A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
     ► Kaltim
     ► Kukar
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 18052006  
   
  ► e-ti/esero  
  Majalah Tokoh Indonesia 29

Syaukani HR Seteguh Batu Karang

TOKOH UTAMA: Syaukani Hasan Rais: Berkapasitas Kepemimpinan Nasional = Profesor Pertama dari PTS Bumi Etam = Dilahirkan Sebagai Pemimpin = Pemimpin Seteguh Batu KarangWAWANCARA: Daerah Kuat, NKRI KukuhDEPTHNEWS: Keagungan Kutai KartanegaraPERSPEKTIF: Gerbang Dayaku Menuju Kutai Emas = Kutai Kartanegara ‘Emas’ Bagi InvestorPARIWISATA: Kukar, Surga Bagi WisatawanBUDAYA: Kekayaan Budaya Dayak dan Kutai = Kesultanan Kutai KartanegaraPENDIDIKAN: Unikarta Lahirkan ProfesorLEGISLATIF: Bachtiar Effendi: Mengubah Budaya ‘Penonton’ = DPRD Kutai Kartanegara = Profil Anggota DPRD Kukar 04-09IN HEADNEWS: APBD Kukar 2006 Rp 3,795 TriliunKAPUR SIRIH: Bobot KepemimpinanBERITA: Deklarasi Sempekat Keroan Kutai = Peringatan Maulid Nabi di Kukar 
 
     
 
MAJALAH TI - 29

 

PENDIDIKAN

Unikarta Lahirkan Profesor

 

Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) setelah lebih dari 20 tahun berdiri, kini boleh berbangga telah melahirkan dan memiliki seorang guru besar, yang tak lain adalah rektornya sendiri yang juga menjabat Bupati Kutai Kartanegara. Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah pula berencana membangun kampus baru Unikarta di area lahan seluas 75 hektare di Tenggarong Seberang.
 

Di atas lahan 48 hektare dari 75 hektare itu akan dibangun gedung perkuliahan, gedung rektorat, dekanat, ge-dung pascasarjana, gedung perpusta-kaan, gedung lembaga penelitian, dan gedung asrama mahasiswa.


Menurut Rektor Unikarta Prof Dr H Syaukani HR, kampus yang akan dibangun itu juga akan dilengkapi sarana penunjang kegiatan belajar-mengajar, berupa laboratorium batu bara, gedung pameran, serta kolam dan hutan IPTEK. Juga fasilitas umum yang mencakup student centre, kantor pos, koperasi mahasiswa, bank bursa tanaman, serta area jogging dan hiking.


Kala baru didirikan, 26 Mei 1984, atas prakarsa Syaukani bersama Bupati Kutai kala itu, boleh dibilang memulai dari nol, dengan modal sangat terbatas. Kampus Unikarta ketika itu hanya memiliki tujuh ruang kuliah yang masing-masing berdaya tampung 50 orang ditambah tiga ruang rektorat dengan daya tampung total 120 orang.


Namun, dengan semangat kuat dan teguh bak batu karang, infrastruktur fisik kampus ini dibangun dengan kemandirian. Sehingga, kini ruang kuliah sudah lebih dari 25 ruang dengan fasilitas pendukung yang lebih lengkap. Seperti laboratoriun yang sebelumnya hanya dua ruang (laboratorium pertanian), kini bertambah lengkap dengan tambahan laboratorium bahasa Inggris dan laboratorium komputer.


Pertambahan infrastruktur ini sekaligus mengindikasikan betapa pesatnya perkembangan penyelenggaraan pendidikan di universitas ini. Ketua Yayasan Kutai Kartanegara, Dr Teguh Budiharso, M.Ed, kepada Tokoh Indonesia mengatakan jumlah fakultas yang sebelumnya hanya dua, kini telah berkembang menjadi enam fakultas dan satu pasca sarjana.

 

Keenam fakultas dimaksud yakni, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Sospol, Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, dan Fakultas Hukum.

 

Sedangkan S2-nya adalah Program Administrasi Publik. Fakultas yang akreditasinya paling bagus adalah Fakultas Ekonomi dan Sospol yakni akreditasi ‘B’. Sehingga Sospol punya kewenangan atau kelayakan untuk membuka S2.


Dari tujuh fakultas itu, yang paling banyak diminati calon mahasiswa adalah Fakultas Ekonomi yakni rata-rata 2.000 pelamar setiap tahunnya. Sementara kursi yang tersedia hanya 200-300 melalui tiga jalur: reguler kelas pagi, reguler kelas sore, dan kelas khusus.


Unikarta yang kini memiliki kira-kira 6.000 mahasiswa semuanya mendapat beasiswa dari Pemda Kabupaten Kutai Kartanegara. Mereka memperoleh biaya kuliah Rp.600.000 per smester atau Rp.1.200.000 per tahun. Tidak dibedakan siapa mahasiswanya. Total jumlah beasiswa yang ditanggung Pemda Kukar sekitar 5-6 milyar per tahun. Selain itu, Pemda juga memberikan biaya operasional yayasan.


Dari mahasiswa tetap ditarik biaya SKS atau biaya ujian. Satu SKS-nya bervariasi, ada yang Rp25.000 sampai Rp.40.000, tergantung angkatan dan jenis ujiannya. Tapi kalau dikalkulasi total, dalam satu semester itu masih relatif lebih rendah dibanding yang diberikan oleh Pemda.

Kualifikasi Dosen
Perkembangan yang sama terjadi pada program dan penyediaan tenaga pengajar. Saat ini, Unikarta didukung 160 dosen. Menurut Dr Teguh Budiharso, M.Ed, dosen yang mengajar di Unikarta ada 3 kategori yakni, dosen PNS yang ditugaskan oleh Pemda berkisar 40%, dosen dari Kopertis wilayah III Kalimantan 4%, dan dosen yang diangkat yayasan sendiri sekitar 56%. Di samping itu, ada juga tenaga honor yang statusnya digaji oleh Pemda tapi ditugaskan di sini, mereka bisa di administrasi atau di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM).


Sebagian besar dosen adalah alumni Unikarta yang melanjutkan S-2 dan S-3 ke sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka, seperti Universitas Gadjah Madah Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Brawijaya Malang. Dosen setiap fakultas rata-rata 60-70% sudah S2. Kondisi ini yang memungkinkan Unikarta, sejak 2001, melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, telah membuka program pasca sarjana dengan program studi Magister Administrasi Publik.


Saat ini tercatat dua dosen yang telah menamatkan program doktor di Institut Teknologi Bandung, satu orang di Universitas Gadjah Mada, dan dua kandidat doktor ekonomi di Universitas Brawijaya. Tahun ini Unikarta mengirim 4 orang dosennya untuk mengambil program S3. Dana Pendidikan untuk dosen berasal dari bantuan pemerintah kabupaten, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kopertis, atau pihak swasta, seperti Total Fina Elf.


Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran pembelajaran, telah banyak upaya yang dilakukan. Di antaranya, pada 1986, Unikarta menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman. Dengan kerja sama ini, Unikarta bisa mendapatkan bantuan tenaga pengajar senior atau guru besar dari Universitas Mulawarman.


Kerja sama yang serupa juga dijalin Unikarta dengan dua perguruan tinggi swasta di Kalimantan Timur, yakni Universitas 17 Agustus dan Universitas Widya Gama yang keduanya berlokasi di Samarinda. Lalu pada 2003, kerja sama seperti ini juga dijalin dengan Universitas Balikpapan.


Sejumlah dosen UGM, seperti Riswandha Imawan, secara berkala datang untuk membimbing para pengajar. Profesor Moebyarto juga pernah terlibat di Unikarta. Bahkan secara tidak langsung pemikirannya juga sedikit banyak tertuang dalam konsep Gerbang Dayaku. ►mti


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)