| |
C © updated 24012006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama
Rusdi Kirana
Lahir
-
Pekerjaan:
- Pemilik Grup Agung Podomoro
Penghargaan:
- Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005
Alamat Rumah:
J
|
|
| |
|
|
|
|
| TRIHATMA HOME |
|
|
 |
Trihatma Kusuma Haliman
Pemilik Grup Agung Podomoro
Trihatma Kusuma Haliman, Pemilik Grup Agung Podomoro yang mengelola 27
proyek properti berskala besar di Jakarta dan sekitarnya dengan total
kapitalisasi Rp15 triliun. Pengusaha yang sudah berbisnis perumahan dan
konstruksi sejak 1970, ini dulu sering disebut sebagai raja apartemen,
tetapi kini dia telah masuk pula ke bisnis pusat perbelanjaan.
Dia pun dinobatkan sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh
2005 versi Warta Ekonomi. Dia disebut Raja Apartemen yang Melirik Pusat
Perbelanjaan.
Warta Ekonomi 28 Desember 2005: Trihatma percaya orang Jakarta doyan
belanja. Alhasil, ia bermain di pembangunan pusat perbelanjaan.
Ketika krisis moneter mendera bangsa ini, jumlah kredit macet meningkat
secara signifikan. Sumbangan terbesar kredit macet datang dari bisnis
properti. Kala itu, hanya sedikit pengembang yang mampu bertahan. Salah
satunya adalah Grup Agung Podomoro (Podomoro).
Adalah Trihatma Kusuma Haliman, pemilik Podomoro yang sudah berbisnis
perumahan dan konstruksi sejak 1970, yang dengan tangan dingin justru
membuat Podomoro sangat agresif di masa sulit.
Banyak hal menarik jika menyimak kinerja Trihatma. Dia mengelola 27
proyek properti berskala besar di Jakarta dan sekitarnya dengan total
kapitalisasi Rp15 triliun. Dahulu ia sering disebut sebagai raja
apartemen, tetapi kini Trihatma masuk pula ke bisnis pusat perbelanjaan.
Sejauh ini, ia telah menuntaskan proyek di Mangga Dua Square dan Plaza
Semanggi.
Trihatma juga tengah menyelesaikan proyek Forum di seberang Plaza
Senayan dan STC Senayan. Jika Forum selesai, proyek itu akan meramaikan
persaingan antar-pusat perbelanjaan di Jakarta. Forum mengemban misi
menjadi salah satu ikon baru pusat perbelanjaan Indonesia. Desainnya,
kabarnya, merupakan yang terdepan saat ini di Indonesia.
Juli 2005 Trihatma tampak berbinar ketika topping off Senayan City.
Proyek ini akan memberi warna lain bagi perkembangan bisnis properti di
Indonesia karena merupakan “buah perkawinan” dari pusat perbelanjaan
modern berlantai delapan, pusat perkantoran, hotel, butik, dan apartemen
mewah di kawasan Senayan.
Trihatma menyadari persaingan antar-pusat perbelanjaan makin keras.
Namun, menurut dia, justru di situlah daya tariknya. Kata Trihatma, para
pebisnis akan makin kreatif menghasilkan inovasi tatkala kompetisi makin
ketat. Ia pun menyebut sejumlah tenant besar, termasuk dari beberapa
negara ASEAN, yang sudah mem-booking tempat. Masuknya mereka ke
Indonesia akan memberi warna tersendiri pada iklim bisnis pusat
perbelanjaan modern. Menurut Trihatma, Jakarta—kota dengan penduduk 12
juta jiwa—masih membutuhkan banyak pusat perbelanjaan.
Sukses Podomoro tak terlepas dari strategi pemasaran yang baik. Strategi
pertama adalah dari segmentasi pasar yang membidik konsumen menengah ke
atas. Strategi kedua adalah brand image. Di sini ada dua brand image.
Pertama, sebagai umbrella image, adalah trademark Mediterania. Kemudian,
yang kedua, sebagai value brand, adalah perusahaan Grup Agung Podomoro,
yang track record-nya sangat baik. Strategi yang ketiga adalah
penjualan. Podomoro menggunakan jasa agen-agen penjualan yang
profesional. (ferry cahyadi putra) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|