| |
C © updated 16052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/atur |
|
| |
Nama:
Sys Ns (Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio)
Lahir:
Semarang,18 Juli 1956
Agama:
Islam
Istri:
Hj. Shanty Widhiyanti, SE
Anak:
- Syanindita Trasysty
- Sabdayagra Ahessa
- Sadhenna Dianda
Ayah:
Suryo Subagio
Ibu:
Siti Suciati
Pendidikan:
- TK, SD, SMP, SMA di Jakarta
- Institut Kesenian Jakarta
Pendidikan Tambahan:
- Henzel Photography
- Broadcasting
- Journalistic & Marketing Course
Pekerjaan:
- Karyawan PT Radio Audio Jakarta, hingga 1973
- Karyawan PT Radio Prambors Jakarta, hingga 1987
- Pemimpin Redaksi ProKamu Prambors, hingga 1984
- Pemimpin Redaksi Majalah Prambors, hingga 1986
- Redaktur Pelaksana Tabloid Bintang Indonesia, hingga 1988
- Dir. Utama PT RADIO MUARA 106.6FM Jakarta, hingga kini
- Dir. Utama PT RADIO SBY 666AM Jakarta, hingga kini
- Komisaris PT RADIO CDBS 94.5FM Bali, hingga kini
- Dir. Utama PT Syanindita Yagra Sadhenna Jakarta, hingga kini
- Anggota Badan Pekerja (PAH II) MPR-RI, periode 1999-2000
- Anggota MPR-RI, Utusan Golongan, periode 1999- 2004
Pengalaman:
Tahun 1973 -1983:
- Penyiar PT Radio Audio, Disc Jockey Audio, Mad & Madlod
Discotique
- The Best Jakarta Scrabble Player Festival
- The Best of Disc Jockey of Indonesia, The Best of Discotique of
Indonesia
- Penggagas & Ketua Panitia “Aryaduta Madlod Charity Show” Jakarta
- Manager Kelompok Warung Kopi Prambors
- Penggagas & Ketua “Jakarta Student's Night”
- Naskah & Sutradara Drama “Gereja Tua” FK-UI
- Disc Jockey Prambors Disco
- Naskah Paket Acara Tahun Baru TVRI: “Terminal Musikal Tempat Anak Muda
Mangkal”
- Naskah & Sutradara Lenong Betawi Fak. Psikologi UI Jakarta
- Ketua & Sutradara Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
- Ketua Panitia “Prambors Skateboard Open Tournament”
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Dapur Musik Betawi I”
- Ketua & Sutradara Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
- Peran Pembantu Film “Kecupan Pertama”
- Ketua & Sutradara Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Musik Dia Adalah Dia”
- Peran Pembantu Film “Kabut Sutera Ungu”
- Skenario & Sutradara “Operette Arjuna Mencari Cinta –FFI”
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Dapur Musik Betawi II”
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Blue Jeans Special”
- Peran Utama Film “Seindah Rembulan”
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Join In Show”
- Skenario & Sutradara “Operette Pangeran Dangdut”
- Penggagas & Ketua "Scotch Double Bowling Tournament"
- Ketua & Sutradara Pergelaran “17 Tahunnya Rolling Stones”
- Peran Utama Film “Betapa Damai Hati Kami”
- Sutradara Pergelaran “Indonesia Join In Tour Show”
- Ketua & Sutradara “The Complete Music Show”
- Skenario & Sutradara Pergelaran HUT kota Jakarta: “Dari Jakarta untuk
Jakarta”
Tahun 1984-1994:
- Ketua & Sutradara Pergelaran “14 Tahun Matinya The Beatles”
- Skenario & Sutradara Drama “Perek Perek Iseng”
- Ketua Panitia “Indonesia Breakdance Festival”
- Peran Tamu Utama serial TVRI “Pondokan”
- Skenario & Sutradara “HUT TVRI”
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Sumpah Pemuda Merah Putih”
- Ketua & Sutradara “The Complete Music Show II”
- Skenario & Sutradara Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
- Peran Pembantu Utama Film “Terang Bulan di Tengah Hari”
- Skenario & Pemeran Acara Tahun Baru TVRI
- Skenario & Peran Utama Film “Anunya Kamu”
- Peran Utama film “Sama-sama Enak”
- Skenario & Sutradara Pergelaran “Lenong Betawi”
- Penggagas & Ketua Umum BOM (Bursa Orang Muda) I
- Ketua Humas & Promosi “Mick Jagger Live Show”
- Koordinator Acara “Napak Tilas Panglima Sudirman”
- Penggagas & Ketua Umum BOM (Bursa Orang Muda) II
- Skenario & Sutradara “Kirab Remaja Nasional”
- Penggagas & Ketua Umum BOM (Bursa Orang Muda) III
- Presenter Paket Talk Show “Gado-Gado” RCTI
- Penggagas & Ketua Umum PSP (Pasar Senggol Paramuda)
- Pemain Tamu Film Televisi “Abumawas” RCTI
- Penggagas & Ketua Umum PSP (Pasar Senggol Paramuda) II, Jakarta
- Penggagas & Ketua “TOP-POP” (Tontonan & Pameran Olah Raga)
- Ketua & Sutradara Pergelaran “Dangdut Siang Bolong”
- Skenario & Sutradara Pergelaran “Lintas Sejarah Kodam Jaya”
- Skenario & Sutradara Serial “Opera Sabun Colek” SCTV
- Presenter & Sutradara Kuis “MACHO“ SCTV
- Skenario & Sutradara ComedyCIip “WC UMUM” SCTV
- Penggagas Film Televisi “Duren Duren” alias “Duda Duda Keren” SCTV
1995-2005:
- Program & Creative Director "AdAsia" (The 19th Asean
Advertising Congress)
- Skenario & Sutradara Sinetron "Rembulan Kece" ANteve
- Skenario & Sutradara Pergelaran "Gerakan Disiplin Nasional"
- Peran Utama Sinetron "Hati Yang Perawan" SCTV
- Skenario & Sutradara Citra Pariwara PPPI di 5 stasiun TV
- Peran Utama & Sutradara Sinetron "Boss Boss Besar"
- Sutradara Sinetron "Projo & Brojo"
- Sutradara Paket Musik"Semarak Dangdut" TPI
- Skenario & Sutradara Citra Pariwara PPPI di 5 stasiun TV
- Presenter Paket Acara "Dompet Peduli TPI"
- Presenter & Produser Paket Musik "Goda Gado Ngetop" SCTV
- Ketua Panitia Musyawarah Nasional PRSSNI
- Presenter & Penulis Skenario Talk Show "Spektakuler" TPI
- Penggagas & Produser Paket Humor "Warung Badung" SCTV
- Sutradara HUT TNI di MABES TNI Cilangkap
- Pemeran Sinetron "Aku Ingin Pulang"
- Penggagas & Produser Acara "Sepuluh Show" TPI
- Produser "R&B Hip-Hop Show"
- Project Manager "Sensasi Biru Indonesia" di 40 kota di Indonesia
- Naskah & Sutradara Paket Lebaran TVRI
- Naskah & Sutradara Paket Tahun Baru TVRI: "Terminal Musikal Tempat
Anak Muda Mangkal"
- Presenter Paket Musik "Tempo Doeloe" TVRI
- Presenter Talkshow "Who Wants To Be The President" TPI
- Penggagas & Sutradara "Sandiwara-wiri Selononk Boy" TPI
- Juru Kampanye Tingkat Nasional, Partai Demokrat.
- Juru Kampanye Tingkat Nasional, Pemilu CaPres & CaWaPres SBY -JK
- Koordinator Nasional (Ketua Umum) Gerakan Pro SBY
- Ketua Bid.Acara HUT Partai Ke 3 - Partai Demokrat 2005
- Pelakon Sandiwara Anak Jalanan "Ande Ande Lumutan" TIM Jakarta
- Pembicara Dialog Publik “Partai Demokrat: Reformis atau Status Quo"
Jakarta Media Center
- Ketua Organizing Committee Kongres I Partai Demokrat 2005
Pengalaman Organisasi:
- Ketua Umum KASTA (Kekerabatan Antar Siswa Se-Jakarta) Prambors,
hingga 1976
- Ketua Umum Laboratorium Seni Prambors, hingga 1978
- Ketua Dept. Dana & Usaha PP. PRSSNI, hingga 1992
- Anggota PARFI, hingga 1993
- Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, hingga 1995
- Pengurus Pusat PRSSNI, hingga 1995
- Wakil Ketua Umum Gabungan Artis Nusantara, hingga 1996
- Ketua Dept. Humas & Promosi PP. PRSSNI, hingga 1998
- Dewan Presidium Yayasan Gabungan Artis Nusantara
- Dewan Pengawas Koperasi Artis Nusantara
- Ketua Umum Gabungan Artis Nusantara, hingga 1998
- Ketua Umum PB PARFI, periode 1998-2002
- Koordinator Sad Tunggal Perfilman Nasional
- Anggota Badan Pertimbangan Perfiman Nasional
- Ketua KAFILA (Komite Anti Film Ilegal) 2000-sekarang
- Pendiri & Ketua Partai Demokrat
- Pendiri PIKIR (Paguyuban Insan Kesenian Indonesia Raya)
- Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BPP) Partai Demokrat
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
Syswanto NS
Ikon Kemandirian Anak Muda
Dididik dengan disiplin keras Sang Ayah dan diasuh penuh kasih sayang
Sang Ibu, membentuk pribadi Sys Ns menjadi seorang yang tegar, berani,
namun tetap penuh kasih sayang. Di masa mudanya dia telah mandiri di
tengah kerasnya kehidupan metropolitan. Istrinya, Shanty Widhiyanti,
yang merupakan pilihan hatinya, kemudian menuntunnya pada arti hidup
yang sesungguhnya.
Direktur Utama PT RADIO MUARA 106.6FM, Jakarta, ini ingin memantapkan
diri di panggung politik setelah banyak berprestasi di dunia seni dan
berbagai profesi.
Ayah tiga orang anak ini lahir di Semarang,18 Juli 1956. Terlahir dengan
nama cukup panjang, Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio,
akrab disebut Sys NS. Ketika itu keluarganya memang sudah tinggal di
Jakarta. Tapi sang bunda yang sedang mengandungnya tujuh bulan sengaja
pulang ke rumah ibunya (nenek Sys) di Semarang untuk melahirkannya.
Demikianlah dia lahir di Semarang walaupun orangtuanya sudah tinggal di
Jakarta.
Adat ibunya ini memang tidak hanya pada diri Sys seorang, tapi begitu
juga dengan saudara-saudaranya yang lain. Setiap ibunya hamil 7 bulan
selalu berangkat ke Semarang, rumah orang tuanya. Baru setelah si bay
berumur 40 hari, kemudian kembali lagi ke Jakarta.
Sejak kecil, pria berdarah biru dari Solo ini sudah hoby main bola dan
teater. Sehingga dia sering bolos sekolah hanya untuk main bola atau
nongkrong di Taman Ismail Marzuki melihat orang-orang latihan teater.
Masa anak-anak dia bercita-cita menjadi pemain bola. Tapi cita-cita itu
kandas karena keburu mengenal rokok dan suka begadang ketika dia masih
kelas empat. Lalu dia pun bercita-cita menjadi presiden. Namun setelah
tahu menjadi presiden itu susah akhirnya dia mengganti cita-citanya
menjadi sutradara.
Tapi ternyata menjadi sutradara juga dulu peraturannya sangat susah.
Malah lebih susah dari presiden, karena kadang nasib orang tergantung
orang lain. Aturan-aturan demikian tidak disetujui Sys sama sekali
sehingga dia dobrak. Namun, karena sudah membudaya akhirnya tidak
berhasil. Lalu, sempatpPatah semangat, dia tidak mau jadi sutradara.
Melihat permainan dunia sutradara yang demikian, Sys yang ketika itu
kuliah di Institut Kesenian Jakarta, jadi berpikir dua kali untuk
meneruskan kuliahnya. Walaupun pria yang pernah menyutradarai beberapa
pagelaran ini berhasil menjadi sutradara handal di kemudian hari, itu
berkat perubahan yang juga merambah ke dunia hiburan.
Kemudian pada era reformasi ini, siapa pun bisa menjadi sutradara asal
punya bakat dan keahlian. Bahkan sutradara yang dulu selalu mengatur
nasib orang, sekarang kalah pada orang-orang baru muncul, anak-anak
muda.
Sys remaja ditempa oleh ayah-ibu yang memberikan kasih sayang dengan
cara yang sangat berbeda. Sang Ayah, Suryo Subagio, adalah seorang
militer yang mendidik anak-anaknya dengan keras dan disiplin. Sang ayah
selalu menanamkan berbagai disiplin seperti, pulang sekolah harus tidur,
harus minum susu, harus mengaji, harus belajar. Kalau perintah itu tidak
dituruti, ayahnya tidak segan-segan menghukum. Berbeda dengan Sang Ibu,
Siti Suciati, yang memperlakukan anak-anaknya sangat lembut. Sang Ibu
sering membela Sys dari kemarahan Sang Ayah walaupun sebenarnya Sys
nakal.
Karena disiplin Sang Ayah itu dianggapnya kaku, Sys pun sering berontak.
Ini membuatnya sering disebut si pemberontak di keluarga. Masih
tersimpan di ingatan Sys, pada jam-jam tidur, dia membohongi ayahnya
dengan menutupi guling dengan selimut agar seolah-olah sedang tidur
padahal dia sudah lompat lewat jendela dan pergi main. Kemudian setelah
jam 12 masuk lagi dan berlagak tidur lagi. Ini sering terjadi namun
akhirnya ketahuan juga oleh ayahnya dan sudah pasti kena hukum lagi.
Dalam perjalanan hidupnya, pengaruh pendidikan disiplin keras Sang Ayah
dan kasih sayang Ibu itu saling mengisi. Di satu pihak berani atau
disiplin dan di pihak lain baik atau selalu merasa kasihan. Dua-duanya
tertanam dalam dirinya. Sifat tidak tegaan dalam dirinya turun dari sang
ibu sementara sifat berani dan disiplin turun dari sang ayah.
Si pemberontak, mungkin sebuah sebutan yang tidak berlebihan diberikan
pada pria mandiri ini. Kelas satu SMA saja dia sudah tidak tinggal
dengan keluarganya. Ayah, ibu, dan saudara-saudaranya ketika itu sudah
pindah ke Semarang karena tugas ayahnya. Pada mulanya Sys juga ikut
pindah, tapi kemudian dia tidak betah maka dia kabur lagi ke Jakarta.
Keluarga yang selalu mencarinya kemudian menemukannya di Jakarta. Dia
pun dibawa kembali ke Semarang. Namun dasar tidak betah, dia kembali
kabur dan berangkat lagi ke Jakarta. Akhirnya Sys mengatakan pada orang
tuanya agar jangan menghiraukannya lagi, tidak usah memikirkan biayanya.
Dia mengaku bisa cari duit sendiri dan berjanji akan tetap sekolah.
Orangtuanya pun mempercayai dan merestuinya.
Kemudian dia tinggal di rumah saudara. Namun merasa tidak enak di rumah
keluarga karena tidak merdeka, akhirnya dia pindah dan tinggal sendiri.
Berani tinggal sendiri, dia pun sekolah sambil cari duit sendiri jadi
disc jockey. Ternyata uangnya malah lebih banyak dibanding ketika ikut
orang tua.
Pria yang punya motto hidup, sesudah lahir kudu hadir, melulu hadir
labas mengalir, ini, dalam pergaulannya tidak mau hanya sama rata saja.
Jika berkumpul sekian orang dia tidak mau sama seperti yang lainnya
saja. Dia selalu ingin menunjukkan nilai lebihnya atau ingin lebih
menonjol dari yang lainnya. Dia selalu berusaha menonjol positif, tapi
jika menonjol positif tidak bisa, kadang menonjol negatif pun dia
lakukan.
Sifatnya yang selalu menonjol dari temannya ini sudah dimiliki sejak
kecil. Bahkan mungkin waktu dia lahir di rumah sakit, dia sudah sengaja
menangis paling keras diantara bay lainnya supaya digendong suster.
Sifatnya yang kreatif dan inovatif membuatnya selalu mengagumi sifat
anak muda yang sering menjadi sumber inspirasi dan penggerak suatu
perubahan. Dalam pandangan Sys, kehidupan anak muda selalu menuntut tiga
hal yakni sekolah, pergaulan, dan duit. Ketika masih mahasiswa, dia
pernah ingin meraih ketigatiganya sekaligus, kuliah di IKJ, bergaul
dengan sesama artis dan mahasiswa, dan cari duit sebagai disc jockey.
Setahun dua tahun dilaluinya akhirnya dia sadari bahwa itu tidak gampang
bahkan tidak mungkin. Kesimpulannya, manusia ini hanya bisa mengambil
dua di antara tiga itu. Kalau bisa mengambil ketiganya secara bersamaan
dan ketiganya berhasil pula, itu luar biasa.
Sampai pada keputusan harus meninggalkan salah satu di antaranya,
akhirnya dia mengorbankan kuliahnya. Kenapa Sys memilih mengorbankan
kuliah karena dia merasa di rumah pun dia bisa balajar atau dengan
teman-temannya pun dia bisa belajar. Sementara jika pergaulannya yang
dia korbankan, dia merasa jika mau bergaul lagi nanti sudah tidak
mungkin. Dan jika cari duit yang dia korbankan, dia merasa tidak punya
pengalaman kerja, nanti sampai tua dan uang juga tidak terkumpul.
Akhirnya Sys berhenti kuliah di tingkat dua tapi cari uang semakin giat
dan pergaulannya juga semakin luas.
Meninggalkan bangku kuliah bukan berarti Sys langsung melupakan segala
sesuatu tentang sekolah dan ilmu. Ketika dia merasa sudah memiliki uang,
dia selalu beli buku. Walaupun dia tidak selalu membaca buku tersebut,
tapi setiap ke toko buku dia selalu beli buku. Dalam pikirannya, suatu
saat buku-buku tersebut pasti dia perlukan.
Kebiasaan beli itu membuat rumah Sys dipenuhi buku. Buku-buku dibaca
kala ada keperluannya seperti ketika dia tiba-tiba ingin bikin naskah
sinetron atau sandiwara radio tentang kenakalan remaja. Lalu dia baca
buku psikologi remaja yang pasti dia miliki.
Sys senang belajar sendiri dan kala tidak mengerti dia menelepon
teman-temannya seperti Sarlito, Kak Seto dan yang lainnya. Kalau yang
dia perlukan soal anak-anak, dia telepon Kak Seto, demikian juga yang
lainnya sesuai dengan bidangnya. Dari luas pergaulannya, membuat Sys
memiliki banyak teman dari berbagai kalangan, dari tukang beca sampai
presiden.
Multi Talent dan Profesi
Pria yang boleh disebut multi talent atau multi profesi, ini memiliki
banyak keahlian dan telah pernah melakukan banyak hal. Main bola, main
basket, nyanyi di kaset, presenter, penyiar, direktur radio semua pernah
dia gumuli. “Saya pernah melakukan apa saja kecuali peragawan dan tukang
sulap” katanya bergurau.
Dari tidur di studio, belajar siaran, jadi dubber iklan juga pernah dia
lakoni. Iklan-iklan dulu seperti iklan-iklan produk top minuman, banyak
yang pengisian suaranya dilakukan oleh Sys. Mengarang lagu juga pernah
dia lakukan walaupun musiknya hanya pakai mulut atau insting saja. Semua
yang dia lakukan selalu menghasilkan uang. Maka dia pikir kalau di
Jakarta ini gampang cari duit tapi menjadi kaya tidak gampang karena
banyak gangguan dan godaannya.
Berbagai hal yang dilakukannya selalu berhasil dan mendapat sambutan
yang baik dari masyarakat. Tapi walaupun demikian, Sys sendiri mengakui
talentanya yang banyak ini membuatnya sedikit tidak fokus dalam satu
hal. Apakah itu suatu hal yang bagus atau jelek dia sendiri tidak tahu.
Tapi dia merasa bahwa hal demikian ada bagusnya dan ada juga buruknya.
Berbagai pengalaman yang dimilikinya itu begitu terasa manfatnya ketika
masuk partai. Karena ketika orang bicara apa saja dia bisa mengerti
walaupun tidak sampai menguasai. Ketika orang membicarakan radio dia
mengerti, membicarakan koran juga dia tahu karena pernah jadi wartawan,
jadi reporter tahun 70-an bahkan jadi Pemred tabloid Bintang dan
memimpin Majalah Prambors. Di Majalah Mode dan Majalah Swa juga dia
pernah jadi penulis.
Hampir semua pernah dia lakukan khususnya yang berhubungan dengan dunia
seni hiburan. Jadi penulis skenario, sutradara, pemain film bahkan humor
seperti ‘Sersan Prambors’ dia pernah ikuti walaupun tidak begitu berani
di panggung. Tapi kalau di kaset dan di film dia cukup berani membuat
humor.
Ketika menggeluti disc jockey , Sys pernah memperoleh penghargaan
sebagai The Best of Disc Jockey of Indonesia pada tahun 1975. Dia
merupakan disc jockey terbaik seluruh Indonesia saat itu. Atraksi yang
ketika itu diselenggarakan di Istora Senayan, disaksikan oleh puluhan
ribu orang. Besoknya dia masuk majalah dan menjadi berita. Sejak itu
karirnya di dunia hiburan mulai dikenal orang. Kemudian Sys bekerja di
radio menjadi penyiar popular, kemudian menjadi MC, lalu menjadi
promotor showdisc.
Tambah Satu Teman Tiap Hari
Berbagai keberhasilan Sys di lingkungan pekerjaan seakan diikuti juga
dengan keberhasilannya di bidang organisasi. Hingga tahun 1976 Sys
dipercaya menjadi Ketua Kasta (Kekerabatan Antar Siswa se Jakarta)
Prambors, kemudian menjadi Ketua Laboratorium Seni Prambors, dia pernah
menjadi Ketua Gabungan Artis Nusantara, pernah Ketua Parfi periode
1998-2002, pernah menjadi Humas atau salah satu ketua di PRSSNI dan lain
sebagainya.
Pengalaman berorganisasi tersebut juga jadi sungguh bermanfaat begitu
Sys harus terjun ke dunia politik sejak tahun 1999 sebagai anggota MPR.
Begitu juga ketika terlibat di Partai Demokrat sebagai penggagas dan
pendiri yang kemudian menjadi salah satu Ketua DPP. Sys merasa tidak
canggung lagi. Bahkan dia bertekad ikut bersaing dalam merebut kursi
nomor satu di partai tersebut sebagai ketua umum.
Dari pengalamannya itu pulalah sehingga dia dengan berani dan yakin
menyarankan kepada para anak muda agar sejak sekarang sudah mulai
mengikuti partai atau masuk organisasi underbow partai. Dengan demikian
sudah siap sehingga begitu umur sudah pas baru ikut ke partai dan
merebut prestasi.
Mahalnya pergaulan bagi Sys dan begitu banyaknya temannya memang cukup
beralasan karena di dalam hatinya, dia punya prinsip akan selalu
berusaha menambah satu teman dalam satu hari. Bahkan jika dalam satu
hari dia tidak mendapat teman karena sesuatu hal seperti dia hanya di
rumah misalnya, maka besoknya dia merasa berkewajiban untuk mendapat dua
teman. Dan lebih dari itu, Sys berprinsip jangan sampai kehilangan satu
temanpun.
Sys memang besar dalam pergaulan bahkan belajar di jalanan. Jika boleh
diistilahkan, dia ini lulusan Hard Work University, tempaan keras. Dia
pernah tidur di pos Hansip, pernah membacok orang sampai masuk sel
kenakalan remaja. Teman-temannya dari berbagai kalangan bahkan preman
juga banyak kenal dengan dia. Namun akhirnya dia sudah sampai pada
kesadaran bahwa sekarang hidupnya tinggal untuk keluarga dan untuk
bangsa kalau bisa. Dia hanya ingin jika kelak dia tua dan mati hendaknya
namanya tercatat.
Ilmu Kalaunologi
Jika Jayasuprana dikenal dengan Kelirumonologi-nya, Sys dikenal dengan
Ilmu Kalaunologi. Sys dalam mengerjakan sesuatu selalu dengan
perencanaan yang matang. Dalam membentuk rencana tersebutlah dia
menggunakan ilmu kalaunologi-nya, berkalau-kalau. Misalnya, kala dia
hendak bikin partai, dia selalu berpikir lebih dulu misalnya, kalau
gagal bagaimana. Kalau gagalnya begini, bagaimana. Kalau sukses,
bagaimana. Terus, kalau-kalau yang lain sampai risiko sesuatu
tindakannya itu dirasakannya menipis.
Satu contoh lain. Kala dia ingin punya rumah, dia lebih dulu berpikir,
duit berapa, dengan duit segitu mungkin dapatnya di daerah pinggiran.
Tapi kemudian dia berpikir, kalau sabar, tabung dulu tapi uang jajan
berkurang. Kalau nggak jajan sama sekali sudah terkumpul sekian. Kalau
bekerja lebih keras lagi? Berarti harus begini atau begitu. Demikian dia
berpikir.
Demikian juga sebaliknya. Misalnya, bila dia memberikan uang pada orang,
dia akan bertanya dalam hati, kalau dikasih uang bagaimana rasanya ya?
Tentu dia senang. Atau sebaliknya jika dia hendak menampar orang, dia
selalu merenung dulu, kalau dia yang ditampar bagaimana ya? Pasti sakit.
Dengan berpikir demikian akhirnya dia menghidari menampar orang.
Begitulah Sys menjalankan kehidupan, selalu menjalankan kalaunologi agar
setiap pekerjaannya berhasil dan terhindar dari risiko besar.
Karena itu pula, Sys menjadi orang yang selalu berbuka hati menerima
kritik dan saran dari teman. Dan sebaliknya tidak segan menegor atau
mengkritik temannya yang dianggap tidak benar. Dia selalu ingin agar
dengan temannya ada perdebatan sehingga saling isi. Tidak mengherankan
jika mendengar Sys mengatakan pada temannya misalnya, “Tolol lu, kenapa
lu tolol, lu gini, gini.” Maksud dia supaya teman tersebut sadar bahwa
dirinya tolol. Dan sebaliknya, apabila dia sendiri yang salah, dia
berharap temannya menegornya misalnya dengan mengatakan, “Sys! salah lu,
goblok lu, gini, gini…”
Bertemu Istri Soleha
Benar, Tuhan memang baik pada Sys yang masa mudanya dikenal sebagai anak
muda jalanan. Ketika dia hampir tidak memikirkan hari tuanya, Tuhan
mempertemukannya dengan seorang istri yang soleha, Hj Shanty Widhiyanti,
SE, putri dari Syaiful Hamid.
Pada awal pacaran, Shanty tidak terima dengan pergaulannya. Memang Sys
dan istrinya berasal dari kultur yang sangat berbeda. Sys sendiri boleh
disebutkan seorang anak jalanan sedangkan istrinya anak sekolahan atau
anak rumahan. Sys nyaris mengesampingkan agama sedangkan istri seorang
agamis.
Tapi Sys sangat menyukai kewajaran istrinya. Walaupun usia keduanya
terpaut jauh yakni sekitar 13,5 tahun namun itu bukan jadi penghalang
cinta mereka. Mereka jatuh cinta dan akhirnya menikah serta saling
menyesuaikan.
Menarik jika mengetahui roman pertemuan suami-istri yang berasal dari
kultur yang berbeda ini. Waktu itu, Sys sedang aktif di Prambors yakni
bikin majalah dan menekuni dunia fotografer sekitar tahun 1986. Saat itu
Prambors bikin KMP (Kawula Muda Prambors), sebuah organisasi remaja.
Berawal suatu saat, Shanty, mengantar temannya datang ke Prambors.
Shanty yang sebenarnya tidak berminat ikutan KMP, ketika itu
dipaksa-paksa oleh temannya sehingga ambil formulir juga. Sys sendiri
ketika itu belum tahu menahu mengenai KMP itu.
Sesudah terkumpul banyak anggota, teman Sys minta pertolongannya bikin
ide kreatif untuk anggota KMP ini. Sys pun kemudian minta foto-foto
pendaftar dan melihatnya satu persatu, akhirnya terseleksilah beberapa
foto. Ketika melihat foto Shanty, Sys sudah merasakan daya tarik gadis
yang satu itu.
Kemudian diadakanlah peresmian, di tempat yang cukup enak di Sahid. Sys
sendiri menjadi MC untuk memperkenalkan anggota-anggota KMP ini. Saat
acara mulai, anggota pun dipanggil satu persatu. Dan pada saat giliran
Shanty yang dipanggil, Sys pun mulai mengganggu dan sengaja
melama-lamakan. Maksudnya agar si gadis selalu ingat sama dia.
Ketika itu teman-teman Sys juga sudah memperhatikan kecantikan gadis
pilihannya tersebut. Dan ketika mengetahui bahwa Sys telah mengejarnya,
temannya malah berani taruhan bahwa gadis tersebut tidak bakalan bisa
didapatnya. Walaupun kepada temannya dia mengatakan musti dapat, tapi
dalam hati juga terdapat kebimbangan saat itu. Dia merasa tidak mungkin
si gadis tersebut mau menjadi pacarnya, tapi dia suka. Akhirnya dia
berpikir yah sudah, dijalani sajalah.
Setelah terbentuk pengurus, ketuanya ingin bikin sebuah event. Untuk itu
panitia sudah disusun. Ketuanya kembali meminta bantuan Sys. Sys
memperhatikan susunan panitia event, tapi tidak ada nama gadisnya dalam
susunan tersebut. Dia pun mengatakan pada temannya bahwa dia bersedia
membantu dengan syarat, Shanty dimasukkan menjadi salah satu panitia dan
dia jadi wakilnya saja. Begitulah akhirnya Sys semakin banyak kesempatan
bertemu Shanty yang membuat mereka semakin dekat.
Suatu ketika sepulang rapat, Shanty yang ketika itu bawa mobil sendiri
sekalian antar teman-temannya ditangkap Polisi. Tidak punya SIM,
akhirnya STNK-nya yang diambil. Shanty dan temannya menelepon ke
Prambors minta bantuan. Teman sekantor Sys yang menerima telepon saat
itu karena mungkin naksir pada salah seorang dari teman Shanty atau
mungkin pada Shanty sendiri, pergi sok nolongin sendiri tanpa
bilang-bilang pada Sys. Tidak berhasil, ditelepon lagi ke studio, pada
Sys sendiri. Dia berangkat ke rumah Shanty kemudian ke Polda ambil
STNK-nya. Dari situ mereka tambah dekat.
Sepulang mengambil STNK, Sys yang menyetir ketika itu sengaja mengantar
teman-teman Shanty lebih dulu. Shanty sendiri belakangan karena mobil
Sys memang ada di rumah Shanty. Tapi pas lewat Bioskop Jakarta Theater,
lihat film, pikiran Sys langsung bekerja. “Wah bagus nih film, nonton
yuk” kata Sys mulai menggoda Shanty. Awalnya Shanty menolak karena sudah
ada janji dengan teman-teman sekolahnya. Tapi karena Sys mengatakan biar
nonton bareng dengan teman-temannya akhirnya Shanty bersedia.
Sys sendiri sebenarnya juga sudah ada janji bertemu di Prambors dengan
seorang cewek yang waktu itu sudah artis top. Namun untuk mengatasinya
dia akhirnya menelepon salah seorang temannya di Prambors yang bernama
Marwan agar menemani cewek itu nonton, makan, atau apa saja dan biayanya
nanti Sys sendiri yang ganti.
Karena takut temannya si Marwan dan cewek itu malah nonton di tempat
yang sama di Jakarta Theater maka kepada Shanty, dia bilang agar
nontonnya di tempat lain saja. Dan walaupun kembali Shanty merasa tidak
enak dengan teman-temannya yang sebelumnya sudah janjian nonton bareng
di Jakarta Theater tapi karena berbagai alasan yang diberikan Sys,
akhirnya Shanty bersedia nonton di tempat lain.
Mereka akhirnya nonton di daerah Kota di Century Theater. Tiket bioskop
yang masih tersimpan sampai sekarang menjadi saksi dari bersatunya dua
hati. Sejak itulah roman kehidupan keduanya dimulai, mereka resmi
berpacaran.
Sejak awal, Sys sudah meyakinkan Shanty bahwa cintanya tidaklah
main-main. Sys pun membuktikannya, tujuh tahun keduanya berpacaran tanpa
ganti-ganti. Sys menunggu Shanty hingga menyelesaikan Sarjana Ekonominya
di Universitas Padjajaran, baru melangkah ke pelaminan.
Kini wanita yang masih kuliah Sastra Jepang di Universitas Al-Azhar,
tempat SMA-nya juga dulu, itu telah melahirkan tiga orang anak bagi Sys.
Ketiga anaknya Syanindita Trasysty, Sabdayagra Ahessa, Sadhenna Sayanda,
kini masih duduk di kelas 5, kelas 4, dan TK.
Selama perjalanan hidup mereka, Sys merasa banyak sekali kehidupannya
dipengaruhi oleh istrinya, yang sebelumnya suka berfoya-foya akhirnya
bisa berubah menjadi hemat.
Anak Muda Kaya
Sebelum mengenal sang istri, Sys boleh disebut merupakan seorang anak
muda kaya. Disebut demikian karena sewaktu masih muda dia sudah sering
bikin show yang banyak menghasilkan uang di mana sekali show bisa untung
Rp 25 jutaan. Tahun 70-an saja misalnya, anak-anak muda paling jajan
sekitar Rp 5000 tapi dikantong Sys bisa jutaan. Tapi apa pun yang telah
dihasilkan Sys kala itu selalu habis, tidak pernah punya apa-apa,
foya-foya saja. Sehingga ketika masih pacaran, istrinya pernah
mengingatkannya, “Kok kamu setiap hari makan di sea food, nonton,
foya-foya, bayarin orang, kamu nggak nabung?” katanya.
Menabung? Buat apa? Besok kan dapat lagi, bikin show, begitu pikiran Sys
ketika itu. Namun lambat laun Sys akhirnya menyadari kebenaran yang
dikatakan pacarnya tersebut, Sys berpikir, kalau tiba-tiba dia nggak
laku lagi atau mungkin dia sakit? Akhirnya Sys bisa berhemat, sehingga
bisa beli rumah, beli mobil berkat nasihat Shanty.
Hidupnya jadi tertib, kerja benaran sejak pacaran dengan Shanty. Namun
Sys sendiri juga banyak mempengaruhi istrinya dalam kehidupan. Misalnya,
cara berpikir dan pergaulan. Karena si istri bukan anak jalanan, jadi
tidak begitu mahir dalam ilmu pergaulan. Tapi intinya mereka jadi saling
mendapat hal-hal positif.
Dalam hal pekerjaan termasuk ketika masuk partai, Sys merasa sambutan
istrinya baik-baik saja. Dan sejauh ini, apa yang dia pikir dan dia
lakukan, walaupun kadang tanpa ijin, tanpa kompromi, tanpa ngobrol dulu
dengan istri, tapi menurut dugaannya istrinya merasa itu semua benar
saja sebab istrinya juga sudah tahu bahwa setiap tindakannya selalu
terencana dengan matang.
Mendidik Anak Sebagai Mitra
Mengingat cara mendidik bapak dan ibunya yang satu pihak keras dan satu
pihak lagi lembut membuat Sys seakan mendapat pelajaran berharga dalam
mendidik anak-anaknya. Dia tidak mau seperti bapaknya memperlakukannya
maupun seperti ibunya mendidiknya.
Jika bapaknya selalu memperlakukannya sebagai anak bukan mitra, dia
ingin anak-anaknya sekarang sekaligus menjadi mitranya. Menurutnya hanya
kebetulan anak-anak itu menjadi anaknya dan dia menjadi bapak mereka.
Menurutnya, sebenarnya keduanya sama-sama punya kewajiban. Bapak
berkewajiban menghidupi dan menyekolahkan anaknya sedangkan anaknya
berkewajiban memintarkan dirinya sendiri. Dan jika si anak pintar, itu
sebenarnya bukan cuma untuk kesenangan si anak saja tapi kesenangan si
bapak juga.
Sys pada anaknya selalu menempatkan dirinya sejajar. Dia merasa anaknya
harus menjadi sahabatnya juga. Di rumahnya, demokrasi dia hidupkan
supaya anak itu tidak egois. Dia menempatkan anak-anaknya punya hak
suara juga. Sehingga kalau mau pergi, misalnya, dia selalu bertanya
kepada anak-anaknya ke mana, nonton, makan, anaknya yang menententukan
sedangkan dia tinggal mengikuti. Namun jika tidak ada keputusan, baru
dia bersama istrinya yang berembug.
Dia ingin anak-anaknya punya kemerdekaan. Maka anak-anaknya selalu
dipersilahkannya mengikuti kegiatan apa saja asal yang positif. Kegiatan
ekstrakurikuler seperti les piano, les gitar dan entah les apa saja
boleh. Dia tahu dengan menguasai atau jago piano, jago komputer saja,
tidak usah sekolah formal pun bisa hidup, namun dia tidak mau memaksa.
Bahkan walaupun kata gurunya misalnya, si anak ada bakat piano tapi si
anak sendiri tidak mau, susah dan tidak bisa dipaksa. Namun demikian Sys
tetap berkeinginan agar anak-anaknya punya skill bukan dari sekolah
formal saja. ►ti/atur-juka
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|