A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 01102007  
   
  ► e-ti/ricky-l  
  Nama:
Sutiyoso
Lahir:
Semarang, 6 Desember 1944
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur DKI Jakarta 1997- 2007
 
     
 
BERITA

 

Sutiyoso

Deklarasikan Kesiapan Jadi Capres


Jakarta 01-10-2007: Sutiyoso (Bang Yos) mendeklarasikan kesiapannya menjadi Calon Presiden (independen) pada Pilpres 2009. Deklarasi itu dilakukan bertepatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2007 dan enam hari menjelang mengakhiri masa tugas 10 tahun sebagai Gubernur DKI Jakarta (7 Oktober 2007).

 

Acara yang berlangsung Senin (1/10/2007) di Ball Room Hotel Four Seasons, Jakarta, itu dihadiri sejumlah tokoh antara lain mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono, Wakil Ketua MPR Moeryati Soedibyo, mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman, politisi PAN A.M. Fatwa, Ketua Umum PNBK Eros Djarot, Ketua Umum PDK Ryaas Rasyid, budayawan Taufik Ismail dan Ridwan Saidi, serta sekitar seribu simpatisan mengenakan kaus putih bertuliskan "Bang Yos Pemimpin Masa Depan".

 

Deklarasi Capres itu dilakukan sebagai respon atas desakan berbagai kalangan selama setahun terakhir ini. Juga didorong pengalaman memimpin Jakarta (1997-2007) untuk melanjutkan pengabdiannya. “Saya merasa terpanggil karena jiwa pengabdian sebagai anak bangsa,” ujar Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Dia juga yang mengaku mengetahui semua masalah yang terjadi di setiap provinsi, termasuk cara-cara untuk mengatasinya.

 

“Saya sebagai Ketua APPSI sering menyerap aspirasi para gubernur dan walikota/bupati yang ingin memiliki otonomi dalam memimpin daerahnya,” ungkap Sutiyoso menjawab pertanyaan wartawan.

 

Menurutnya, otonomi daerah belum dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah. “Bila otonomi daerah benar-benar dijalankan maka pembangunan akan tersebar ke seluruh wilayah di Indonesia dan tidak terpusat di Jakarta sehingga pemerataan pembangunan akan dirasakan semua masyarakat,” tuturnya.

 

Dengan demikian, kata Bang Yos, tingkat urbanisasi ke ibu kota yang mencapai 250 ribu jiwa setiap tahun akan berkurang. “Sudah waktunya daerah diberikan kewenangan untuk mengatur anggarannya sendiri, pemerintah pusat hanya mengawasinya,” tegasnya.

Bang Yos meminta masyarakat Indonesia dan partai politik yang ada untuk menilai kemampuan dan kredibiltasnya sebelum resmi dicalonkan oleh partai politik dalam Pilpres 2009. Dia menyatakan tak akan mendirikan partai baru untuk menyokong pencalonannya. “Saya tidak punya partai tapi saya selalu mengayomi semua partai politik. Dan saya berikan kepada masyarakat Indonesia untuk menilai kemampuan saya, apakah layak untuk maju menjadi Capres tahun 2009,” jelas Bang Yos saat konferensi pers usai acara deklarasi.


"Silakan melihat dan menilai saya selama ini. Apa yang telah saya lakukan dan kemampuan saya. Jika dinilai layak, silakan partai mendekat dan mencalonkan saya. Saya akan mengayomi semua partai yang mendukung saya," kata Sutiyoso.

Lima Misi
Dalam deklarasi politiknya itu, Bang Yos setidaknya mengemukakan lima langkah (misi) yang akan diwujudkannya. Pertama, penghargaan terhadap nilai-nilai lama yang baik dan penyerapan terhadap nilai-nilai baru yang lebih baik. Bang Yos mengatakan, masa lampau merupakan kerja kita semua, masa depan juga harus kita bangun bersama. Untuk itu, kita perlu menghargai nilai-nilai lama yang baik dan menyerap nilai-nilai baru yang lebih baik yang diperlukan untuk kemajuan Indonesia,” jelasnya.
 

Kedua, perumusan nilai-nilai reformasi yang sesuai bagi Indonesia. Menurut Bang Yos, reformasi belum mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. “Kita belum berhasil merumuskan dan menyepakati konsep dasar arah dan tujuan reformasi, kita harus membangun kesepakatan rumusan konsep dasar reformasi yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945,” tegas Bang Yos.

 

Ketiga, menyukseskan otonomi daerah dengan memberi kewenangan dan dana yang cukup sehingga pembangunan dapat dilangsungkan dengan cepat di tiap daerah. “Melindungi masyakat Indonesia dan menyejahterakan rakyat merupakan tujuan utama pembangunan nasional. Kesejahteraan rakyat hanya akan terwujud melalui pembangunan setiap daerah yang melibatkan seluruh lapisan, golongan, dan kalangan masyarakat terutama guru, petani, buruh, nelayan, karyawan, pengusaha kecil dan menengah,” ucapnya.

Keempat, penciptaan rasa aman dengan penguatan sistem pertahanan dan keamanan. Menurutnya, pembangunan memerlukan suasana aman dan tentram baik terhadap gangguan dari dalam maupun dari luar. Oleh sebab itu, diperlukan pembangunan Pertahanan dan Keamanan (Hankam) yang tangguh.

 

Kelima, penciptaan politik bebas aktif, di mana tak ada negara lain yang boleh mendominasi Indonesia di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dia menegaskan, pembangunan nasional memerlukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. “Itu berarti tidak adanya dominasi negara lain baik ekonomi, politik, sosial, dan budaya terhadap Indonesia," katanya.

 

Dorongan Publik

Dalam satu tahun terakhir berbagai kalangan dan publik telah membincangkan harapan agar Sutiyoso mencalonkan diri jadi presiden. Sutiyoso juga mengakui pencalonan dirinya merupakan hasil dorongan dari berbagai pihak. Sejumlah partai dan para purnawirawan TNI juga mendukung pencalonannya. "Semua hadirin yang datang di sini diundang Pak Try Sutrisno. Beliau itu kepala sukunya para purnawirawan TNI," kata Sutiyoso.

 

Try Sutrisno menyatakan, Bang Yos adalah menjadi harapan di tengah keadaan dan situasi yang tidak menentu sekarang ini. ''Deklarasi pada 1 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, mempunyai arti yang penting untuk tegaknya Pancasila,'' katanya.

Bahkan sebelum mendeklarasikan pencalonan dirinya, Sutiyoso bertamu ke kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Megawati didampingi Sekjen PDI-P Pramono Anung. Megawati yang dikonfirnmasi saat berbuka puasa di kediamannya mengatakan pencalonan Sutiyoso sangat baik dalam rangka berdemokrasi.

 

Megawati Soekarnoputri mengakui Sutiyoso memang menyampaikan secara langsung perihal deklarasinya. "Saya jawab, oh, bagus. Silakan. Itu kan demokrasi. Selamat," jelas Mega yang mengenakan baju muslimah berwarna biru muda.

Menurut Megawati, dalam pertemuan singkat tersebut, Sutiyoso juga mengucapkan terima kasih kepada dirinya. "Soalnya, sewaktu dia jadi gubernur DKI, pemerintahan saya dapat bekerja sama dengan baik," ungkap Megawati.

"Bang Yos menawarkan kerja sama politik?" tanya wartawan. "Bukannya saya yang mesti menawarkan kerja sama politik," jawab Mega sambil bercanda. "Tak takut tersaingi?" kejar wartawan. "Kok yang ditanyain begitu. Katanya disuruh berdemokrasi. Kalau demokrasi, ya siapa saja ingin menjadi calon silakan saja," jawab Mega.

Pramono juga mengungkapkan, Megawati mengucapkan selamat kepada Sutiyoso atas pencalonannya itu karena yang dilakukannya merupakan sumbangan bagi penegakan demokrasi di Indonesia.

Menurut Pramono, jika kelak Megawati dan Sutiyoso bisa bersinergi, diharapkanakan menjadi sinergi yang positif. Namun, katanya, jika harus bersaing, semoga menjadi persaingan yang sehat.

Bermental Platinum
Tokoh Indonesia menyebut Sutiyoso sebagai pemimpin dan negarawan bermental platinum. Gubernur DKI Jakarta (1997-2007) yang berlatar militer dengan pangkat Letnan Jenderal (purn), ini disebut sebagai salah seorang putera terbaik bangsa yang memiliki kompetensi, kapasitas dan integritas sebagai pemimpin bangsa. Seorang pemimpin berkepribadian dan berprinsip kuat, berani, tegas, ikhlas dan bijak: Bermental platinum.

 

Peraih penghargaan Pemberdayaan Masyarakat (Social Empowerment Award) 2007, Bapak Pembaharuan Transportasi dan Gelar Doktor HC dari Pusan University Korea Selatan dan Universitas Diponegoro, ini juga memiliki rasa kebangsaan dan tekad pengabdian sebagai seorang negarawan yang pengabdiannya bermuara pada peningkatan harkat dan kesejahteraan rakyat.

 

Hal senada juga dikemukakan Direktur Eksekutif Lead Institut Bima Arya Sugiarto. "Sebagai calon presiden, Sutiyoso muncul dengan citra baru, yaitu pemimpin yang tegas. Citra ini menjadi amat berarti karena muncul di tengah masyarakat yang melihat citra Presiden Yudhoyono sebagai peragu," ujar Arya.

Sementara Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir secara terpisah mengatakan, deklarasi Sutiyoso akan membuat rakyat punya banyak pilihan. Namun, Sutiyoso harus mulai menggalang dukungan dari parpol agar bisa mempunyai kendaraan.

 

Khotibul Umam Wiranu, mantan wakil sekjen DPP PKB yang juga hadir pada acara itu, mengatakan Bang Yos lebih baik mencari dukungan parpol peserta pemilu ketimbang harus mendirikan partai baru yang memerlukan dana besar serta waktu. ''Lebih baik mencari dukungan parpol peserta pemilu. Saya kira banyak yang mau, terutama bagi parpol yang tidak memiliki capres sendiri,'' katanya.

Acara deklarasi diawali pembacaan puisi oleh Ridwan Saidi dan Taufik Ismail yang menyuarakan sebuah harapan di tengah situasi yang tidak menentu saat ini.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang ditemui wartawan di kantor Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations, Jakarta Pusat, mentakan Bang Yos punya hak politik untuk tampil sebagai capres. ►e-ti/crs


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)