| |
C © updated 06012004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/tempo |
|
| |
Nama:
Ir Sutjipto
Lahir:
Trenggalek
Agama:
Islam
Jabatan:
Sekretaris Jenderal PDI-P
Wakil Ketua MPR-RI
Keahlian:
Penemu Teknik Fondasi Sarang Laba-laba
Pendidikan:
S1 Insitut Teknologi Surabaya (ITS)
Alamat Rumah
Jl. Denpasar Raya Blok C-III/12 Jakarta Selatan
Telepon (021)5229851 Fax (021)5296387 (K) (021)5 |
|
| |
|
|
|
|
Ir Sutjipto, Sekjen PDI-P
Penemu Fondasi Sarang Laba-laba
Insinyur Sutjipto, penemu teknik fondasi sarang laba-laba, ini lebih
populer sebagai politisi ketimbang bidang konstruksi keahliannya. Nama
pria kelahiran Trenggalek ini mencuat kepermukaan saat terjadinya konflik
dalam tubuh PDI Jawa Timur. Sutjipto memilih mendukung DPP PDI pimpinan
Megawati Soekarnoputri. Pilihan ini mengantarkannya menjabat Sekjen PDI-P
dan Wakil Ketua MPR.
Mantan bendahara DPD PDI Jawa Timur ini menjadi Ketua PDI Jawa Timur
menurut SK 043 yang dikeluarkan Megawati Soekarnoputri, menggantikan
Latief Pudjosakti. Kubu Latief yang ‘berpihak’ pada pemerintah Orde Baru
menolak pengangkatan Sutjipto. Jadilah kepengurusan ganda DPD Jawa Timur.
Sutjipto yang berlatar ''pekerja intelektual'' ini sesungguhnya orang yang
cukup berpengaruh dalam sukses PDI Jawa Timur menambah lima kursi tambahan
pada Pemilu 1992 sebelumnya.
Ia pun memimpin kader dan simpatisian PDI di Jawa Timur melawan campur
tangan pemerintah dalam tbuh PDI. Dia pun memindahkan markas PDI ke kantor
CV Bumi Raya, perusahaan jasa konstruksi miliknya. Sebab kantor lama masih
dikuasai kubu Latief Pudjosakti. Sebuah bentuk perlawanan kepada
pemerintah yang otoriter sekaligus sebagai wujud dukungan kepada
kepemimpinan Megawati yang didukung oleh arus bawah.
Pilihannya membela dan menjunjung demokrasi itu, telah mengantarkan
lulusan Insitut Teknologi Surabaya (ITS) yang kemudian menemukan teknik
fondasi sarang laba-laba, ini menjadi seorang politisi kaliber nasional.
Ahli konstruksi yang temuannya antara lain dipakai di Bandara Hang Nadim,
Batam, ini akhir lebih mengalir bicara politik ketimbang bidang konstruksi
yang juga digelutinya.
Memang, kehidupan politik (berorganisasi) bukan hal baru baginya. Sejak di
SMA tahun 1964, ia sudah aktif di Gerakan Siswa Nasional Indonesia.
Kemudian saat kuliah di ITS, ia aktif di Komisariat Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia,hingga menjabat menjabat wakil sekretariat GMNI Jawa
Timur (1971). Pada tahun 1986, ia pun mulai aktif di PDI. Lalu, dua tahun
kemudian terpilih sebagai bendahara PDI Jawa Timur.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|