| |
C © updated 01072007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ricky-l |
|
| |
Nama:
Sutiyoso
Lahir:
Semarang, 6 Desember 1944
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur DKI Jakarta 1997- |
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Sutiyoso
Visioner, Undip Anugerahkan Doktor HC Bidang Ekonomi
Jakarta 04-08-2007: Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memperoleh gelar
doktor kehormatan (honoris causa/HC) bidang ekonomi dari Universitas
Diponegoro, Semarang, 4 Agustus 2007. Dia dinilai sebagai seorang
pemimpin yang visioner dan memiliki strategi yang jelas dalam membangun
Jakarta. Sutiyoso dinilai berhasil
mengembangkan Jakarta menjadi kota megapolitan dengan tetap memberi
ruang pada sektor riil dan usaha kecil dan menengah (UKM).
Guru Besar Fakultas Ekonomi Undip Prof. Miyasto,
promotor pemberian gelar tersebut, mengatakan relokasi
kegiatan sektor riil yang dilakukan Sutiyoso, dinilai juga memberi
pengaruh besar terhadap tumbuhnya UKM dan perekonomian Jakarta.
Mantan Pangdam Jaya ini dianggap sukses memimpin ibukota selama dua
periode. Keberhasilan Sutiyoso yang paling penting selama menjabat
sebagai orang nomor satu di Ibu Kota Indonesia itu, menurut Miyasto,
karena yang bersangkutan merupakan pemimpin yang visioner dan memiliki
strategi yang jelas dalam membangun Jakarta.
Sebelum menerima gelar
doktor kehormatan (honoris causa/HC) itu, Sutiyoso tampil sebagai
pembicara tunggal dalam seminar "Membangun Jakarta melalui Pemberdayaan
Masyarakat dengan Cara Menggerakkan Sektor Riil", di Gedung Pascasarjana
Undip, Senin 2 Juli 2004. Dalam seminar itu Sutiyoso menyampaikan
bidang-bidang yang selama ini jadi fokus Pemprov DKI, antara lain
infrastruktur dan bidang pemberdayaan UKM serta partisipasi publik.
Dalam memimpin DKI, Sutiyoso mengaku lebih banyak menggunakan tangan
besi. "Jakarta itu kan isinya binatang buas. Jadi gubernurnya harus
lebih buas," katanya berkelakar.
Humas Undip, Adi Nugroho mengatakan seminar ini adalah bagian dari
proses pemberian gelar doktor HC tersebut. Kemudian Sutiyoso membuat
materi yang dipresentasikan di hadapan empat Guru Besar Undip.
Rektor Undip Prof Susilo Wibowo menjelaskan selama ini Undip selektif
memberikan gelar doktor HC kepada tokoh yang dinilai memiliki sumbangan
besar terhadap ilmu pengetahuan. Menurut Rektor Undip disetujui tidaknya
pemberian gelar doktor HC kepada seseorang diputuskan oleh Senat
Universitas atas usul Senat Fakultas. Sutiyoso merupakan orang ke-5 yang
mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Undip. Sebelumnya, Undip
memberikan penghargaan serupa kepada Raja MalaysiaYang Dipertuan Agung
Sri Tuan Ja’far Ibnu, mantan Menlu Ali Alatas, Menteri PU Djoko Kirmanto
dan Gubernur BI Burhanuddin Abdulah.
Sutiyoso yang sebelumnya telah menerima gelar doktor HC dari Pusan
University Korea Selatan di bidang manajemen mengatakan pemberian gelar
doktor HC dari Undip tersebut merupakan penghargaan sekaligus
penghormatan bagi dirinya. Dia orang pertama dari luar Korsel yang
memperoleh gelar doktor honoris causa dari Pusan University. Menurut dia,
megapolitan pada dasarnya menggabungkan beberapa daerah yang berada di
dekat pusat kota sebagai daerah penyangga, yang penekanannya pada
penggabungan tata ruang untuk kemajuan bersama.
Sementara itu, beberapa kalangan memprotes penganugerahan gelar doktor
HC kepada Sutiyoso tersebut. Menanggapi protes tersebut, Sutiyoso
mengatakan, layak-tidaknya seseorang untuk menerima gelar doktor HC itu
ditentukan oleh perguruan tinggi itu sendiri. "Undiplah yang menilai
seseorang itu layak atau tidak memperoleh gelar itu. Undip punya
reputasi untuk melakukannya dan kalau orang tidak setuju, itu hak mereka,"
katanya. utiyoso mengatakan, gelar Doktor HC yang diterimanya merupakan
hasil penilaian matang Undip. Pihak Undip telah melakukan
penelitian-penelitian tanpa sepengetahuan dirinya.
Rektor Undip Prof Susilo Wibowo menanggapi protes tersebut mengatakan
demo yang dilakukan sah-sah saja sebagai wujud perbedaan pendapat yang
wajar dan lazim terjadi pada setiap pengambilan sebuah kebijakan. Namun
Susilo menegaskan adalah haknya universitas menentukan siapa-siapa yang
menurut pola ilmiah memang layak diberi kehormatan. "Kalau dari segi
politis ada yang tidak setuju, tidak urusan saya,” katanya.
Rektor Undip itu menjelaskan, pertimbangan pemberian gelar kepada
Sutiyoso bukan dilandaskan pada kacamata politik, melainkan dari ilmu
yang diterapkan Sutiyoso dalam mengembangkan Kota Jakarta. Undip
memberikan gelar Doktor HC kepada Sutiyoso karena dinilai berhasil
mengembangkan Jakarta menjadi kota megapolitan dengan tetap memberi
ruang pada sektor riil dan usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu,
Gubernur DKI Jakarta itu diangap mampu menjaga stabilitas dan membentuk
iklim yang kondusif di DKI Jakarta. Susilo menegaskan bahwa pihaknya
mendukung segenap langkah Sutiyoso untuk maju terus. ”Permasalahan
kontroversi,sejak pertama beliau menjadi gubernur, itu pun sudah ada. Di
dalam sebuah keputusan di dunia manapun, pasti ada yang setuju dan tidak.
Oleh sebab itu kami menganggap di Undip ini juga bisa terjadi,” jelasnya.
Sutiyoso yang terkenal berani mengambil risiko untuk menyelesaikan
setiap tugas, menambahkan apa yang dilakukan selama ini, termasuk
membangun Jakarta, bukan dalam konteks untuk mendapat gelar penghargaan
namun sudah menjadi sikap hidupnya bahwa setiap melakukan tugas harus
dilakukan dengan sungguh-sungguh. ”Yang jelas, saya akan menjaga gelar
kehormatan yang diberikan Undip dan saya berterima kasih akan hal itu.
Sebagai alumni Undip karena gelar ini, saya akan lakukan apa yang saya
bisa lakukan, sebab dengan ini saya memiliki kedekatan moral dengan
Undip,” katanya. ►e-ti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|