|
|
|
| MAJALAH TI - 29 |
|
|
 |
PERSPEKTIF (02)
Kutai Kartanegara ‘Emas’ Bagi Investor Kabupaten Kutai
Kartanegara (Kukar) adalah ‘emas’ bagi para investor. Kabupaten ini
memiliki potensi sumber daya alam yang amat kaya. Baik dalam sektor
pertanian dan kehutanan, pertambangan dan penggalian (batu bara, minyak,
bahan galian golongan c, pasir kuarsa, dll), industri, pariwisata dan
jasa. Ditambah lagi dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang
disediakan dan dikondisikan pemerintah daerah sebagai bagian dari
implementasi Gerbang Dayaku yang digagas Bupati Prof Dr H Syaukani HR.
Kukar adalah kabupaten terkaya di Indonesia. Dalam hal potensi dan
kekayaan minyak dan gas alam, saat ini ada empat perusahaan besar yang
beroperasi di daerah ini, baik di
darat maupun di lepas pantai. Keempat perusahaan itu adalah Huffco,
Total, Unocal dan Expan.Keempat perusahaan ini mampu menghasilkan minyak
dan gas bumi tiga kali lebih besar dari Brunai.
Belum lagi hasil dari tambang batu bara dan hasil hutan yang sangat
besar di daerah ini. Namun, dalam konsep Gerbang Dayaku, daerah ini ke
depan tidak hanya mengandalkan sumder daya alam tersebut. Daerah ini
juga tengah dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di
negeri ini. Di samping itu, tengah digalakkan penanaman pohon jarak
untuk pengembangan enerji alternatif, biodisel.
Secara alamiah, sungai, danau dan rawa merupakan potensi sumber daya
alam di kabupaten ini yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan
ekonomi. Di kabupaten ini terdapat ± 34 buah sungai yang memiliki fungsi
penting baik sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai
prasarana transportasi. Di antaranya yang berupa sungai utama adalah
sungai Mahakam (920 Km), Belayan (229 Km) dan Sabintulung (132 Km).
Di daerah ini juga terdapat 7 buah danau dengan luas keseluruhannya
29.000 ha. Danau-danau yang terpenting adalah Danau Melintang (11.000
ha), Danau Semayang (13.000 ha), Danau Tempesung (1.300 ha), Danau Siran
(750 ha), Danau Wis (750 ha), Dana Perian (750 ha) dan Danau Murung (900
ha). Luas Rawa adalah 2.050 ha atau 7,51% dari luas wilayah Kabupaten
Kutai dan tersebar di 16 Kecamatan.
Selain itu, daerah ini juga memiliki kawasan hutan yang kaya. Terdiri
dari kawasan budidaya kehutanan seluas 1.304.070,7 ha, hutan lindung
418.213,1 ha dan hutan konversi (non budidaya kehutanan) 900.835,9 ha.
Terdapat 23 Perusahaan Industri Pengolahan Kayu (IPK) dengan luas areal
180.050,19 ha dan produksinya 3.436.093,71 m³. Jumlah HPH sebanyak 17
buah dengan luas areal 946.703,5 ha dan telah berproduksi 20.676.690,99
m³, sedangkan areal HTI seluas 357.367,2 ha. Ada pula cagar alam Muara
Kaman - Sedulang 62.000 ha, dan Hutan Raya Bukit Soeharto 73.850 ha.
Sebagian besar hutan itu ditumbuhi oleh berbagai pohon kayu yang
bersifat ekonomis seperti Ulin, Kapur, Meranti, Tengkawang, Benuang dsb.
Selain itu terdapat berbagai jenis pakis, rotan, bambu, anggrek, dan
beraneka ragam buah-buahan.
Sektor Pertanian
Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan; Kabupaten ini memiliki potensi di
bidang pertanian tanaman pangan, dengan topografi bervariasi mulai
daerah datar yang didominasi oleh persawahan, berbukit sampai dengan
pegunungan.
Kondisi ini memiliki peluang pengembangan berbagai komoditi tanaman
pangan dan secara geografis letaknya cukup strategis karena berdampingan
dengan Samarinda dan Balikpapan yang menjadi sasaran utama pemasaran
hasil produksi.
Luas lahan pertanian di kabupaten ini sekitar 11.673 Ha terdiri dari
lahan sawah seluas 2.840 Ha dan lahan bukan sawah seluas 8.833 Ha.
Komoditi dominan yang bisa dikembangkan di antaranya padi sawah, padi
ladang, ubi kayu, semangka pisang, rambutan, durian, kacang tanah,
kacang panjang, dll.
Peluang investasi Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan dititikberatkan
pada komoditas padi, jagung, kedelai, kacang, singkong dan buah-buahan.
Pemda Kukar bertekad menjadikan daerah ini sebagai “Lumbung Padi
Kalimantan Timur”.
Sub Sektor Perke-bunan: Sementara sub sektor perkebunan merupakan salah
satu sumber penerimaan devisa yang cukup potensial. Sampai saat ini
tercatat areal perkebunan yang tersebar di 18 Kecamatan untuk komoditi
kelapa sawit seluas 770.952,00 Ha, karet seluas 64.434,00 Ha, Lada
seluas 21.350,00 Ha, kopi seluas 21.206,00 Ha, kakao seluas 17.148,00
Ha, kelapa dalam seluas 33.309,00 Ha, kenaf 3.540,00 Ha dan untuk
komoditi lainnya seluas lebih kurang 4.595 Ha.
Pola pengusahaan perkebunan rakyat di masa yang akan datang lebih
diarahkan pada pembangunan perkebunan yang intensif dan mencapai luasan
skala ekonomis. Dengan pola pembangunan ini diharapkan akan tercipta
sentra-sentra produksi yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan
para petani dan keluarga serta penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
dan devisa sub sektor ini.
Peluang investasi subsektor perkebunan diarahkan pada beberapa
komoditas, terutama komoditas yang kurang mendapat perhatian. Adapun
titik berat dari pengembangan dan pemberdayaan subsektor Perkebunan
adalah kelapa sawit, kakao, karet, tebu, pisang abaca, lada dan rami.
Sub Sektor Peternakan: Daerah ini memiliki potensi lahan yang cukup
luas. Keadaan ini merupakan salah satu modal dasar untuk menjalankan
usaha di sektor peternakan. Hingga saat ini kebutuhan pangan yang
berasal dari ternak masih jauh untuk dapat memenuhi baik kebutuhan lokal
maupun nasional.
Peluang masih terbuka lebar bagi calon investor yang ingin menanamkan
modalnya pada sub sektor peternakan karena peluang pasar banyak yang
belum terpenuhi.
Peluang investasi ini didukung oleh adanya lahan peternakan yang
tersedia begitu luas dan berpotensi besar dalam bidang usaha peternakan.
Potensi lahan peternakan di Kabupaten Kutai Kartanegara sekitar
911.815,00 Ha. Lahan yang sudah digunakan seluas 74.488,45 Ha dan yang
belum digunakan seluas 837.335,55 Ha. Adapun jenis komoditi yang potensi
untuk dikembangkan adalah ternak sapi potong, kerbau, kambing, domba,
babi, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, ayam buras dan itik.
Peluang investasi pada sub sektor Peternakan dititik beratkan pada
beberapa komoditas. Terutama komoditas yang diarahkan untuk memenuhi
swasembada kebutuhan konsumsi ternak di Kalimantan Timur. Jenis komoditi
ternak yang menjadi produk unggulan di daerah ini adalah ternak Sapi
Potong, Sapi Perah, Ternak kambing dan Ayam Ras, Petelur dan Kerbau
Kalang.
Sub Sektor Perikanan: Sebaran lokasi dan luasan wilayah pengembangan
maupun potensi pengembangan sub sektor perikanan terbagi menjadi tiga.
Pertama, wilayah pantai meliputi kecamatan Samboja, Muara Jawa,
Sanga-Sanga, Anggana, Muara Badak dan Marang Kayu dengan komoditi udang
windu, ikan bandeng, kepiting bakau dan udang galah.
Kedua, wilayah tengah meliputi kecamatan Loa Janan, Loa Kulu,
Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu dan Muara Kaman dengan komoditi
ikan nila, ikan gabus, ikan patin dan udang galah.
Ketiga, wilayah ulu meliputi kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara
Muntai, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang dengan komoditi ikan gabus,
ikan betutu, ikan patin dan udang galah.
Terdapat 4 (empat) jenis ikan yang merupakan komoditi andalan dengan
nilai ekonomi tinggi. Keempat jenis ikan itu adalah Udang Windu
(Panaeous Monodon), Kepiting (Skylla serrata), Ikan Patin (Pangasius
Sutchi F), dan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr).
Udang Windu (Panaeous Monodon) merupakan penyumbang devisa terbesar dari
sektor perikanan. Potensi ini merupakan investasi mulai dari sektor
industri hulu sungai sampai akhir.
Peluang usaha di bidang budidaya udang windu adalah hatchery (pembenihan
udang), sarana produksi tambak (Saprotan), pemanfaatan limbah kepala
udang. Hatchery (pembenihan udang) untuk memenuhi kebutuhan benur yang
cukup besar kurang lebih 2,4 milyar ekor per tahun. Saat ini yang bisa
dipenuhi hanya 50.000.000 ekor. Ini berarti peluang usaha ini dapat
diandalkan.
Begitu pula peluang usaha sarana produksi tambak (Saprotan) sangat
prospektif. Untuk memenuhi kebutuhan budidaya udang, faktor pakan sangat
dominan. Karena 60% investasi budidaya udang adalah pada kebutuhan
pakan, mulai dari awal penebaran sampai panen. Demikian pula kebutuhan
sarana produksi lainnya yang jika tersedia pabrik di daerah ini tentu
harga akan lebih murah dan efisien.
Pemanfaatan limbah kepala udang juga merupakan peluang bisnis yang
sangat baik. Selama ini limbah kepala udang belum dimanfaatkan secara
optimal, padahal dapat diolah menjadi produk yang bernilai cukup tinggi,
antara lain: petis udang, kecap udang, terasi udang, tepung udang dan
lain-lain.
Produk udang ini ditampung oleh eksportir PT. Misaya Mitra, yang
diekspor ke Jepang dan PT. Samarinda Cendana diekspor ke Hongkong dan
Taiwan.
Potensi budidaya kepiting (skylla serrata) juga cukup besar dan terbuka
luas untuk peluang pasarnya, baik lokal maupun ekspor. Peluang bisnis
kepiting ditunjang dengan luasnya hamparan tambak rakyat dan dukungan
dari Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara. Produksi kepiting pada tahun
2001 adalah sebesar 38,4 ton dengan nilai produksi sebesar Rp.
268.800.000.
Sementara itu, Ikan Patin (Pangasius Sutchi F) merupakan ikan yang
banyak dibudidayakan sepanjang aliran sungai Mahakam, secara teknis
pemeliharaan ikan ini tidak sulit, sehingga dibudidayakan semua orang.
Tahun 2002 diperkirakan terjadi kenaikan produksi yang tinggi karena
adanya penyaluran bantuan keramba, pakan dan benih berjumlah 1.125.500
ekor. Dengan perkiraan tingkat mortalitas 30%, maka akan diperoleh hasil
panen 1.125.500 - 30% = 788.850 ekor dengan berat rata-rata 800gr/ekor,
sehingga diperoleh hasil panen 631 ton ikan patin.
Sentra produksi ikan patin adalah Kecamatan Muara Muntai sebesar
79.500.000 ekor. Kota Bangun sebesar 69.750.000 ekor, dan Muara Kaman
68.750.000 ekor. (Data Statistik Perikanan dan Kelautan Tahun 2001).
Peluang usaha di bidang budidaya ikan patin adalah untuk pembelian dan
pemasaran serta pembangunan pabrik pengolahan hasil perikanan seperti
pembuatan sosis ikan dan lain-lain. Sebab jumlah produksi yang besar
tidak terserap seluruhnya oleh pasar lokal dan antar pulau.
Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr) merupakan spesies ikan air
tawar yang dapat dibudidayakan dalam keramba di perairan umum. Ikan ini
diminati oleh pasar luar negeri dan setiap tahunnya permintaan
meningkat. Negara-negara pengimpor ikan betutu adalah seperti Singapura,
Hongkong, Taiwan, Cina dan Amerika. Peluang usaha di bidang budidaya
ikan Betutu ini masih sangat terbuka.
Sektor Kehutanan
Potensi dan Peluang Investasi sub sektor Kehutanan untuk sementara
diarahkan pada beberapa komoditas yang dianggap memiliki prospek cerah,
antara lain Hutan Rakyat, Rotan, Ulat Sutra dan Sarang Burung.
Hutan Rakyat sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat secara
tradisional. Belum ada usaha intensif dan ekstensif untuk meningkatkan
produktivitas hasil hutan. Sementara jumlah kayu dari hasil hutan alam
terus merosot, maka Hutan Rakyat memiliki prospek investasi yang cukup
cerah.
Hasil hutan ikutan dititikberatkan pada komoditi rotan. Selama ini
permintaan rotan jadi, setengah jadi maupun rotan batangan di pasar
intemasional terus meningkat. Sedangkan produktivitas rotan alam dari
tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Maka komoditas rotan memiliki
prospek investasi yang cukup cerah.
Ulat sutra merupakan bahan baku kain yang berkualitas dan harganya
sangat tinggi. Berdasar uji coba yang dilakukan Dinas Kehutanan, ulat
sutra cocok dibudidayakan di Kalimantan Timur, termasuk media penanaman
murbay sebagai pakan ulat sutra. Selama ini belum ada investasi yang
membudidayakan ulat sutra secara komersial. Padahal jika dilakukan
budidaya secara intensif, ulat sutra akan memiliki prospek investasi
yang cukup cerah.
Sarang Burung merupakan komoditas andalan yang cukup penting. Selama ini
sarang burung diperoleh dari habitat alam. Hingga kini belum ada usaha
penangkaran burung walet seperti di Jawa. Maka investasi pada komoditas
sarang burung memiliki prospek yang cerah.
Sektor Perindustrian
Sektor Perindustri-an di Kabupaten Kutai Kartanegara kebanyakan adalah
industri pengolahan kayu, baik industri skala kecil, menengah dan besar.
Industri pengolahan kayu itu menghasilkan pulp, serat kayu (fibre wood),
ukiran kayu khas Kalimantan dan produk kayu olahan lainnya.
Selain itu terdapat industri kecil pembuatan kerupuk ikan, terasi, ikan
asap (jukut salai) dan ikan asin. Bahan baku produk ini tersedia cukup
banyak yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Peluang Investasi pada sektor industri diarahkan pada tiga sasaran,
yaitu pengembangan industri kecil, industri menengah dan industri besar.
Industri kecil merupakan kegiatan strategi untuk menyerap lapangan kerja
di sektor informal. Termasuk dalam industri kecil adalah kerajinan kayu,
kerajinan rotan, kerajinan manik, kerajinan tenun ulap doyo, kerajinan
bambu. Hingga kini belum banyak investor yang secara komersial bermitra
secara saling menguntungkan. Maka program kemitraan dengan industri
kecil yang didasarkan atas prinsip-prinsip profit oriented merupakan
peluang investasi yang cukup cerah.
Industri menengah juga masih belum mendapat perhatian dari para
investor. Memang telah ada beberapa lembaga perbankan yang memberikan
modal usaha pada industri menengah. Akan tetapi permodalan tersebut
belum cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran.
Yang termasuk industri menengah adalah Industri Rotan Sortir, Industri
Kayu Gergajian, Pengolahan Ikan, Pakan Ikan dan Ternak, Briket Batubara,
Ban dan Vulkanisir, Udang Beku, Serat Pisang Abaca, Remiling Karet dan
Pabrik Busa, Crumb Rubber serta Industri Penyamakan dan Pengawetan Kulit
Reptil.
Industri besar telah mulai bermunculan di Kabupaten Kutai. Akan tetapi
industri besar yang ada sebagian besar bergerak dalam bidang eksplorasi
hutan dan tambang. Selama ini industri yang berorientasi pada pengolahan
dari bahan dasar menjadi bahan jadi baru dilakukan oleh Industri
Perkayuan, Plywood, Moulding dan lain-lain.
Maka penanaman investasi yang berbasis proses pengolahan dari bahan
dasar menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi sangat memiliki
prospek cerah. Yang termasuk industri besar adalah : Industri
Perkapalan, Kayu lapis, Peralatan Pertanian, Minyak Goreng Sawit, Pulp
dan Kertas, Polyester dan Batubara serta Suku Cadang dan Komponen
Industri Dari Logam.
Sektor Pertambangan & Energi
Potensi dan Peluang investasi sektor pertambangan dititikberatkan pada
Batubara, Emas, Pasir Kuarsa dan Batu Kapur. Batubara pemasaran sebagian
diekspor. Komoditi ini telah banyak diusahakan oleh para investor, akan
tetapi jumlah investor yang beroperasi belum bisa mengeksploitasi
seluruh areal cadangan batubara yang ada.
Emas merupakan komoditas andalan yang cukup cerah di pasaran domestik
maupun internasional. Kabupaten Kutai memiliki cadangan emas di
Kecamatan Tabang cukup potensial untuk dieksploitasi. Hingga kini belum
ada investor yang mengelola areal bahan galian tersebut.
Pasir Kuarsa merupakan bahan dasar pembuatan berbagai jenis kaca.
Sebaran pasir kuarsa cukup potensial sepanjang pesisir pantai antara
lain di Kecamatan Muara Badak dan Samboja, hanya dimanfaatkan sebagai
bahan bangunan. Hingga kini belum ada investor yang menanamkan
investasinya dalam bidang industri.
Batu Gunung, bahan ini dijadikan sebagai agregat pengeras jalan dan
bahan bangunan. Khusus untuk agregat, Kaltim termasuk Kutai masih
mendatangkan agregat dari luar Kaltim. Hingga kini belum ada investor
yang menanamkan modalnya pada komoditas pemecah batu gunung menjadi
agregat atau industri lain seperti kapur untuk pertanian.
Sektor Jasa
Dampak dari berkembangnya beberapa peluang investasi pada sektor yang
diminati memberikan implikasi pengembangan produk-produk sektor lain
seperti perdagangan dan sektor jasa.
Sehubungan dengan itu pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga
menawarkan kepada para investor untuk berinvestasi di sektor ini, dimana
Pemerintah Daerah berencana membangun beberapa sektor jasa pendukung
seperti: pembangunan pasar (pusat perbelanjaan), hotel berbintang,
lapangan golf, restoran, cottage, bandara udara, pelabuhan kapal, dan
lain-lain.
Sektor Pariwisata
Potensi dan peluang investasi di sektor pariwisata dititikberatkan untuk
segera mewujudkan wisata perkotaan dan wisata pedesaan. Dalam kaitan
tersebut pemerintah daerah akan membangun berbagai fasilitas yang bisa
mendorong arus investasi dan para wisatawan yaitu dengan penataan Pulau
Kumala Tenggarong sebagai tempat objek wisata andalan Kabupaten Kutai
Kartanegara sebagai perpaduan wisata tradisional yang alamaiah dengan
teknologi modern.
Adapun objek-objek wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berpotensi
untuk dikembangkan antara lain objek wisata Pulau Kumala, Planetarium,
dan Kawasan Wisata Bukit Bangkirai.
Dalam kaitan tersebut, pemerintah daerah akan membangun berbagai
fasilitas yang bisa mendorong arus investasi dan para wisatawan ke kota
tersebut. Adapun beberapa obyek yang akan dan telah dibangun antara
lain:
Pertama, pelestarian Kebudayaan Kutai dengan membangun kembali Keraton
Lama dan mengembalikan fungsi Sultan Kutai secara simbolis seperti di
Keraton Yogyakarta dan Solo.
Kedua, pembangunan Kota Tenggarong di antaranya Taman Jembatan Mahakam
II, Jam Bentong dan Taman Sejuta Bunga.
Ketiga, pengembangan Pulau Tenggarong dengan membuat Jalan Lingkar
Seputar Pulau Tenggarong dan membuat Rumah Adat Lamin, Kutai, Bugis,
Banjar, dll. Juga membuat Kolam Pemancingan Ikan, Sky Lift (Kereta
Gantung dari Pulau Tenggarong ke Tenggarong), Perahu Naga (dari
Pelabuhan Musium ke Pulau Tenggarong) dan Area Jet Ski seputar Pulau
Tenggarong.
Keempat, pengembangan Tenggarong Seberang berupa pengembangan Kota Tepi
Sungai (Water Front City), diorama Jembatan Mahakam II, pengembangan
Lokasi Taman Erau dan Convention Hall.
Kelima, pengembangan Taman Rekreasi Lembu Swana dengan membangun
Aquarium Pesut dan segala kelengkapannya, Taman Anggrek, Museum (Kayu,
Geologi, Zoologi, Flora dll), Hutan Rekreasi, Perkampungan rumah adat,
Station Transit Sky Lift dan lingkungan industri yang menunjang
pariwisata
Keenam, pengembangan Agro Wisata Loa Duri, antara lain dengan penanaman
buah-buahan langka (Laboratorium alam buah-buahan), tempat pemancingan
ikan, pemanfaatan air terjun, penyediaan sarana rekreasi air, penanaman
pohon jati emas dan untas jalan dengan jalan kaki.
Ketujuh, Taman Budaya Pondok Labu antara lain dengan merehabilitasi
Rumah Adat Lamin Suku Dayak Benuaq, pembuatan lapangan untuk atraksi
seni budaya, pemukiman dan pembinaan perkampungan suku Dayak Benuaq dan
pembinaan dan pengembangan tenun uiap doyo.
Kedelapan, pengembangan obyek wisata sungai dan danau antara lain dengan
peningkatan sarana dan prasarana wisata sungai, obyek wisata Danau
Semayang, Danau Jempang, dan Danau Melintang.
Singkatnya, peluang investasi sektor pariwisata adalah di bidang usaha
perhotelan, usaha restoran, jasa biro perjalanan wisata, penanaman
investasi pada obyek andalan, sky lift, Pulau Tenggarong, Aquarium
Pesut, dan kolam pemancingan ikan. (Selengkapnya Baca: Kukar, Primadona
Bagi Wisatawan. ►mti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|