| |
C © updated 18062007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/mabesad |
|
| |
Nama:
Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
Lahir:
Kebumen, 23 Agustus 1922
Gugur:
Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965
Agama:
Islam
Tanda Penghormatan:
Pahlawan Revolusi
Pendidikan:
- HIS di Semarang
- AMS tahun 1942 di Semarang
- Balai Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.
Karir:
- Pegawai Menengah/III di Kabupaten Purworejo
- Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara)
Purworejo dengan pangkat Kapten (1946)
- Kepala Staf CPMD Yogyakarta (1948-1949)
- Komandan Batalyon I CPM (1950)
- Danyon V CPM (1951)
- Kepala Staf MBPM (1954)
- Pamen diperbantukan SUAD I dengan pangkat Letkol
(1955-1956)
- Asisten ATMIL di London (1956)
- Pendidikan Kursus "C" Seskoad (1960)
- 1961 naik pangkat menjadi Kolonel dan menjabat
sebagai IRKEHAD dan tahun 1964 naik pangkat menjadi
Brigjen
|
|
| |
|
|
|
|
Sutoyo Siswomiharjo (1922-1965)
Gugur Dianiaya G-30-S/PKI
Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo dianugerahi
penghargaan sebagai Pahlawan Revolusi. Mantan IRKEHAD kelahiran Kebumen,
23 Agustus 1922, ini gugur di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965
sebagai korban dalam peristiwa Gerakan 30 September/PKI.
Ayahanda Letjen TNI Agus Widjojo
ini dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Sutoyo Siswomiharjo mengecap pendidikan HIS dan AMS di Semarang.
Kemudian melanjutkan pendidikannya di Balai Pendidikan Pegawai Negeri di
Jakarta. Sebelum menjadi tentara, Sutoyo bertugas sebagai Pegawai
Menengah/III di Kabupaten Purworejo.
Tugas sebagai seorang Militer dimulai saat perjuangan kemerdekaan 1945.
Sutoyo menjabat Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara)
Purworejo dengan pangkat Kapten (1946). Kemudian menjadi Kepala Staf
CPMD Yogyakarta (1948-1949). Pada tahun 1950 Mayor Sutoyo menjabat
sebagai Komandan Batalyon I CPM dan tahun 1951 Danyon V CPM.
Lalu pada tahun 1954 menjabat sebagai Kepala Staf MBPM hingga akhir
tahun 1954. Mulai tahun 1955 sebagai Pamen diperbantukan SUAD I dengan
pangkat Letkol hingga tahun 1956. Sejak tahun ini diangkat menjadi
Asisten ATMIL di London. Setelah kembali di tanah air dan selesai
mengikuti pendidikan Kursus "C" Seskoad tahun 1960. Pada tahun 1961 naik
pangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai IRKEHAD. Pada tahun 1964
dinaikan pangkatnya menjadi Brigjen.
Menjelang pemberontakan G 30 S/PKI yang ternyata menculik dan
membunuhnya, Pak Toyo, panggilan akrabnya, mengalami beberapa hal yang
dirasakan kurang enak seperti udara yang panas walaupun ruang ber AC.
Namun di tengah perasaan kurang enak itu, dia memerintahkan untuk
membuat rencana peringatan Hari ABRI 5 Oktober 1965 secara cermat kepada
ajudannya.
Firasat itu ternyata terbukti tanggal 1 Oktober jam 04.00 Brigjen TNI
Sutoyo diculik dan dibunuh oleh gerombolan G 30 S/PKI. Adapun gerombolan
yang bertugas menculik Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo dipimpin oleh
Serma Surono dari Men Cakrabirawa dengan kekuatan 1 (satu) peleton.
Dengan todongan bayonet, mereka menanyakan kepada pembantu rumah untuk
menyerahkan kunci pintu yang menuju kamar tengah. Setelah pintu dibuka
oleh Brigjen TNI Sutoyo, maka pratu Suyadi dan Praka Sumardi masuk ke
dalam rumah, mereka mengatakan bahwa Brigjen TNI Sutoyo dipanggil oleh
Presiden.
Kedua orang itu membawa Brigjen TNI Sutoyo ke luar rumah sampai pintu
pekarangan diserahkan pada Serda Sudibyo. Dengan diapit oleh Serda
Sudibyo dan Pratu Sumardi, Brigjen TNI Sutoyo berjalan keluar pekarangan
meninggalkan tempat untuk selanjutnya dibawa menuju Lubang Buaya, gugur
dianiaya di luar batas-batas kemanusiaan oleh gerombolan G 30 S/PKI. (Sumber:
Mabesad) ► e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|