| MAJALAH TI - 29 |
|
|
 |
BERITA (01)
Deklarasi Sempekat Keroan Kutai Sempekat Pore
(Musyawarah Besar) tokoh masyarakat Kutai mendeklarasikan berdirinya
organisasi Sempekat Keroan Kutai (SK2). Sempekat Pore itu berlangsung
Sabtu 15 April 2006 di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM), Tenggarong
Seberang.
Deklarasi itu dilanjutkan pengukuhan Kerapatan Pore (Pengurus Besar)
SK2 periode 2006-2010 yang ditandai dengan upacara pemberian Tepong
Tawar oleh Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H Adji Mohd
Salehoeddin II sebagai restu dalam menjalankan roda organisasi ini.
Ir H Awang Yacoub Luthman MM, Dirut PDAM Tirta Mahakam, dipercaya
sebagai Ketua Kerapatan Pore SK2. Dia dibantu delapan Wakil Ketua yang
membawahi bidang masing-masing, yakni: Edy Mulawarman (Sosial Politik),
Erwinsyah (Peningkatan SDM), Aw Muhammad Rifani (Litbang dan
Organisasi), Said Fathullah (Humas & Antar Lembaga), dan Hamsi
(Pelestarian Seni Budaya), Tauhid (Pemberdayaan Ekonomi), Syahriansyah
(Hukum & HAM), Anita Rusdiana (Pemberdayaan Perempuan), Fahmi (Pemuda &
Olahraga), dan Jurniansyah (Pendanaan & Investasi). Sementara posisi
Sekretaris dan Bendahara dipercayakan kepada Sabran dan Aji Ari Junaidi.
Ketua Kerapatan Pore SK2 H Awang Yacoub Luthman, mengatakan berdirinya
organisasi masyarakat adat Kutai ini dimaksudkan untuk mempertahankan
eksistensi budaya masyarakat adat Kutai sebagai bagian kekayaan budaya
nasional. Juga untuk menghimpun dan mengembangkan segenap potensi
masyarakat adat Kutai bagi peningkatan kesejahteraan bersama.
Kepengurusan Sempekat Keroan Kutai terdiri dari 4 tingkatan yakni mulai
Kerapatan Pore (Tingkat Nasional), Kerapatan Wilayah (Tingkat Provinsi),
Kerapatan Daerah (Tingkat Kabupaten/Kota) dan Kerapatan Benua (Tingkat
Kecamatan).
Acara Deklarasi dan Sempekat Pore Masyarakat Adat Kutai itu dihadiri
para pejabat Muspida Kukar, serta ratusan masyakarat Kutai dari berbagai
elemen yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar, serta Kabupaten/Kota
di Kaltim.
Bupati Kukar Prof Dr H Syaukani HR MM dalam sambutannya ketika membuka
kegiatan Sempakat Pore Masyarakat Adat Kutai menyatakan, Pemkab Kukar
menyambut positif deklarasi Sempekat Keroan Kutai. Apalagi, kata
Syaukani, telah dinyatakan dalam deklarasi bahwa warga Kutai berjanji
untuk mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 serta mengutamakan persatuan
dan kesatuan bangsa. “Hal ini berarti kita tidak akan membeda-bedakan
suku, agama, ras dan golongan,” ujarnya.
Menurut Syaukani, keberadaan suku, agama, ras dan golongan yang beraneka
ragam sudah merupakan suratan takdir. “Orang Kutai harus hebat di
daerahnya sendiri. Sama halnya seperti orang Jawa di daerah ini, silakan
kembangkan kebudayaannya, begitu pula Dayak, Bugis, Madura dan lain
sebagainya,” tandas Syaukani.
Bupati Kukar menyatakan rasa syukurnya, karena semua suku yang ada di
Kukar dapat hidup berdampingan dengan baik, tanpa adanya gesekan satu
sama lain. “Ini harus selalu kita jaga dan pertahankan,” pesannya. ►mti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|