - 1993)
- Asintel Kejati Sulteng (1993 - 1994)
- Kajari Dili (1994 - 1995)
- Kasubdit Pengamanan Ideologi dan Politik Pada JAM Intelijen (1996 -
1997)
- Asintel Kejati DKI Jakarta (1997 - 1998)
- Wakajati Maluku (1998 - 1999)
- Kajati Maluku (1999 - 2000)
- Kajati Sulawesi Selatan (2000 - 2001)
- Sesjampidsus (2001 - 2003)
Pelatihan, Seminar dan Lokakarya:
- Diklat Analisis Kebijaksanaan (1994),
- Diklat Peningkatan Mutu Kepemimpinan Aparatur (1995),
- Diklat SPAMEN (1996), Diklat Pembentukan Jaksa (1974),
- Diklat Tar.Luhkum (1983), Diklat Jaksa Spesialis (1985),
- Diklat Suspa Lidik (1980), Diklat Suspa Intelstrat Tk. 1 (1982)
Penghargaan:
- Satya Lencana Karua Satya XX Tahun (1997)
- Satya Lencana Karya Satya XXX (2003) |
|
| |
|
|
|
|
| TUMPAK H PANGGABEAN |
|
|
 |
Tumpak Hatorangan Panggabean
Sangat Ditakuti Para Koruptor
Tumpak Hatorangan Panggabean, pria
berdarah Batak kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943, sangat
ditakuti para koruptor. Dia berbicara tegas dan apa adanya. Dia terkesan
tidak kenal kompromi. Sebelum terpilih menjadi Wakil Ketua KPK, lulusan
Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak, ini selama 30 tahun
berkarier di Kejaksaan RI.
Namanya cukup akrab dikuping publik setelah dia menjadi Wakil Ketua
KPK (2003). Dia berbicara tegas namun tidak gegabah mengungkap ke publik
sebuah kasus korupsi yang sedang ditanganinya. Namun setelah semuanya
diteliti, dia selalu terbuka menjelaskan kasusnya dari A sampai Z.
Komitmennya sangat kuat untuk memberantas korupsi di negeri ini.
Dia bekerja siang malam. Pulang larut malam sudah menjadi kebiasaannya.
Tumpak baru akan meninggalkan Kantor KPK, setelah menuntaskan
pekerjaannya.
Tumpak Hatorangan Panggabean, SH, mantan jaksa yang diusulkan oleh
Jaksa Agung RI untuk bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria
berdarah Batak kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943, ini
terpilih menjadi pimpinan KPK bersama Taufiequrachman Ruki, Sjahruddin
Rasul, dan Erry Riyana Hardjapemekas.
Mantan Kajati Sulawesi Selatan (2000 - 2001) dan Sesjampidsus (2001 -
2003) ini terpilih melalui voting yang dilakukan dua kali oleh 44
dari 61 anggota Komisi II. Voting pertama dilakukan untuk memilih lima
dari sepuluh nama calon, sedangkan yang kedua untuk memilih satu ketua
dari lima nama yang terpilih. Pada voting pertama, masing-masing anggota
Dewan memilih maksimal lima nama dari sepuluh calon.
Perolehan suara lima calon lainnya yang tidak terpilih pada voting
pertama itu adalah Moh Yamin (22), Iskandar Sonhadji (7), Marsillam
Simandjuntak (6), Chairul Imam (4), dan Momo Kelana (1).
Berdasarkan voting kedua, Taufiequracman Ruki terpilih menjadi Ketua KPK
dengan mengantongi 37 suara. Perolehan suara empat lainnya adalah Amien
Sunaryadi (6), Tumpak Hatorangan Panggabean (1), Tumpak Hatorangan Panggabean (0),
dan Erry Riyana Hardjapamekas (0).
Tumpak Hatorangan Panggabean, SH, Lahir di Sanggau, Kalimantan Barat, 29
Juli 1943. lulusan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak
mempunyai tiga orang anak, buah pernikahannya dengan Roosvi Sertiana
Sianturi.
Karirnya dimulai sejak 1973 sampai 2003 sebagai Jaksa di Kejaksaan
Agung RI. Dia menjabat Kajari Pangkalan Bun (1991 - 1993), Asintel
Kejati Sulteng (1993 - 1994), Kajari Dili (1994 - 1995) dan Kasubdit
Pengamanan Ideologi dan Politik Pada JAM Intelijen (1996 - 1997).
Kemudian menjabat Asintel Kejati DKI Jakarta (1997 - 1998), Wakajati
Maluku (1998 - 1999), Kajati Maluku (1999 - 2000), Kajati Sulawesi
Selatan (2000 - 2001) dan terakhir sebagai Sesjampidsus (2001 - 2003).
Panggabean telah mengikuti banyak pelatihan, seminar dan lokakarya. Di
antaranya: - Diklat Analisis Kebijaksanaan (1994); Diklat Peningkatan
Mutu Kepemimpinan Aparatur (1995); Diklat SPAMEN (1996), Diklat
Pembentukan Jaksa (1974); Diklat Tar.Luhkum (1983), Diklat Jaksa
Spesialis (1985); Diklat Suspa Lidik (1980); dan Diklat Suspa Intelstrat
Tk. 1 (1982)
Dia telah menerima penghargaan Satya Lencana Karua Satya XX Tahun (1997)
dan Satya Lencana Karya Satya XXX (2003). ► mti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|