| |
C © updated 02052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ricky-l |
|
| |
Nama:
Sutiyoso
Lahir:
Semarang, 6 Desember 1944
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur DKI Jakarta 1997- |
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Sutiyoso
Terpilih Kembali Atas Dukungan PDIP
Sutiyoso akhirnya terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk masa
jabatan kedua (2002-2007) di tengah kepungan sekitar 5000 massa
penentangnya yang mengurung Gedung DPRD dan Balaikota Jakarta. Ia yang
berpasangan Fauzi Bowo sebagai Wakil Gubernur meraih 47 dari 84 suara
anggota DPRD, atau 55% suara.
Sebuah kemenangan yang sudah ia prediksi sebelumnya. Sebagaimana
diungkapkan Sutiyoso, sesaat setelah terpilih kembali. Ia menyatakan,
prediksi itu berdasarkan dukungan dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PPP,
Fraksi Partai Gokar, dan Fraksi PKP, termasuk sebagian yang kemungkinan
membelot.
Maka, dia meminta kepada semua pihak menerima kenyataan ini, termasuk
massa yang sejak pagi berunjuk rasa di depan DPRD dan Balaikota, yang
menolak dirinya kembali memimpin DKI Jakarta. "Mari kita bersatu membangun
Jakarta," katanya kepada wartawan di Balaikota Jakarta.
Dalam pemilihan itu, Sutiyoso-Fauzi Bowo meraih 47 suara, jauh mengungguli
tujuh calon lainnya, Tarmidi Suhardjo-Abidillah Toha 13 suara, Edi Waluyo-Ahmad
Suhaedy 11 suara, Ahmad Heriawan-Igo Ilham 4 suara, Endang Darmawan-Dadang
Hamdani 3 suara, Mahfud Djaelani-Dolly Diapari Siregar 3 suara, Marzuki
Usman-Abdul Halim Asyari 3 suara.
Sutiyoso mengatakan, program utamanya pada periode kedua sebagai Gubernur
DKI Jakarta adalah memberantas KKN, serta melanjutkan program pembangunan
perumahan. Ia juga meminta masyarakat Jakarta untuk selalu kritis, dan
terus memberikan masukan kepadanya selaku Gubernur DKI Jakarta.
Dua hari sebelumnya, sebuah surat kabar terbitan Jakarta menganugerahi
Sutiyoso gelar Gubernur Pembuat Berita Terpopuler Indonesia tahun 2002.
Sutiyoso mendapat piagam berukuran 4,75 x 5,07 meter yang merupakan piagam
terbesar di Indonesia.
Konon, angka 475 melambangkan usia Jakarta dan angka 57 melambangkan usia
Negara Republik Indonesia. Piagam yang terbuat dari kain itu antara lain
bertuliskan "Sutiyoso Gubernur Pembuat Berita Terpopuler Indonesia 2002".
Menurut Loepold pemimpin umum surat kabar itu, penganugerahan gelar kepada
Sutiyoso itu didasari pemberitaan media massa yang tiada henti tentang
Sutiyoso sejak akhir tahun 2001 hingga Juli 2002. "Tiada hari tanpa berita
tentang Sutiyoso," katanya.
Sementara, Jaya Suprana yang juga hadir pada saat itu mengatakan, piagam
yang diterima Sutiyoso itu merupakan piagam terbesar di Indonesia sehingga
akan disimpan di Museum Rekor Indonesia. Pihaknya tidak menilai proses dan
substansi dari piagam itu. Yang dinilai cuma ukurannya yang besar itu.
Sutiyoso kelahiran Semarang, 6 Desember 1944. Lulusan Akademi Militer
Nasional Yogyakarta, 1968 ini memulai karir di Operasi PGRS/Paraku (1969)
kemudian operasi Flamboyan, Timtim (1975), Operasi Aceh Merdeka (1978).
Pada tahun 1993 menjabat sebagai Komandan Korem 062 Suryakencana, Bogor
dan mendapatkan penghargaan sebagai Danrem Terbaik se-Indonesia (1994).
Kemudian karirnya naik menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (Maret 1994). Lalu
menjadi Pangdam Jaya (April 1996). Saat menjabat Pangdam Jaya ia diduga
terlibat peristiwa 27 Juli. Kemudian ia pun terpilih menjadi Gubernur DKI
Jakarta (1997-2002) dan terpilih lagi untuk periode kedua (2002-2007). ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|