|
Sutiyoso (10)
Pada tahun 2014, kota Jakarta
akan kolaps macet total akibat pertumbuhan kendaraan tidak sebanding
dengan pertumbuhan jalan. Pada saat itu, siapa saja boleh beli mobil
namun tak bisa keluar rumah, cukup diselimuti saja di garasi. Untuk
mengatasi masalah itu, Gubernur Sutiyoso menggagas suatu pola
transportasi makro. Dia pun memotivasi Rustam Effendi selaku Kepala
Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk membantunya mewujudkan obsesi itu.
Itulah ikhwal awal berprosesnya reformasi total (revolusi) transportasi
di Jakarta
WAWANCARA Sutiyoso (11)
Seperti apa pembangunan kota metropolitan Jakarta dalam visi Gubernur
Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos. Benarkah jenderal bintang tiga
ini kurang berpihak kepada wong cilik? Lalu, mengapa dia tega melakukan
penggusuran? Serta, mengapa dia bersikukuh mengubah badan hukum Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi perseroan? Bagaimana keberpihakannya
kepada usaha kecil dan menengah? Lalu, kenapa dia mengizinkan
hypermarket bertumbuh? Selain itu, sesungguhnya bagaimana kerlibatannya
dalam Peristiwa 27 Juli 1996?
Sutiyoso
Sesuai hasil penelitian UNDP, Jakarta terbilang sebagai kota yang
paling berdebu (terpolusi) ketiga di dunia setelah Meksiko dan Bangkok.
Maka Gubernur Sutiyoso pun mencanangkan Program Langit Biru untuk
mengatasi polusi Kota Jakarta yang sudah begitu gawat itu.
Sutiyoso
Kompas 15/6/2005: Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku gelisah dengan
pertambahan jumlah kendaraan bermotor, khususnya kendaraan bermotor roda
dua, yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 2,5 juta unit. Karena itu,
Sutiyoso menyambut baik rencana Kepolisian Daerah Metro Jaya membuat
jalur khusus untuk motor. Untuk itu, Sutiyoso tengah memikirkan jalur
khusus itu di ruas-ruas jalan di Jakarta.
|
|
|
|
Sutiyoso: Untuk Bangun Jalan Tol dan Banjir Kanal
Kompas 15/6/2005: Pembangunan Banjir Kanal Timur sepanjang 23,6
kilometer melewati 13 kelurahan di Jakarta hingga kini belum juga
dimulai. Lambannya pembebasan lahan mengakibatkan proyek yang
dicanangkan Presiden Megawati Soekarnoputri pada bulan Juli 2003 itu
tertunda-tunda. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengancam mencopot jabatan
Wali Kota Jakarta Timur Koesnan A Halim dan Wali Kota Jakarta Utara
Effendy Anas jika dalam waktu yang ditetapkan proyek tersebut belum
selesai.
Sutiyoso
Gubernur DKI Jakarta, ini terpilih sebagai ketua umum Persatuan
Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2004-2008 menggantikan Chairul
Tanjung yang mengundurkan diri. Sutiyoso terpilih secara aklamasi setelah
Dahlan Iskan, satu-satunya pesaing, mengundurkan diri beberepa saat
sebelum pemilihan (voting) pada Munaslub PBSI di Jakarta,Sabtu 17 Juli
2004.
Sutiyoso
Jakarta 1/5/2005: Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos dinobatkan
sebagai gubernur paling kreatif. Dia orang paling kreatif dalam bidang
pemerintahan menurut penilaian Yayasan Pengembangan Kreativitas (YPK).
Selain Bang Yos, 12 tokoh lainnya menerima penghargaan serupa dalam
bidang masing-masing. Penganugerahan penghargaan kreativitas itu
berlansung di Mal Puri Indah, Jakarta, Minggu 1 Mei 2005.
Sutiyoso
Sutiyoso akhirnya terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk masa
jabatan kedua (2002-2007) di tengah kepungan sekitar 5000 massa
penentangnya yang mengurung Gedung DPRD dan Balaikota Jakarta. Ia yang
berpasangan Fauzi Bowo sebagai Wakil Gubernur meraih 47 dari 84 suara
anggota DPRD, atau 55% suara. |
|