| MAJALAH TI - 29 |
|
|
 |
KAPUR SIRIH
Bobot Kepemimpinan Siapakah yang layak disebut tokoh
Indonesia dan apa kriterianya? Pertanyaan ini sering kami terima dari
berbagai kalangan. Termasuk pertanyaan klise dari para tokoh: “Apakah
saya sudah layak disebut tokoh Indonesia?” Jawaban kami sederhana: Tokoh
Indonesia itu ialah semua pemimpin formal dan informal Indonesia tanpa
pembatasan tingkatan. Sebab seorang kolonel bisa mengukir prestasi yang
oleh seorang jenderal belum tentu bisa (pernah) melakukannya.
Maka, seandainya pun misalnya dilakukan pembatasan, pasti tidak dilihat
dari tinggi rendahnya jabatan, melainkan lebih kepada bobot kepemimpinan
atau keahliannya yang dilihat dari berbagai aspek: visi, wawasan,
kreatifitas, prestasi, keberhasilan, kemampuan menghadapi tantangan dan
lain-lain.
Berkaitan dengan itu, berdasarkan pengalaman kami, seorang pejabat,
profesional, manajer atau pengusaha yang tidak punya bobot kepemimpinan
atau keahlian, cenderung tidak punya nyali untuk kami wawancara. Apalagi
jika seseorang pejabat atau manejer itu hanya berkemampuan mengikuti
prosedur standar operasi yang sudah baku dalam bidangnya, dia akan
cenderung berlindung di balik prosedur itu.
Sebagai gambaran, ada seorang Dirjen yang membalas surat kami menyatakan
belum pantas disebut tokoh dengan tembusan surat kepada menterinya. Bagi
kami, Sang Dirjen, itu justru sedang menunjukkan siapa dirinya. Pasti
dia bukan Dirjen yang berbobot! (Terutama terlihat dari tembusan
suratnya itu, lho!) Padahal, menurut hemat kami, profil semua pejabat
publik dalam semua tingkatan, wajib dikenal publik. Halmana sarananya,
secara khusus kami sediakan di majalah ini terutama di website
TokohIndonesia DotCom.
Sehingga publik tahu sejauh mana bobot kepemimpinan (dalam arti luas)
seseorang itu. Dan manakala ditanya, siapa dan pemimpin seperti apakah
yang dibutuhkan saat ini, publik bisa mengapresiasinya dengan baik,
sekaligus menentukan pilihan.
Berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan hal itu, kali ini,
untuk pertama kali, kami menampilkan profil seorang bupati. Prof Dr H
Syaukani HR, SE, MM, Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Setelah
mewawancarai dan meninjau daerahnya dalam beberapa hari, kami
mengapresiasinya sebagai seorang bupati yang berkapasitas dan berwawasan
kepemimpinan tingkat nasional.
Kepemimpinannya jauh melampaui tantangan tugasnya sebagai bupati. Dia
bupati yang punya visi besar, jelas dan berani serta mampu
mengimplementasikannya, yang oleh seorang gubernur, menteri bahkan
presiden, belum tentu memiliki kemampuan melakukannya. Dia pemimpin
berkarakter seteguh batu karang, berpengabdian laksana lilin dan
memiliki integritas bak lebah.
Kami melihat, sosok pemimpin nasional seperti dia sangat dibutuhkan,
terutama pada masa ‘gonjang-ganjing’ belakangan ini. Pemimpin yang mampu
merumuskan realita multidimensi bangsanya secara akurat, serta memilih
dan mengartikulasikan visi dan misi yang mampu menjawab penderitaan dan
harapan rakyat. Berani membuka telinga dan mata hati, berani bertindak,
tanpa ragu-ragu, kendati menghadapi perlawanan. Karena dia yakin apa
yang dilakukannya memang untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.
Redaksi ►mti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|