A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
     ► Kaltim
     ► Kukar
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 18052006  
   
  ► e-ti/esero  
  Majalah Tokoh Indonesia 29

Syaukani HR Seteguh Batu Karang

TOKOH UTAMA: Syaukani Hasan Rais: Berkapasitas Kepemimpinan Nasional = Profesor Pertama dari PTS Bumi Etam = Dilahirkan Sebagai Pemimpin = Pemimpin Seteguh Batu KarangWAWANCARA: Daerah Kuat, NKRI KukuhDEPTHNEWS: Keagungan Kutai KartanegaraPERSPEKTIF: Gerbang Dayaku Menuju Kutai Emas = Kutai Kartanegara ‘Emas’ Bagi InvestorPARIWISATA: Kukar, Surga Bagi WisatawanBUDAYA: Kekayaan Budaya Dayak dan Kutai = Kesultanan Kutai KartanegaraPENDIDIKAN: Unikarta Lahirkan ProfesorLEGISLATIF: Bachtiar Effendi: Mengubah Budaya ‘Penonton’ = DPRD Kutai Kartanegara = Profil Anggota DPRD Kukar 04-09IN HEADNEWS: APBD Kukar 2006 Rp 3,795 TriliunKAPUR SIRIH: Bobot KepemimpinanBERITA: Deklarasi Sempekat Keroan Kutai = Peringatan Maulid Nabi di Kukar 
 
 
     
 
MAJALAH TI - 29

 

BERITA (01)

Deklarasi Sempekat Keroan Kutai

 

Sempekat Pore (Musyawarah Besar) tokoh masyarakat Kutai mendeklarasikan berdirinya organisasi Sempekat Keroan Kutai (SK2). Sempekat Pore itu berlangsung Sabtu 15 April 2006 di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang.

 

Deklarasi itu dilanjutkan pengukuhan Kerapatan Pore (Pengurus Besar) SK2 periode 2006-2010 yang ditandai dengan upacara pemberian Tepong Tawar oleh Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H Adji Mohd Salehoeddin II sebagai restu dalam menjalankan roda organisasi ini.


Ir H Awang Yacoub Luthman MM, Dirut PDAM Tirta Mahakam, dipercaya sebagai Ketua Kerapatan Pore SK2. Dia dibantu delapan Wakil Ketua yang membawahi bidang masing-masing, yakni: Edy Mulawarman (Sosial Politik), Erwinsyah (Peningkatan SDM), Aw Muhammad Rifani (Litbang dan Organisasi), Said Fathullah (Humas & Antar Lembaga), dan Hamsi (Pelestarian Seni Budaya), Tauhid (Pemberdayaan Ekonomi), Syahriansyah (Hukum & HAM), Anita Rusdiana (Pemberdayaan Perempuan), Fahmi (Pemuda & Olahraga), dan Jurniansyah (Pendanaan & Investasi). Sementara posisi Sekretaris dan Bendahara dipercayakan kepada Sabran dan Aji Ari Junaidi.


Ketua Kerapatan Pore SK2 H Awang Yacoub Luthman, mengatakan berdirinya organisasi masyarakat adat Kutai ini dimaksudkan untuk mempertahankan eksistensi budaya masyarakat adat Kutai sebagai bagian kekayaan budaya nasional. Juga untuk menghimpun dan mengembangkan segenap potensi masyarakat adat Kutai bagi peningkatan kesejahteraan bersama.


Kepengurusan Sempekat Keroan Kutai terdiri dari 4 tingkatan yakni mulai Kerapatan Pore (Tingkat Nasional), Kerapatan Wilayah (Tingkat Provinsi), Kerapatan Daerah (Tingkat Kabupaten/Kota) dan Kerapatan Benua (Tingkat Kecamatan).
Acara Deklarasi dan Sempekat Pore Masyarakat Adat Kutai itu dihadiri para pejabat Muspida Kukar, serta ratusan masyakarat Kutai dari berbagai elemen yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar, serta Kabupaten/Kota di Kaltim.


Bupati Kukar Prof Dr H Syaukani HR MM dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Sempakat Pore Masyarakat Adat Kutai menyatakan, Pemkab Kukar menyambut positif deklarasi Sempekat Keroan Kutai. Apalagi, kata Syaukani, telah dinyatakan dalam deklarasi bahwa warga Kutai berjanji untuk mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. “Hal ini berarti kita tidak akan membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan,” ujarnya.


Menurut Syaukani, keberadaan suku, agama, ras dan golongan yang beraneka ragam sudah merupakan suratan takdir. “Orang Kutai harus hebat di daerahnya sendiri. Sama halnya seperti orang Jawa di daerah ini, silakan kembangkan kebudayaannya, begitu pula Dayak, Bugis, Madura dan lain sebagainya,” tandas Syaukani.


Bupati Kukar menyatakan rasa syukurnya, karena semua suku yang ada di Kukar dapat hidup berdampingan dengan baik, tanpa adanya gesekan satu sama lain. “Ini harus selalu kita jaga dan pertahankan,” pesannya. ►mti


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)