| |
C © updated 15062005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ricky-l |
|
| |
Nama:
Sutiyoso
Lahir:
Semarang, 6 Desember 1944
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur DKI Jakarta 1997- |
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Sutiyoso: Untuk Bangun Jalan Tol dan Banjir Kanal
Ancam Copot Wali Kota
Kompas 15/6/2005: Pembangunan Banjir Kanal Timur sepanjang 23,6
kilometer melewati 13 kelurahan di Jakarta hingga kini belum juga
dimulai. Lambannya pembebasan lahan mengakibatkan proyek yang
dicanangkan Presiden Megawati Soekarnoputri pada bulan Juli 2003 itu
tertunda-tunda. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengancam mencopot jabatan
Wali Kota Jakarta Timur Koesnan A Halim dan Wali Kota Jakarta Utara
Effendy Anas jika dalam waktu yang ditetapkan proyek tersebut belum
selesai.
Selain kedua wali kota itu, Sutiyoso juga mengancam akan memecat empat
kepala dinas, yakni Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustan Effendy,
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Fodly Misbach, Kepala Dinas
Kebersihan Rama Boedi, dan Kepala Dinas Pertamanan Sarwo Handayani.
"Saya memang mengancam mereka habis-habisan. Kalau tidak bisa bekerja,
mereka diganti saja," kata Sutiyoso kepada wartawan, Senin (13/6) di
Balaikota seusai rapat pimpinan dengan para asisten sekretaris daerah
(sekda), seluruh kepala dinas, kepala unit dan kepala biro, serta lima
wali kota. Hadir dalam rapim Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo, Sekda DKI
Ritola Tasmaya.
Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) melewati 11 kelurahan di Jakarta Timur
dan dua kelurahan di Jakarta Utara. BKT sepanjang 23.575 meter
(dibulatkan 23,6 km) yang melalui Kali Cipinang hingga laut itu meliputi
Kelurahan Cipinang Besar Selatan (770 meter), Cipinang Muara (758
meter), Pondok Bambu (2.072 meter), Duren Sawit (1.705 meter), Pondok
Kelapa (193 meter), Malaka Jaya (433 meter), Malaka Sari (717 meter),
Pondok Kopi (1.816 meter), Pulo Gebang (3.137 meter), Ujung Menteng
(2.884 meter), Cakung Timur (2.019) meter, Rorotan (3.055 meter), dan
Marunda (3.615 meter).
Wali Kota Jakarta Utara Effendy Anas yang dihubungi per telepon
mengatakan, dirinya siap jika akan dicopot. Ia mengatakan, tiga hal yang
menjadi kendala dalam penyelesaian pembebasan tanah untuk proyek BKT
adalah dokumen tanah yang ada banyak tumpang tindih dan harus
diselesaikan dengan hati-hati.
Hal kedua adalah ada pemilik tanah yang tidak memiliki dokumen dan tarik
ulur mengenai harga jual yang berdasarkan nilai jual obyek pajak (NJOP).
"Beberapa lahan siap dibayar bulan ini apabila anggaran Dinas Pekerjaan
Umum sudah bisa cair. Administrasi di kotamadya sudah siap," jelas
Effendy Anas.
Sementara Wali Kota Jakarta Timur Koesnan A Halim belum mau berkomentar
mengenai ancaman pencopotan dirinya terkait BKT. Ia hanya mengatakan,
"Besok saya kabari setelah rapat evaluasi BKT." (PIN) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|