| |
C © updated 29012008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/humas kota
solok |
|
| |
Nama:
Drs H Syamsu Rahim
Lahir:
S
Agama:
Islam
Pendidikan:
- S1
Jabatan:
Walikota Solok
Alamat Kantor:
Jln. Lubuk Sikarah No.89, Solok 27314
TELP : (0755) 20084
FAX : (0755) 20316
|
|
| |
|
|
|
|
| SYAMSU RAHIM HOME |
|
|
 |
Syamsu Rahim
Pelopori Etika Pemerintahan Walikota Solok Drs H Syamsu Rahim
memelopori penerapan dan
pelaksanaan etika penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Peraih penghargaan
Adipura, Widyakrama dan
Leadershippark Award 2007, itu berupaya membenahi etika
aparaturnya untuk mengaselerasi pembangunan dan meningkatkan pelayanan
publik di daerahnya.
Menurut Syamsu Rahim, tindak korupsi dalam birokrasi bisa terjadi karena nilai-nilai etika
tidak lagi dipakai. Nilai-nilai yang bersifat preventif itu sengaja
dilanggar, sehingga pelaku korupsi tidak merasa malu bertindak seperti
itu.
"Kondisi ini, bertolak belakangan dengan khasanah budaya ketimuran
dan falsafah Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang
menjadi pandangan hidup bangsa dan daerah ini," jelas
Wali Kota Solok Syamsu Rahim didampingi Sekko Solok Masrial Mamar,
Asisten I Setko Solok Suhatmi Tole, Kabag Humas Budjang Muhammad, staf
dan jajaran, dalam jumpa pers tentang HUT
Kota Solok ke-37, evaluasi pelaksanaan pembangunan akhir tahun 2007 dan
persiapan 2008, di Gedung Lubuk Nan Tigo, awal Januari 2008.
Untuk itu Pemko Solok akan memberlakukan Perda Etika Penyelenggaraan Pemerintahan. Menurut
Walikota Solok, etika ini hanya
mendorong agar aturan yang sudah ada benar-benar bisa diimplementasikan.
Atau, bagaimana instansi/institusi bisa melaksanakan kode etik
masing-masing.
Dia berharap dengan adanya etika penyelenggaraan pemerintahan ini disiplin
akan ditegakkan, PNS malu berbuat salah, DPRD malu tidak berpihak kepada
masyarakat yang diwakilinya, Wako/DPRD malu untuk meminta-minta kepada
pemborong dan lainnya. "Aparatur itu, kan, orang-orang terdidik, pilihan
dengan status sosial yang cukup baik di tengah-tengah masyarakat," jelas
Syamsu.
Syamsu berhasil memimpin daerahnya dalam meningkatkan daya saing daerah.
Dia juga
dinilai berhasil dalam menjalankan kewenangan di bidang pendidikan,
kesehatan, penanggulangan kemiskinan, tata laksana pemerintahan daerah
yang mengacu good local governance. Dia juga dinilai mampu meningkatkan
profesionalisme aparatur daerah yang berdampak positif bagi kepentingan
bangsa.
Atas keberhasilan itu, Leadership Park Institute Jakarta
menganugerahkan penghargaan Leadership
Award 2007 kepada Walikota Solok Syamsu Rahim, bersama 11 walikota dan
bupati lainnya. Penghargaan itu diserahkan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) Taufiq Effendi, di Auditorium TVRI Nasional di Jakarta, Sabtu (22/12/2007).
Syamsu bersama 11 walikota dan bupati itu dinilai berkemampuan: (1) meningkatkan daya saing, (2) menjalankan
kewenangan wajib antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan,
penanggulangan kemiskinan (3) menjalankan tata laksana
pemerintahan daerah mengacu pada good corporate local governance, dan
(4) meningkatkan profesionalisme aparatur daerah, dan (5) memiliki
kebijakan yang berdampak positif bagi kepentingan bangsa.
Keduabelas (12) Walikota dan Bupati dari
seluruh Indonesia yang menerima penghargaan karena kinerjanya dalam
pembangunan yang menonjol itu adalah, Syamsu Rahim (Walikota Solok-Sumatera Barat), Ir.
Eddy Santana Putera, MM (Walikota Palembang-Sumatera Selatan), Ir. H.
Ilham Arif Sirajuddin (Walikota Makassar-Sulawesi Selatan), Ir. Joko
Widodo (Walikota Surakarta), Hery Zudianto (Walikota Yogyakarta), Drs.
Warman Suwandi, MM (Bupati Kaur-Bengkulu), Yusak Yaluwo, SH, M.Si (Bupati
Bouven Digoel-Papua), H. Andi Rudiyanto Asapa, SH (Bupati
Sinjai-Sulawesi Selatan), Drs. Dedi Supardi, MM (Bupati Cirebon-Jawa
Barat), H. Irianto MS Syaifuddin (Bupati Indramayu-Jawa Barat), H. Hasan
Basri Agus (Bupati Sarolangun-Jambi) dan Ir. H. Amran Nur (Walikota
Sawahlunto-Sumatera Barat).
Syamsu Rahim seusai menerima penghargaan itu menyatakan rasa haru dan syukurnya.
Menurutnya, penghargaan itu diraih
merupakan buah kerja keras bersama aparatur Pemko Solok, DPRD Kota
Solok dan seluruh warga Kota Solok. "Penghargaan ini bukan untuk diri
saya pribadi,” ujar Syamsu Rahim didampingi istrinya Ny.
Erlinda Syamsu Rahim.
Walikota Solok Syamsu Rahim telah membuktikan dan membaktikan
kapasitasnya sebagai seorang pemimpin. Sebagai walikota dia
sering melakukan terobosan strategis sehingga mengharumkan nama Kota
Solok.
Dalam bidang lingkungan hidup, Kota Solok juga telah meraih
Piala Adipura. Piala Adipura merupakan lambang supremasi tertinggi yang
diberikan oleh Pemerintah pusat sebagai penghargaan terhadap prestasi
sebuah daerah yang mampu menjaga kualitas kebersihan lingkungannya.
Walikota Solok Syamsu Rahim mewakili rakyat Solok menerima penghargaan
Adipura tersebut dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Rabu
(6/06/2007). Adipura itu
diarak keliling Kota Solok. Kemudian di Halaman DPRD Kota Solok, Kamis
(7/06/2007), Walikota
Solok menyerahkan kepada Ketua DPRD. Ketua DPRD meneruskan kepada Ninik mamak, Alim ulama, Bundo
Kanduang, KNPI, tokoh masyarakat, dan ke Pasukan Kuning (petugas
kebersihan). Hal ini menggambarkan
bentuk kerjasama dan gotong royong semua pihak untuk mewujudkan Kota
Solok yang bersih dan sehat.
Sebagai wujud pernyataan terimakasih serta agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan
disiplin kerja petugas kebersihan, Pemerintah Kota Solok menyerahkan dana
Rp500.000/orang kepada Pasukan Kuning. Bagi Kota Solok,
penghargaan Adipura tahun ini merupakan Adipura ke 7 sejak tahun 1992.
Walikota Solok pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa Presiden
RI mengajak Kita Putra Indonesia untuk peduli dengan lingkungan,
mengingat semakin tipisnya lapisan ozon akibat pemanasan yang berlebihan
dari pembangunan rumah kaca dan penebangan pohon lindung di beberapa
daerah yang akhirnya berdampak kurangnya persediaan air bumi. "Hal tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pasukan
kuning. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu gemar menanam dan
memelihara pohon," ujar Syamsu.
Berkaitan dengan itu, Syamsu berharap agar seluruh sekolah dan kantor menerapkan dan mensosialisasikan tentang pelestarian penanaman
tanaman dengan moto “tiada hari tanpa menanam”. Sehingga, tegasnya, tidak hanya
tercipta kebersihan namun juga keindahan. "Penganugerahan Adipura
tersebut memotivasi kita semua untuk lebih baik lagi di masa yang akan
datang," kata Syamsu.
Syamsu Rahim menekankan agar segenap lapisan dan komponen Kota Solok secara bersama-sama dapat mempertahankan Adipura dan menjadikan usaha penanaman serta
penghijauan tersebut sebagai kebudayaan.
Sementara itu, Ketua DPRD Burhanis Syarif mengatakan piala yang telah
diraih tersebut merupakan puncak dari upaya keras masyarakat Kota Solok,
petugas kebersihan (pasukan kuning) dan pemerintah kota dalam menjaga
kebersihan lingkungan. Diharapkan kiranya kepedulian masyarakat Kota
Solok terhadap kebersihan bisa lebih ditingkatkan lagi dan Adipura dapat
kita pertahankan.
Selain Kota Solok, 3 daerah lainnya di Sumatera Barat juga memperoleh Adipura
yakni Kota Padang, Padang Panjang dan Payakumbuh.
Selain kebersihan infrastruktur kota, kriteria yang juga menjadi
penilaian adalah kualitas kebersihan gedung perkantoran, sekolah-sekolah,
pasar, terminal dan lainnya. Penilaian tersebut sudah dilaksanakan oleh
tim dari pemerintah pusat sejak awal tahun 2007 ini.
Penghargaan Widyakrama
Walikota Solok Syamsu Rahim juga sangat konsern dalam meningkatkan
pendidikan di daerahnya. Syamsu berpandangan bahwa kesempatan masyarakat
untuk memperoleh pendidikan perlu diperluas dan pelayanan pendidikan
kepada masyarakat perlu ditingkatkan.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan
dicanangkannya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, sejak 2
Mei 1994. Program ini mendapatkan perhatian penuh dari Pemko Solok.
Sehingga pada tahun 2007 Pemerintah Pusat memberikan Penghargaan
Widyakrama kepada Pemerintah Kota Solok.
Penganugerahan Pengharagaan Widyakrama dilakukan langsung oleh
Presiden Republik Indonesia di Halaman Candi Prambanan (Lapangan Taman
Siva) pada rangkaian acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun
2007 sekaligus Refleksi 1 tahun gempa Daerah Istimewa Yogyakarta dan
Jawa Tengah.
Selain kepada Kota Solok, pemerintah juga memberikan Penghargaan
Widyakrama kepada 3 Provinsi (Nagro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan
Jawa Timur) dan
4 Kabupaten (Jembrana, Samosir, Karanganyar, dan Minahasa Selatan) serta
4 Kota lainnya (Cirebon, Lhokseumawe, Langsa, dan Bandar Lampung).
Menurut Syamsu, faktor sumber daya manusia merupakan salah satu modal
dalam berusaha dan keberhasilan usaha sangat tergantung kepada sumber
daya manusia yang tersedia sebagai tenaga kerja yang berkualitas.
Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia di Kota Solok juga
merupakan faktor penentu untuk dapat mengelola sumber daya alam yang ada.
Dari piramida penduduk Kota Solok tahun 2004 terlihat bahwa jumlah
penduduk usia produktif (15 - 60 tahun) yang berjumlah 32.655 jiwa (69%)
dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif . Dari gambaran
ini terlihat bahwa Kota Solok memiliki potensi SDM yang memadai karena
jumlah usia produktif yang ada cukup besar. Penduduk usia produktif
sebagai angkatan kerja merupakan salah satu modal dalam pelaksanaan
pembangunan.
Profil Kota Solok
Kota Solok adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sumatra
Barat.
Secara geografis Kota Solok memiliki letak yang strategis karena berada di
persimpangan jalur lintas Sumatra bagian Tengah dan Kota Solok juga
merupakan pintu gerbang menuju Kota/Kabupaten yang mempunyai akses
ekonomi ke Kota Solok seperti Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota
Sawahlunto, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan
Kabupaten Solok.
Terletak antara 0º32' - 1º45' Lintang
Selatan dan 100º32' - 101º41' Bujur Timur dengan luas daerah sekitar
57,64 Km² atau 5.764 Ha (0,14% dari luas Propinsi Sumatera Barat).
Dibandingkan dengan kota-kota di Propinsi Sumatera Barat, luas Kota
Solok berada diurutan keempat setelah Kota Padang, Kota Sawahlunto dan
Kota Payakumbuh.
Wilayah Kota Solok terdiri dari 2 (dua) kecamatan, yaitu
Kecamatan Lubuk Sikarah seluas 3.500 Ha dengan 7 (tujuh) kelurahan dan
Kecamatan Tanjung Harapan seluas 2.264 Ha dengan 6 (enam) kelurahan.
Batas wilayah sebelah
Utara Kecamatan Nagari Tanjuang Bingkuang, Aripan dan Kuncir Kabupaten
Solok; Sebelah
Selatan Kecamatan Nagari Gaung, Panyakalan, Koto Baru, Selayo Kabupaten
Solok; Sebelah
Barat Kecamatan Nagari Selayo, Koto Sani Kabupaten Solok; Sebelah
Timur Kecamatan Nagari Saok Laweh, Guguk Sarai dan Kecamatan Gaung
Kabupaten Solok. ►TI/marzuka
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|