Sutiyoso (03)Memberikan sesuatu yang maksimal dan tak mengenal istilah
setengah-setengah, adalah ciri pengabdian Sutiyoso yang hampir 30 tahun
berkarir sebagai prajurit komando. Danrem terbaik (1994) dan mantan
Pangdam Jaya (April 1996), ini mengalami kepuasan tersendiri sebagai
tentara, prajurit komando.
Sutiyoso (05)
Sutiyoso selain menghadapi perilaku warga seiring dengan pancaroba
perubahan iklim sosial politik di tanah air dalam era reformasi, ia
sebagai Gubernur DKI Jakarta juga menghadapi perubahan kepemimpinan lima
pre-siden berbeda. Mulai dari Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Mbak Mega dan
SBY. Sehingga MURI memberi Bang Yos award atas prestasi uniknya itu.
Sutiyoso (07)
Prinsip kepemimpinan bahwa seorang pemimpin harus siap dipimpin, juga
diterapkan kepada staf di bawahnya. Termasuk dalam proses perekrutan
staf.
Sutiyoso (09) Gagasan Sutiyoso menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) berbadan
hukum perseroan terbatas (PT) telah memancing reaksi beragam dari
berbagai pihak, termasuk dari Menteri Kesehatan. Seolah-olah dengan PT
timbul kesan keberpihakan Pemda DKI Jakarta kepada rakyat kecil makin
jauh. WAWANCARA Sutiyoso (11)
Seperti apa pembangunan kota metropolitan Jakarta dalam visi Gubernur
Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos. Benarkah jenderal bintang tiga
ini kurang berpihak kepada wong cilik? Lalu, mengapa dia tega melakukan
penggusuran? Serta, mengapa dia bersikukuh mengubah badan hukum Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi perseroan? Bagaimana keberpihakannya
kepada usaha kecil dan menengah? Lalu, kenapa dia mengizinkan
hypermarket bertumbuh? Selain itu, sesungguhnya bagaimana kerlibatannya
dalam Peristiwa 27 Juli 1996?
|
|
|
|
Sutiyoso (04)Setelah dikaryakan menjadi Gubernur Propinsi DKI Jakarta, memenuhi
perintah atasan dengan harus melepas jenjang karir militer dari jabatan
Pangdam Jaya, Sutiyoso bertekad mengabdikan diri membangun kota
metropolitan Jakarta agar sejajar dengan kota besar dunia lainnya.
Sutiyoso (06)
Sebagai pemimpin sipil, awalnya Sutiyoso merasa berat sekali ketika
harus menerima kritikan dari sana-sini. Sebab selama di ketentaraan, ia
tidak biasa dikritik. Sekali atasan dikritik, itu alamat ditempeleng
langsung, sebuah tradisi di ketentaraan.
Sutiyoso (08)
Menjadi pemimpin, apalagi sebagai gubernur di ibukota, tentu mempunyai
konsekuensi terhadap keluarga. Terutama soal waktu dan perhatian. Juga
bagaimana keluarga, isteri dan anak-anak harus memahami posisinya
sebagai pejabat politis.
Sutiyoso (10)
Bukti pengabdian Sutiyoso kepada jutaan warganya, ia bekerja sebagai
pelayan 24 jam sehari. Selain itu, dia juga terbilang sebagai gubernur
yang berani melaksanakan kebijakan strategis dan penting kendati tidak
populis dan mengundang kontroversi. Sehingga, dia banyak dalam
pemberitaan media massa.
Sutiyoso (10)
Pada tahun 2014, kota Jakarta
akan kolaps macet total akibat pertumbuhan kendaraan tidak sebanding
dengan pertumbuhan jalan. Pada saat itu, siapa saja boleh beli mobil
namun tak bisa keluar rumah, cukup diselimuti saja di garasi. Untuk
mengatasi masalah itu, Gubernur Sutiyoso menggagas suatu pola
transportasi makro. Dia pun memotivasi Rustam Effendi selaku Kepala
Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk membantunya mewujudkan obsesi itu.
Itulah ikhwal awal berprosesnya reformasi total (revolusi) transportasi
di Jakarta |
|