| |
C © updated 04042004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/depdiknas |
|
| |
Nama:
Dokter Sutomo
Nama Asli:
Subroto
Lahir:
Desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888
Wafat:
Surabaya, 30 Mei 1938
Pendidikan:
STOVIA tahun 1911
Karir:
= Dokter di Semarang, Tuban, Lubuk Pakam dan Malang
= Wartawan dan memimpin beberapa surat kabar
Organisasi:
= Pendiri dan Ketua Budi Utomo, 20 Mei 1908
= Budi Utomo bergerak di bidang politik 1919
= Pendiri Indonesische Studie Club (ISC) 1924
= ISC berganti nama
menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) 1931
= Pendiri dan Ketua Partai Indonesia Raya (Parindra) yang merupakan
penggabungan Budi Utomo dengan PBI
|
|
| |
|
|
|
|
Dokter Sutomo
Pendiri Budi Utomo
Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto ini lahir di desa Ngepeh, Jawa
Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia
bersama rekan-rekannya, atas saran dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan
Budi Utomo (BU), organisasi modem pertama di Indonesia, pada tanggal 20
Mei 1908, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Kelahiran BU sebagai Perhimpunan nasional Indonesia, dipelopori oleh
para pemuda pelajar STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen)
yaitu Sutomo, Gunawan, Suraji dibantu oleh Suwardi Surjaningrat,
Saleh, Gumbreg, dan lain-lain. Sutomo sendiri diangkat sebagai ketuanya.
Tujuan perkumpulan ini adalah kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis
dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan,
teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan
untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat.
Kemudian kongres peresmian dan pengesahan anggaran dasar BU diadakan di
Yogyakarta 5 Okt 1908. Pengurus pertama terdiri dari: Tirtokusumo (bupati
Karanganyar) sebagai ketua; Wahidin Sudirohusodo (dokter Jawa), wakil
ketua; Dwijosewoyo dan Sosrosugondo (kedua-duanya guru Kweekschool),
penulis; Gondoatmodjo (opsir Legiun Pakualaman), bendahara; Suryodiputro
(jaksa kepala Bondowoso), Gondosubroto (jaksa kepala Surakarta), dan
Tjipto Mangunkusumo (dokter di Demak) sebagai komisaris.
Sutomo setelah lulus dari STOVIA tahun 1911, bertugas sebagai dokter,
mula-mula di Semarang, lalu pindah ke Tuban, pindah lagi ke Lubuk Pakam
(Sumatera Timur) dan akhirnya ke Malang. Saat bertugas di Malang, ia
membasmi wabah pes yang melanda daerah Magetan.
Ia banyak memperoleh pengalaman dari seringnya berpindah tempat tugas.
Antara lain, ia semakin banyak mengetahui kesengsaraan rakyat dan secara
langsung dapat membantu mereka. Sebagai dokter, ia tidak menetapkan
tarif, bahkan adakalanya pasien dibebaskan dari pembayaran.
Kemudian ia memperoleh kesempatan memperdalam pengetahuan di negeri
Belanda pada tahun 1919. Sekembalinya di tanah air, ia melihat kelemahan
yang ada pada Budi Utomo. Waktu itu sudah banyak berdiri partai politik.
Karena itu, ia ikut giat mengusahakan agar Budi Utomo bergerak di bidang
politik dan keanggotaannya terbuka buat seluruh rakyat.
Kemudian pada tahun 1924, ia mendirikan Indonesische Studie Club (ISC)
yang merupakan wadah bagi kaum terpelajar Indonesia. ISC berhasil
mendirikan sekolah tenun, bank kredit, koperasi, dan sebagainya. Pada
tahun 1931 ISC berganti nama menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI).
Di bawah pimpinannya, PBI berkembang pesat.
Sementara itu, tekanan dari Pemerintah Kolonial Belanda terhadap
pergerakan nasional semakin keras. Lalu Januari 1934, dibentuk Komisi
BU-PBI, yang kemudian disetujui oleh kedua pengurus-besarnya pertengahan
1935 untuk berfusi. Kongres peresmian fusi dan juga merupakan kongres
terakhir BU, melahirkan Partai Indonesia Raya atau disingkat PARINDRA,
berlangsung 24-26 Des 1935. Sutomo diangkat menjadi ketua. Parindra
berjuang untuk mencapai Indonesia merdeka.
Selain bergerak di bidang politik dan kedokteran, dr. Sutomo juga aktif
di bidang kewartawanan. Ia bahkan memimpin beberapa buah surat kabar.
Dalam usia 50 tahun, ia meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 30 Mei
1938.
► crs, dari berbagai sumber
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|