A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P O L I T I S I
 ► Politisi
 ► MPR-RI
 ► DPR-RI
 ► DPD
 ► DPRD
 ► Partai-Pemilu
 ► Ormas
 ► OKP
 ► LSM-Aktivis
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 16052005  
   
  ► e-ti/atur  
  Nama:
Sys Ns (Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio)
Lahir:
Semarang,18 Juli 1956
Agama:
Islam
Istri:
Hj. Shanty Widhiyanti, SE
Anak:
- Syanindita Trasysty
- Sabdayagra Ahessa
- Sadhenna Dianda
Ayah:
Suryo Subagio
Ibu:
Siti Suciati
Pendidikan:
- TK, SD, SMP, SMA di Jakarta
- Institut Kesenian Jakarta
Pendidikan Tambahan:
- Henzel Photography
- Broadcasting
- Journalistic & Marketing Course
Pekerjaan:
- Karyawan PT Radio Audio Jakarta, hingga 1973
- Karyawan PT Radio Prambors Jakarta, hingga 1987
- Pemimpin Redaksi ProKamu Prambors, hingga 1984
- Pemimpin Redaksi Majalah Prambors, hingga 1986
- Redaktur Pelaksana Tabloid Bintang Indonesia, hingga 1988
- Dir. Utama PT RADIO MUARA 106.6FM Jakarta, hingga kini
- Dir. Utama PT RADIO SBY 666AM Jakarta, hingga kini
- Komisaris PT RADIO CDBS 94.5FM Bali, hingga kini
- Dir. Utama PT Syanindita Yagra Sadhenna Jakarta, hingga kini
- Anggota Badan Pekerja (PAH II) MPR-RI, periode 1999-2000
- Anggota MPR-RI, Utusan Golongan, periode 1999- 2004

 
 
     
 
BERITA

 

Syswanto NS

Jangan Pilih Saya

Bila Tidak dengan Hati Nurani & Akal Sehat
Sys NS dinominasi sebagai salah seorang kandidat Ketua Umum Partai Demokrat yang berkongres di Bali, akhir Mei 2005. Namun di tengah mengalirnya dukungan kepadanya, ada pernyataan yang cukup menarik dari tokoh berlatar belakang seni ini yakni: “Jangan Pilih Saya, Bila Tidak dengan Hati Nurani & Akal Sehat”. Ini merupakan ajakan yang tidak lazim dari seorang kandidat yang seharusnya melakukan berbagai strategi pendekatan untuk mendapatkan simpati.

Namun bukan Sys NS namanya jika tidak melontarkan kata-kata yang menarik. Sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa tidak bersedia duduk menjadi menteri maupun anggota DPR. Keinginannya hanyalah membesarkan Partai Demokrat karena rasa penyesalannya akan perolehan Partai Demokrat pada Pemilu 2004 lalu yang cuma 7,5% dari yang sebelumnya dia targetkan 15-20%.

Dia hanya berambisi untuk menjadikan Partai Demokrat menjadi partai dua besar di Indonesia bahkan kalau bisa menjadi pemenang Pemilu pada Pemilu 2009. Untuk mewujudkannya Sys pun ingin duduk menjadi ketua umum, dengan demikian bisa fokus dan mencurahkan seluruh kemampuannya demi kemajuan partai.

“Kalau saya sudah melahirkan anak, saya wajib memelihara, menyekolahkan, mencerdaskan, ngasih vitamin, membesarkan anak ini supaya si anak punya manfaat paling tidak buat dirinya sendiri, orang tuanya, keluarganya, lingkungannya, agamanya dan nusa dan bangsa.

Begitu juga Partai Demokrat, saya pengen berguna makanya saya tidak mau jadi menteri, saya tidak mau jadi anggota DPR. Saya kepengen membesarkan partai ini karena saya termasuk orang yang menyesal kemarin Pemilu 2004 cuma 7,5%, target saya 15-20% nggak tercapai. Maka sekarang saya mau ambil ketua umum supaya target saya di Pemilu 2009 bisa menjadi partai dua besar,” ungkapnya memberi alasan pencalonannya sebagai kandidiat ketua Umum Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui sejak didirikan hingga Pemilu tahun 2004, para pendiri, pengurus, dan kader Partai Demokrat telah berusaha membangun partai ini dengan mengusung visi atau cita-cita bersama merebut hati, simpati, dan empati rakyat sehingga menjadi partai kebanggaan yang menenangkan, memenangkan, dan menyenangkan rakyat.

Ternyata usaha tersebut tidak sia-sia sebab Partai Demokrat berhasil menjadi partai dengan predikat terbaik dalam verifikasi Departemen Kehakiman & HAM RI serta verifikasi akhir yang dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Partai Demokrat lolos electoral treshold dengan 56 kursi DPR RI sekaligus mencapai posisi "Empat Besar" di Indonesia. Dan yang paling membanggakan adalah mampu mengantarkan SBY- JK menjadi Presiden-Wakil Presiden RI 2004- 2009.

Segala keberhasilan itu Sys akui merupakan hasil kerja keras seluruh pimpinan, pengurus, dan kader partai. Semua sukses itu menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang hebat dan sukses besar, artinya, orang-orang ini layak menjadi ketua umum partai. Dengan kata lain, bahwa yang paling berhak memimpin Partai Demokrat adalah para pendiri, pimpinan, dan kader Partai Demokrat sendiri. “Jangan mengundang orang luar, orang kita sudah sukses. Maka itu di kongres kali ini jangan ada orang luar,” tandas Sys menambahkan.

Mei 2005, Kongres Pertama Partai Demokrat akan diselenggarakan. Kongres ini merupakan ajang pemilihan ketua umum dan pengurus berdaulat membentuk diri sebagai demokrat sejati. Demokrat yang mampu memenangkan akal sehat dan hati nurani kuat. Para demokrat yang berpandangan jauh ke depan, mampu berinteraksi secara logis, estetis dan etis. Oleh karena itu, Sys mengajak kader Partai Demokrat agar bersungguh-sungguh menjaga dan memelihara harkat dan martabat sebagai seorang demokrat sejati.

Seorang demokrat sejati, tunduk pada keluhuran hati nuraninya, memuliakan akal sehatnya dan mampu melindungi dirinya dari cara-cara tidak sehat dan tidak terhormat. Maka dalam hal memilih Ketua Umum Partai Demokrat, sudah seharusnya melihat melihat dan mempertimbangkan siapa figur yang terikat kuat dengan sejarah perjuangan Partai Demokrat sejak awal berdirinya; Memiliki waktu yang cukup untuk berkonsentrasi membesarkan partai; Memiliki semangat dan kemampuan mengelola partai agar dapat meningkatkan kepercayaan rakyat pada Pemilu 2009 mendatang.

Menurut pandangan Sys yang kini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat, seorang demokrat sejati tidak akan memilih seorang kandidat hanya karena secara pribadi dekat, apalagi hanya karena mendapat imbalan materi yang justru akan merendahkan harkatnya. Begitu pula, demokrat sejati tidak akan menolak kandidat hanya karena tidak suka, tidak dekat, dan tidak mendapat imbalan materi.

Seorang demokrat sejati, akan menjatuhkan pilihannya terhadap seorang kandidat semata-mata karena pertimbangan akal sehat dan keluhuran hati nurani yang kuat. Itulah tantangan dan tanggung jawab sebagai kader Partai Demokrat sejati dan sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kalau ingin duit, minta dan pilih yang lain saja,” ucap Sys dengan tegas. Tapi dia memberi aba-aba, bahwa kalau nanti memang uang yang menang berarti cuma segitulah Partai Demokrat.

Kalaupun demikian, Sys berkesimpulan bahwa dirinya tidak punya harapan lagi untuk berjalan bersama Partai Demokrat dengan hati nurani. Dia merasa lebih baik kembali sebagai orang biasa, berkesenian lagi, bapak rumah tangga, dan menikmati hidup. Tapi itu tergantung ketua umum terpilih nanti, orang baik atau tidak. Kalau ketua umum terpilih baik orangnya, dirinya masih akan bertahan di partai.

Harapannya, yang dipilih nanti hendaknya orang yang punya visi misi positif, sebab kalau tidak, tidak ada lagi baiknya mengikuti partai ini. Memang diakuinya sampai pencalonan ketua umum sekarang ini para kandidat masih baik-baik, tapi barangkali begitu terpilih nanti bisa berubah tidak baik.

Sesungguhnya, Sys sangat yakin dan percaya, seluruh kader Partai Demokrat khususnya peserta dan penentu dalam kongres pertama ini dapat membuktikan kepada rakyat, bahwa politik bukanlah dunia glamor penuh tipu muslihat. Dia yakin kader partai ini bisa menunjukkan diri sebagai kader bangsa yang berjiwa nasionalis religius, menggunakan hati nurani, dan akal sehat.

Karena itu Sys berkeyakinan para kader Partai Demokrat mampu menjadikan Partai Demokrat ‘Bersahabat Erat Dengan Rakyat’. Dengan keyakinan itu, maka dengan segala ketulusan dan kerendahan hatinya, Sys mengangkat slogan kampanye, ‘Jangan Pilih Saya, Bila Tidak dengan Hati Nurani & Akal Sehat’ pada pemilihan ketua umum kali ini.

Oleh karena itu, Sys mengambil jalan yang berbeda dengan para kandidat ketua partai lainnya yang melakukan road show ke daerah-daerah. Sesuai dengan hati nuraninya, Sys mengandalkan heart show, hatinya dekat di hati pemilih atau kader. Sys menggunakan banyak cara seperti telepon atau menulis surat untuk merebut hati para pemilih.

Melihat perjalanan hidup Sys hingga saat ini, banyak hal yang berhasil ia kerjakan dengan baik. Ia menyadari itu semua berkah dari Tuhan. Segudang karya ia capai seperti membuat pameran, lomba cipta lagu remaja Prambors, Catatan Si Boy, Majalah Prambors, Radio Prambors, Radio DMC, Radio Muara, sampai bikin partai, semuanya sukses.

Ia berpendapat bahwa keberhasilan itu juga tidak lepas dari sifatnya yang selalu optimis. Baginya, optimis saja sudah selangkah di depan kemenangan dan selanjutnya tinggal ngotot saja. Demikian juga tekadnya dengan Partai Demokrat, dia optimis dan ngotot agar partai ini harus menang. Bagaimana caranya harus dipikirkan, putar otak, dengan berbagai cara. Harus kreatif, inovatif, dan berinisiatif.


Visi

Sebagai kandidat Ketua Umum Partai Demokrat, Sys telah mempersiapkan diri dengan visi untuk bangsa dan negara serta untuk Partai Demokrat sendiri. Namun sebelum menjalankan visi tersebut dia menyadari bahwa dirinya bukanlah malaikat atau Superman yang bisa bertindak sendiri. Dia mengaku hanya menjadi arranger saja. Dia tetap mengharapkan dukungan dan sokongan dari masyarakat umumnya dan dari kader Partai Demokrat sendiri khususnya.

Visi pertamanya menjadikan Partai Demokrat menjadi partai nasionalis-religius. Sebab religius atau agama menurutnya merupakan hal penting di dalam suatu partai bahkan merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Di samping religius, dia juga ingin membuat partai ini menjadi partai yang humanis dan internasionalis.

Di samping itu, politik yang selama ini dicap ‘negatif’ sudah selayaknya segera diubah. Melalui Partai Demokrat dia ingin menunjukkan bahwa politik itu bisa juga santai sebab santai itu sebuah keseriusan juga. Dia ingin menunjukkan melalui Partai Demokrat, bahwa partai politik tidak lagi diasumsikan dengan naik-naik meja atau berkelahi, akan tetapi punya nurani dan akal sehat.

Menurutnya, politik yang sering dipandang salah kaprah dengan menyebut bahwa dalam politik tidak ada teman abadi, tidak ada lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi, tidak selamanya benar. Perilaku demikian memang diakuinya ada tapi itu merupakan perilaku oknum bukan politik itu sendiri. Dalam pandangannya, politik itu kadang mempunyai teman abadi dan ada lawan abadi. Pandangannya ini pun ingin dibuktikannya melalui Partai Demokrat.

Sys juga ingin menjadikan Partai Demokrat bisa bersahabat erat dengan rakyat, menjadi mitra sejajar dari rakyat, tidak sebagai tuan atau majikan dengan pembantu.

Semua visi Sys ini akhirnya bermuara pada visi Partai Demokrat sendiri yang ingin menenangkan, memenangkan, dan menyenangkan rakyat. Menenangkan artinya, Partai Demokrat harus bisa menciptakan suhu politik dan keamanan yang tentram dimana orang bisa bekerja dan berinvestasi dengan tenang. Memenangkan rakyat artinya berpihak pada rakyat. Hal yang lazim bila rakyat berkelahi dengan Trantib yang dimenangkan adalah Trantib. Rakyat selalu kalah meski mereka benar. Oleh karena itu, melalui Partai Demokrat, Sys ingin memperjuangkan kemenangan rakyat. Bila rakyat memang benar, harus dimenangkan. Namun kalau memang salah, hendaknya rakyat itu sejak awal diberitahu sehingga masalah tidak berlarut-larut.

Sys mengambil contoh kasus bangunan liar yang digusur. Kalau rakyat tidak diijinkan sembarangan membangun, sejak awal harus diambil tindakan tegas di tempat itu. Namun, yang terjadi selama ini malah disuplai listrik dan telepon. Begitu bangunan sudah permanen, dibongkar paksa. Hal ini membuat hidup rakyat tidak tenang dan tidak menang. Sedangkan, menyenangkan rakyat artinya rakyat hidup berkecukupan. Rakyat diberikan kemudahan dengan sekolah gratis, beras murah maupun fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, jika terpilih menjadi Ketua Umum, langkah pertama yang akan diambilnya adalah merekrut orang-orang ahli di bidang ekonomi bukan ahli ngoceh di depan orang tetapi ahli merealisasikan apa yang sudah direncanakan.

Ia mengambil langkah ini karena melihat kenyataan bahwa negara ini sebenarnya negara yang kaya gemah ripah loh jingawi. Bahkan syair lagu Koes Plus yang mengatakan bahwa laut negeri ini bukan laut tapi hanya kolam susu, jala saja cukup menghidupi, tongkat kayu bisa jadi tanaman, menurut Sys sampai sekarang masih sangat jauh dari kebenarannya.

Sepengetahuan Sys belum ada orang yang bisa memprediksi berapa besar kekayaan Indonesia saat ini. Itu sangat mengherankannya berhubung ada banyak pakar ekonomi di negara ini. Kalkulasi kekayaan laut, hutan atau minyak, misalnya, belum jelas kedengaran. Padahal menurutnya, bila kekayaan Indonesia ini dikelola dengan baik, hutang negeri ini bisa dibayar dengan mudah. Untuk itulah, Sys ingin Partai Demokratlah yang mulai melakukan perhitungan-perhitungan itu.

Ia berharap visi untuk menenangkan, memenangkan, dan menyenangkan rakyat bisa terealisasi dengan menjadikan Partai Demokrat partai dua besar bahkan single majority pada pemilu 2009 nanti.

Mengawal SBY
Sys Ns, pendiri dan Ketua DPP Partai Demokrat yang kini menjadi kandidat Ketua Umum Partai Demokrat selama ini sangat dekat dengan SBY, Presiden RI yang juga salah satu pendiri partai tersebut. Hal ini memang tidak mengherankan karena Sys sudah menjadi Tim Pemenang SBY di lembaga MPR ketika pemilihan Wakil Presiden tahun 2001.

Namun kedekatan ini tidak membuat Sys ingin diperlakukan beda oleh SBY dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat yang akan diadakan Mei 2005 ini. Dia memang pernah minta ijin (bukan restu) mencalonkan diri sebagai ketua umum pada SBY. Dalam kesempatan itu, ia meminta agar SBY bersikap netral terhadap semua calon, jangan merestui siapapun seperti yang terjadi pada partai lain. Sys berharap, pemenang ketua umum partai ini dipilih secara demokratis, dan jauh dari money politic sehingga Partai Demokrat bisa memberi contoh.

Banyak kalangan yang berpendapat bahwa Partai Demokrat adalah figur SBY. Partai terdongkrak karena figur SBY yang hebat. Namun bila figur SBY merosot, Partai Demokrat akan turut merosot. Oleh karena itu, bila terpilih menjadi ketua umum, Sys bertekad akan bekerja mati-matian membuat Partai Demokrat lebih hebat atau paling tidak sehebat SBY, sehingga dengan demikian ada saling mendukung antara figur SBY dengan Partai Demokrat yang mengusungnya.

Sys juga mengutarakan bila berhasil menempati posisi ketua umum, ia akan tetap mencalonkan SBY menjadi presiden pada tahun 2009 bila perjalanan kepemimpinan SBY membawa perubahan yang signifikan atas bangsa ini.

Ini dilakukannya karena keyakinannya akan niat luhur dan pikiran SBY yang sangat baik. Namun semuanya itu diakuinya tergantung nasib SBY sendiri karena menurutnya berbuat baik itu memang tidaklah gampang, banyak kerikil, duri, dan banyak halangannya.

Partai Demokrat didirikan pada tanggal sembilan bulan sembilan tahun 2001 oleh sembilan orang pencetus dan 99 orang pendiri. Bagi banyak orang, angka sembilan sering dianggap sebagai angka mujur. Mungkin benar juga. Perjalanan Partai Demokrat yang penuh dengan angka sembilan, dapat saja sebagai contoh. Buktinya, baru pertama kali mengikuti Pemilu, partai baru ini langsung lolos electoral treshold dan berbagai keberhasilan lainnya. ►ti/atur-juka


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia