A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
     ► Kaltim
     ► Kukar
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 18052006  
   
  ► e-ti/esero  
  Majalah Tokoh Indonesia 29

Syaukani HR Seteguh Batu Karang

TOKOH UTAMA: Syaukani Hasan Rais: Berkapasitas Kepemimpinan Nasional = Profesor Pertama dari PTS Bumi Etam = Dilahirkan Sebagai Pemimpin = Pemimpin Seteguh Batu KarangWAWANCARA: Daerah Kuat, NKRI KukuhDEPTHNEWS: Keagungan Kutai KartanegaraPERSPEKTIF: Gerbang Dayaku Menuju Kutai Emas = Kutai Kartanegara ‘Emas’ Bagi InvestorPARIWISATA: Kukar, Surga Bagi WisatawanBUDAYA: Kekayaan Budaya Dayak dan Kutai = Kesultanan Kutai KartanegaraPENDIDIKAN: Unikarta Lahirkan ProfesorLEGISLATIF: Bachtiar Effendi: Mengubah Budaya ‘Penonton’ = DPRD Kutai Kartanegara = Profil Anggota DPRD Kukar 04-09IN HEADNEWS: APBD Kukar 2006 Rp 3,795 TriliunKAPUR SIRIH: Bobot KepemimpinanBERITA: Deklarasi Sempekat Keroan Kutai = Peringatan Maulid Nabi di Kukar
 
 
     
 
MAJALAH TI - 29

 

PERSPEKTIF (02)

Kutai Kartanegara ‘Emas’ Bagi Investor

 

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) adalah ‘emas’ bagi para investor. Kabupaten ini memiliki potensi sumber daya alam yang amat kaya. Baik dalam sektor pertanian dan kehutanan, pertambangan dan penggalian (batu bara, minyak, bahan galian golongan c, pasir kuarsa, dll), industri, pariwisata dan jasa. Ditambah lagi dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang disediakan dan dikondisikan pemerintah daerah sebagai bagian dari implementasi Gerbang Dayaku yang digagas Bupati Prof Dr H Syaukani HR.

Kukar adalah kabupaten terkaya di Indonesia. Dalam hal potensi dan kekayaan minyak dan gas alam, saat ini ada empat perusahaan besar yang beroperasi di daerah ini, baik di
darat maupun di lepas pantai. Keempat perusahaan itu adalah Huffco, Total, Unocal dan Expan.Keempat perusahaan ini mampu menghasilkan minyak dan gas bumi tiga kali lebih besar dari Brunai.


Belum lagi hasil dari tambang batu bara dan hasil hutan yang sangat besar di daerah ini. Namun, dalam konsep Gerbang Dayaku, daerah ini ke depan tidak hanya mengandalkan sumder daya alam tersebut. Daerah ini juga tengah dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di negeri ini. Di samping itu, tengah digalakkan penanaman pohon jarak untuk pengembangan enerji alternatif, biodisel.


Secara alamiah, sungai, danau dan rawa merupakan potensi sumber daya alam di kabupaten ini yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan ekonomi. Di kabupaten ini terdapat ± 34 buah sungai yang memiliki fungsi penting baik sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi. Di antaranya yang berupa sungai utama adalah sungai Mahakam (920 Km), Belayan (229 Km) dan Sabintulung (132 Km).


Di daerah ini juga terdapat 7 buah danau dengan luas keseluruhannya 29.000 ha. Danau-danau yang terpenting adalah Danau Melintang (11.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), Danau Tempesung (1.300 ha), Danau Siran (750 ha), Danau Wis (750 ha), Dana Perian (750 ha) dan Danau Murung (900 ha). Luas Rawa adalah 2.050 ha atau 7,51% dari luas wilayah Kabupaten Kutai dan tersebar di 16 Kecamatan.
Selain itu, daerah ini juga memiliki kawasan hutan yang kaya. Terdiri dari kawasan budidaya kehutanan seluas 1.304.070,7 ha, hutan lindung 418.213,1 ha dan hutan konversi (non budidaya kehutanan) 900.835,9 ha.


Terdapat 23 Perusahaan Industri Pengolahan Kayu (IPK) dengan luas areal 180.050,19 ha dan produksinya 3.436.093,71 m³. Jumlah HPH sebanyak 17 buah dengan luas areal 946.703,5 ha dan telah berproduksi 20.676.690,99 m³, sedangkan areal HTI seluas 357.367,2 ha. Ada pula cagar alam Muara Kaman - Sedulang 62.000 ha, dan Hutan Raya Bukit Soeharto 73.850 ha.


Sebagian besar hutan itu ditumbuhi oleh berbagai pohon kayu yang bersifat ekonomis seperti Ulin, Kapur, Meranti, Tengkawang, Benuang dsb. Selain itu terdapat berbagai jenis pakis, rotan, bambu, anggrek, dan beraneka ragam buah-buahan.

Sektor Pertanian
Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan; Kabupaten ini memiliki potensi di bidang pertanian tanaman pangan, dengan topografi bervariasi mulai daerah datar yang didominasi oleh persawahan, berbukit sampai dengan pegunungan.
Kondisi ini memiliki peluang pengembangan berbagai komoditi tanaman pangan dan secara geografis letaknya cukup strategis karena berdampingan dengan Samarinda dan Balikpapan yang menjadi sasaran utama pemasaran hasil produksi.


Luas lahan pertanian di kabupaten ini sekitar 11.673 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 2.840 Ha dan lahan bukan sawah seluas 8.833 Ha. Komoditi dominan yang bisa dikembangkan di antaranya padi sawah, padi ladang, ubi kayu, semangka pisang, rambutan, durian, kacang tanah, kacang panjang, dll.
Peluang investasi Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan dititikberatkan pada komoditas padi, jagung, kedelai, kacang, singkong dan buah-buahan. Pemda Kukar bertekad menjadikan daerah ini sebagai “Lumbung Padi Kalimantan Timur”.

Sub Sektor Perke-bunan: Sementara sub sektor perkebunan merupakan salah satu sumber penerimaan devisa yang cukup potensial. Sampai saat ini tercatat areal perkebunan yang tersebar di 18 Kecamatan untuk komoditi kelapa sawit seluas 770.952,00 Ha, karet seluas 64.434,00 Ha, Lada seluas 21.350,00 Ha, kopi seluas 21.206,00 Ha, kakao seluas 17.148,00 Ha, kelapa dalam seluas 33.309,00 Ha, kenaf 3.540,00 Ha dan untuk komoditi lainnya seluas lebih kurang 4.595 Ha.


Pola pengusahaan perkebunan rakyat di masa yang akan datang lebih diarahkan pada pembangunan perkebunan yang intensif dan mencapai luasan skala ekonomis. Dengan pola pembangunan ini diharapkan akan tercipta sentra-sentra produksi yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para petani dan keluarga serta penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan devisa sub sektor ini.


Peluang investasi subsektor perkebunan diarahkan pada beberapa komoditas, terutama komoditas yang kurang mendapat perhatian. Adapun titik berat dari pengembangan dan pemberdayaan subsektor Perkebunan adalah kelapa sawit, kakao, karet, tebu, pisang abaca, lada dan rami.

Sub Sektor Peternakan: Daerah ini memiliki potensi lahan yang cukup luas. Keadaan ini merupakan salah satu modal dasar untuk menjalankan usaha di sektor peternakan. Hingga saat ini kebutuhan pangan yang berasal dari ternak masih jauh untuk dapat memenuhi baik kebutuhan lokal maupun nasional.
Peluang masih terbuka lebar bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya pada sub sektor peternakan karena peluang pasar banyak yang belum terpenuhi.


Peluang investasi ini didukung oleh adanya lahan peternakan yang tersedia begitu luas dan berpotensi besar dalam bidang usaha peternakan. Potensi lahan peternakan di Kabupaten Kutai Kartanegara sekitar 911.815,00 Ha. Lahan yang sudah digunakan seluas 74.488,45 Ha dan yang belum digunakan seluas 837.335,55 Ha. Adapun jenis komoditi yang potensi untuk dikembangkan adalah ternak sapi potong, kerbau, kambing, domba, babi, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, ayam buras dan itik.


Peluang investasi pada sub sektor Peternakan dititik beratkan pada beberapa komoditas. Terutama komoditas yang diarahkan untuk memenuhi swasembada kebutuhan konsumsi ternak di Kalimantan Timur. Jenis komoditi ternak yang menjadi produk unggulan di daerah ini adalah ternak Sapi Potong, Sapi Perah, Ternak kambing dan Ayam Ras, Petelur dan Kerbau Kalang.

Sub Sektor Perikanan: Sebaran lokasi dan luasan wilayah pengembangan maupun potensi pengembangan sub sektor perikanan terbagi menjadi tiga. Pertama, wilayah pantai meliputi kecamatan Samboja, Muara Jawa, Sanga-Sanga, Anggana, Muara Badak dan Marang Kayu dengan komoditi udang windu, ikan bandeng, kepiting bakau dan udang galah.
Kedua, wilayah tengah meliputi kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu dan Muara Kaman dengan komoditi ikan nila, ikan gabus, ikan patin dan udang galah.


Ketiga, wilayah ulu meliputi kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang dengan komoditi ikan gabus, ikan betutu, ikan patin dan udang galah.


Terdapat 4 (empat) jenis ikan yang merupakan komoditi andalan dengan nilai ekonomi tinggi. Keempat jenis ikan itu adalah Udang Windu (Panaeous Monodon), Kepiting (Skylla serrata), Ikan Patin (Pangasius Sutchi F), dan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr).


Udang Windu (Panaeous Monodon) merupakan penyumbang devisa terbesar dari sektor perikanan. Potensi ini merupakan investasi mulai dari sektor industri hulu sungai sampai akhir.
Peluang usaha di bidang budidaya udang windu adalah hatchery (pembenihan udang), sarana produksi tambak (Saprotan), pemanfaatan limbah kepala udang. Hatchery (pembenihan udang) untuk memenuhi kebutuhan benur yang cukup besar kurang lebih 2,4 milyar ekor per tahun. Saat ini yang bisa dipenuhi hanya 50.000.000 ekor. Ini berarti peluang usaha ini dapat diandalkan.


Begitu pula peluang usaha sarana produksi tambak (Saprotan) sangat prospektif. Untuk memenuhi kebutuhan budidaya udang, faktor pakan sangat dominan. Karena 60% investasi budidaya udang adalah pada kebutuhan pakan, mulai dari awal penebaran sampai panen. Demikian pula kebutuhan sarana produksi lainnya yang jika tersedia pabrik di daerah ini tentu harga akan lebih murah dan efisien.


Pemanfaatan limbah kepala udang juga merupakan peluang bisnis yang sangat baik. Selama ini limbah kepala udang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat diolah menjadi produk yang bernilai cukup tinggi, antara lain: petis udang, kecap udang, terasi udang, tepung udang dan lain-lain.
Produk udang ini ditampung oleh eksportir PT. Misaya Mitra, yang diekspor ke Jepang dan PT. Samarinda Cendana diekspor ke Hongkong dan Taiwan.


Potensi budidaya kepiting (skylla serrata) juga cukup besar dan terbuka luas untuk peluang pasarnya, baik lokal maupun ekspor. Peluang bisnis kepiting ditunjang dengan luasnya hamparan tambak rakyat dan dukungan dari Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara. Produksi kepiting pada tahun 2001 adalah sebesar 38,4 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 268.800.000.


Sementara itu, Ikan Patin (Pangasius Sutchi F) merupakan ikan yang banyak dibudidayakan sepanjang aliran sungai Mahakam, secara teknis pemeliharaan ikan ini tidak sulit, sehingga dibudidayakan semua orang.


Tahun 2002 diperkirakan terjadi kenaikan produksi yang tinggi karena adanya penyaluran bantuan keramba, pakan dan benih berjumlah 1.125.500 ekor. Dengan perkiraan tingkat mortalitas 30%, maka akan diperoleh hasil panen 1.125.500 - 30% = 788.850 ekor dengan berat rata-rata 800gr/ekor, sehingga diperoleh hasil panen 631 ton ikan patin.


Sentra produksi ikan patin adalah Kecamatan Muara Muntai sebesar 79.500.000 ekor. Kota Bangun sebesar 69.750.000 ekor, dan Muara Kaman 68.750.000 ekor. (Data Statistik Perikanan dan Kelautan Tahun 2001).


Peluang usaha di bidang budidaya ikan patin adalah untuk pembelian dan pemasaran serta pembangunan pabrik pengolahan hasil perikanan seperti pembuatan sosis ikan dan lain-lain. Sebab jumlah produksi yang besar tidak terserap seluruhnya oleh pasar lokal dan antar pulau.


Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr) merupakan spesies ikan air tawar yang dapat dibudidayakan dalam keramba di perairan umum. Ikan ini diminati oleh pasar luar negeri dan setiap tahunnya permintaan meningkat. Negara-negara pengimpor ikan betutu adalah seperti Singapura, Hongkong, Taiwan, Cina dan Amerika. Peluang usaha di bidang budidaya ikan Betutu ini masih sangat terbuka.

Sektor Kehutanan
Potensi dan Peluang Investasi sub sektor Kehutanan untuk sementara diarahkan pada beberapa komoditas yang dianggap memiliki prospek cerah, antara lain Hutan Rakyat, Rotan, Ulat Sutra dan Sarang Burung.


Hutan Rakyat sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat secara tradisional. Belum ada usaha intensif dan ekstensif untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan. Sementara jumlah kayu dari hasil hutan alam terus merosot, maka Hutan Rakyat memiliki prospek investasi yang cukup cerah.


Hasil hutan ikutan dititikberatkan pada komoditi rotan. Selama ini permintaan rotan jadi, setengah jadi maupun rotan batangan di pasar intemasional terus meningkat. Sedangkan produktivitas rotan alam dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Maka komoditas rotan memiliki prospek investasi yang cukup cerah.


Ulat sutra merupakan bahan baku kain yang berkualitas dan harganya sangat tinggi. Berdasar uji coba yang dilakukan Dinas Kehutanan, ulat sutra cocok dibudidayakan di Kalimantan Timur, termasuk media penanaman murbay sebagai pakan ulat sutra. Selama ini belum ada investasi yang membudidayakan ulat sutra secara komersial. Padahal jika dilakukan budidaya secara intensif, ulat sutra akan memiliki prospek investasi yang cukup cerah.


Sarang Burung merupakan komoditas andalan yang cukup penting. Selama ini sarang burung diperoleh dari habitat alam. Hingga kini belum ada usaha penangkaran burung walet seperti di Jawa. Maka investasi pada komoditas sarang burung memiliki prospek yang cerah.

Sektor Perindustrian
Sektor Perindustri-an di Kabupaten Kutai Kartanegara kebanyakan adalah industri pengolahan kayu, baik industri skala kecil, menengah dan besar. Industri pengolahan kayu itu menghasilkan pulp, serat kayu (fibre wood), ukiran kayu khas Kalimantan dan produk kayu olahan lainnya.


Selain itu terdapat industri kecil pembuatan kerupuk ikan, terasi, ikan asap (jukut salai) dan ikan asin. Bahan baku produk ini tersedia cukup banyak yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.


Peluang Investasi pada sektor industri diarahkan pada tiga sasaran, yaitu pengembangan industri kecil, industri menengah dan industri besar.


Industri kecil merupakan kegiatan strategi untuk menyerap lapangan kerja di sektor informal. Termasuk dalam industri kecil adalah kerajinan kayu, kerajinan rotan, kerajinan manik, kerajinan tenun ulap doyo, kerajinan bambu. Hingga kini belum banyak investor yang secara komersial bermitra secara saling menguntungkan. Maka program kemitraan dengan industri kecil yang didasarkan atas prinsip-prinsip profit oriented merupakan peluang investasi yang cukup cerah.


Industri menengah juga masih belum mendapat perhatian dari para investor. Memang telah ada beberapa lembaga perbankan yang memberikan modal usaha pada industri menengah. Akan tetapi permodalan tersebut belum cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran. Yang termasuk industri menengah adalah Industri Rotan Sortir, Industri Kayu Gergajian, Pengolahan Ikan, Pakan Ikan dan Ternak, Briket Batubara, Ban dan Vulkanisir, Udang Beku, Serat Pisang Abaca, Remiling Karet dan Pabrik Busa, Crumb Rubber serta Industri Penyamakan dan Pengawetan Kulit Reptil.


Industri besar telah mulai bermunculan di Kabupaten Kutai. Akan tetapi industri besar yang ada sebagian besar bergerak dalam bidang eksplorasi hutan dan tambang. Selama ini industri yang berorientasi pada pengolahan dari bahan dasar menjadi bahan jadi baru dilakukan oleh Industri Perkayuan, Plywood, Moulding dan lain-lain.


Maka penanaman investasi yang berbasis proses pengolahan dari bahan dasar menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi sangat memiliki prospek cerah. Yang termasuk industri besar adalah : Industri Perkapalan, Kayu lapis, Peralatan Pertanian, Minyak Goreng Sawit, Pulp dan Kertas, Polyester dan Batubara serta Suku Cadang dan Komponen Industri Dari Logam.

Sektor Pertambangan & Energi
Potensi dan Peluang investasi sektor pertambangan dititikberatkan pada Batubara, Emas, Pasir Kuarsa dan Batu Kapur. Batubara pemasaran sebagian diekspor. Komoditi ini telah banyak diusahakan oleh para investor, akan tetapi jumlah investor yang beroperasi belum bisa mengeksploitasi seluruh areal cadangan batubara yang ada.


Emas merupakan komoditas andalan yang cukup cerah di pasaran domestik maupun internasional. Kabupaten Kutai memiliki cadangan emas di Kecamatan Tabang cukup potensial untuk dieksploitasi. Hingga kini belum ada investor yang mengelola areal bahan galian tersebut.


Pasir Kuarsa merupakan bahan dasar pembuatan berbagai jenis kaca. Sebaran pasir kuarsa cukup potensial sepanjang pesisir pantai antara lain di Kecamatan Muara Badak dan Samboja, hanya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Hingga kini belum ada investor yang menanamkan investasinya dalam bidang industri.


Batu Gunung, bahan ini dijadikan sebagai agregat pengeras jalan dan bahan bangunan. Khusus untuk agregat, Kaltim termasuk Kutai masih mendatangkan agregat dari luar Kaltim. Hingga kini belum ada investor yang menanamkan modalnya pada komoditas pemecah batu gunung menjadi agregat atau industri lain seperti kapur untuk pertanian.

Sektor Jasa
Dampak dari berkembangnya beberapa peluang investasi pada sektor yang diminati memberikan implikasi pengembangan produk-produk sektor lain seperti perdagangan dan sektor jasa.


Sehubungan dengan itu pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga menawarkan kepada para investor untuk berinvestasi di sektor ini, dimana Pemerintah Daerah berencana membangun beberapa sektor jasa pendukung seperti: pembangunan pasar (pusat perbelanjaan), hotel berbintang, lapangan golf, restoran, cottage, bandara udara, pelabuhan kapal, dan lain-lain.

Sektor Pariwisata
Potensi dan peluang investasi di sektor pariwisata dititikberatkan untuk segera mewujudkan wisata perkotaan dan wisata pedesaan. Dalam kaitan tersebut pemerintah daerah akan membangun berbagai fasilitas yang bisa mendorong arus investasi dan para wisatawan yaitu dengan penataan Pulau Kumala Tenggarong sebagai tempat objek wisata andalan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai perpaduan wisata tradisional yang alamaiah dengan teknologi modern.
Adapun objek-objek wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain objek wisata Pulau Kumala, Planetarium, dan Kawasan Wisata Bukit Bangkirai.


Dalam kaitan tersebut, pemerintah daerah akan membangun berbagai fasilitas yang bisa mendorong arus investasi dan para wisatawan ke kota tersebut. Adapun beberapa obyek yang akan dan telah dibangun antara lain:


Pertama, pelestarian Kebudayaan Kutai dengan membangun kembali Keraton Lama dan mengembalikan fungsi Sultan Kutai secara simbolis seperti di Keraton Yogyakarta dan Solo.
Kedua, pembangunan Kota Tenggarong di antaranya Taman Jembatan Mahakam II, Jam Bentong dan Taman Sejuta Bunga.


Ketiga, pengembangan Pulau Tenggarong dengan membuat Jalan Lingkar Seputar Pulau Tenggarong dan membuat Rumah Adat Lamin, Kutai, Bugis, Banjar, dll. Juga membuat Kolam Pemancingan Ikan, Sky Lift (Kereta Gantung dari Pulau Tenggarong ke Tenggarong), Perahu Naga (dari Pelabuhan Musium ke Pulau Tenggarong) dan Area Jet Ski seputar Pulau Tenggarong.


Keempat, pengembangan Tenggarong Seberang berupa pengembangan Kota Tepi Sungai (Water Front City), diorama Jembatan Mahakam II, pengembangan Lokasi Taman Erau dan Convention Hall.


Kelima, pengembangan Taman Rekreasi Lembu Swana dengan membangun Aquarium Pesut dan segala kelengkapannya, Taman Anggrek, Museum (Kayu, Geologi, Zoologi, Flora dll), Hutan Rekreasi, Perkampungan rumah adat, Station Transit Sky Lift dan lingkungan industri yang menunjang pariwisata


Keenam, pengembangan Agro Wisata Loa Duri, antara lain dengan penanaman buah-buahan langka (Laboratorium alam buah-buahan), tempat pemancingan ikan, pemanfaatan air terjun, penyediaan sarana rekreasi air, penanaman pohon jati emas dan untas jalan dengan jalan kaki.


Ketujuh, Taman Budaya Pondok Labu antara lain dengan merehabilitasi Rumah Adat Lamin Suku Dayak Benuaq, pembuatan lapangan untuk atraksi seni budaya, pemukiman dan pembinaan perkampungan suku Dayak Benuaq dan pembinaan dan pengembangan tenun uiap doyo.


Kedelapan, pengembangan obyek wisata sungai dan danau antara lain dengan peningkatan sarana dan prasarana wisata sungai, obyek wisata Danau Semayang, Danau Jempang, dan Danau Melintang.


Singkatnya, peluang investasi sektor pariwisata adalah di bidang usaha perhotelan, usaha restoran, jasa biro perjalanan wisata, penanaman investasi pada obyek andalan, sky lift, Pulau Tenggarong, Aquarium Pesut, dan kolam pemancingan ikan. (Selengkapnya Baca: Kukar, Primadona Bagi Wisatawan.  ►mti


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)