| |
C © updated 20102009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)
Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
|
|
| |
|
|
|
|
Pidato Pelantikan Presiden SBY
Kesejahteraan, Demokrasi dan Keadilan
Jakarta 20/10/2009: Dalam menjalankan amanah rakyat lima tahun
mendatang, saya bersama Wakil Presiden, telah menetapkan program 100
hari, program satu tahun, dan program lima tahun ke depan. Esensi dari
program pemerintahan lima tahun mendatang adalah peningkatan
kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi, dan penegakan keadilan.
“Prosperity, Democracy and Justice.”
Presiden Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan hal itu dalam pidato
pelantikannya sebagai Presiden RI bersama Prof. Dr. Boediono sebagai
Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009 -2014 pada Sidang
Paripurna MPR-RI yang dipimpin Ketuanya Taufik Kiemas di Gedung
MPR/DPR-RI, Selasa, 20 Oktober 2009 pagi.
Sejumlah pemimpin negara sahabat menyaksikan acara pelantikan Presiden
RI dan Wakil Presiden RI tersebut, antara lain PM Australia Kevin Rudd,
PM Malaysia Najib Tun Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, Presiden
Timor Leste Ramos Horta serta Sultan Brunei Darussalam, Hasanal Bolkiah.
Juga beberapa utusan khusus negara sahabat, antara lain Jepang, Korea
Selatan, Thaliand, Srilanka, Selandia Baru, Republik Ceko, utusan khusus
Amerika Serikat, serta hampir semua Duta Besar negara sahabat.
Hadir pula mantan presiden BJ Habibie, mantan Wapres Jusuf Kalla dan Try
Sutrisno, serta para mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan
seluruh anggota MPR-RI, DPR-RI, DPD-RI.
Presiden SBY mengatakan peningkatan kesejahteraan rakyat, merupakan
prioritas utama. ”Kita ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui
pembangunan ekonomi yang berlandaskan keunggulan daya saing, pengelolaan
sumber daya alam, dan peningkatan sumber daya manusia. Ekonomi kita
harus tumbuh semakin tinggi. Namun, pertumbuhan ekonomi yang kita
ciptakan adalah pertumbuhan yang inklusif, pertumbuhan yang berkeadilan,
dan pertumbuhan disertai pemerataan,” katanya.
”Kita juga ingin membangun tatanan demokrasi yang bermartabat, yaitu
demokrasi yang memberikan ruang kebebasan dan hak politik rakyat, tanpa
meninggalkan stabilitas dan ketertiban politik,” kata Presiden SBY
menjelaskan esensi program tentang demokrasi.
Sementara mengenai esensi ketiga, keadilan, SBY mengatakan keinginan
menciptakan keadilan yang lebih baik, ditandai dengan penghormatan
terhadap praktek kehidupan yang non-diskriminatif, persamaan kesempatan,
dengan tetap memelihara kesetiakawanan sosial dan perlindungan bagi yang
lemah. ►ti/tsl
***
Berikut ini isi selengkapnya Pidato Pelantikan Presiden SBY di
hadapan Sidang Paripurna MPR-RI, Selasa, 20 Oktober 2009:
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap anggota
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Yang saya hormati,
para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Yang saya
muliakan Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Utusan Khusus
Negara-negara sahabat. Yang saya hormati, para Ketua, para Wakil Ketua
dan para anggota Lembaga-Lembaga Negara,
Yang Mulia Para Duta Besar, serta para pimpinan Organisasi
Internasional. Yang saya hormati, Para Gubernur seluruh Indonesia.
Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air. Hadirin sekalian yang saya
muliakan.
Hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
Allah SWT, saya dan Saudara Prof. Dr. Boediono baru saja mengucapkan
sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia,
sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengemban
amanah rakyat lima tahun mendatang.
Pada kesempatan yang bersejarah dan insya Allah penuh berkah ini, saya
ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota MPR-RI, pimpinan dan
anggota DPR-RI, pimpinan dan anggota DPD-RI, beserta pimpinan dan
anggota lembaga-lembaga negara lainnya masa bakti 2004-2009, yang telah
bersama-sama bekerja keras membangun bangsa dan negara kita menuju masa
depan yang lebih baik.
Kepada saudara Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia
periode 2004-2009, yang telah mendampingi saya selama lima tahun
terakhir, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas jasa dan
pengabdian saudara, baik kepada pemerintah, maupun kepada bangsa dan
negara. Pengabdian saudara tercatat abadi dalam sejarah perjalanan
bangsa, dan akan dikenang sepanjang masa.
Kepada segenap jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Masa Bakti
2004-2009, saya ucapkan pula terima kasih dan penghargaan saya, atas
upaya yang sungguh-sungguh dalam menjalankan dan menyukseskan
program-program pembangunan nasional yang sarat dengan tantangan dan
permasalahan yang rumit.
Saudara-saudara,
Kita baru saja melewati periode sejarah 2004-2009 yang penuh dengan
tantangan.
Hari ini, bangsa Indonesia patut bersyukur dan berbesar hati. Di tengah
gejolak dan krisis politik di berbagai wilayah dunia, kita tetap tegak
dan tegar sebagai negara demokrasi yang makin kuat dan stabil. Di tengah
badai finansial dunia, ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif, dan
diprediksi akan mengalami pertumbuhan nomor tiga tertinggi di dunia. Di
tengah maraknya konflik dan disintegrasi di belahan dunia lain, bangsa
Indonesia semakin rukun dan bersatu.
Karena itu, tepatlah kalau dalam beberapa hari ini di berbagai televisi
internasional muncul tayangan, yang menyebut bangsa kita sebagai
“remarkable Indonesia” – bangsa yang dinilai berhasil dalam mengatasi
krisis dan tantangan yang berat dan kompleks 10 tahun terakhir ini.
Namun, semua itu janganlah membuat kita lengah, lalai, apalagi besar
kepala. Ingat : pekerjaan besar kita masih belum selesai. Ibarat
perjalanan sebuah kapal, ke depan, kita akan mengarungi samudra yang
penuh dengan gelombang dan badai.
Di luar Indonesia, resesi perekonomian global belum sepenuhnya usai.
Perdagangan dan arus investai dunia belum pulih. Sementara itu harga
minyak dan berbagai komoditas masih berfluktuasi, yang dapat mengancam
stabilitas dan kepastian ekonomi kita. Oleh karena itu, walaupun gejala
perbaikan perekonomian dunia mulai terlihat, namun kita tidak boleh
berhenti untuk terus memperkuat sendi-sendi perekonomian kita, seraya
tetap melanjutkan upaya nasional untuk meminimalkan dampak dari krisis
dunia tersebut.
Di dalam negeri kita bersyukur, reformasi telah berjalan makin jauh,
namun masih belum tuntas. Upaya untuk membangun “good governance” dan
memberantas korupsi mulai membuahkan hasil, namun masih perlu terus
ditingkatkan. Kemiskinan sudah banyak berkurang, namun upaya peningkatan
kesejahteraan rakyat perlu terus dilanjutkan.
Pengalaman menunjukkan, setiap prestasi yang kita capai biasanya akan
disusul oleh tantangan - tantangan baru. Tetapi saya percaya, semua
tantangan ini, baik yang sudah kita ketahui, maupun yang belum dapat
kita bayangkan, akan dapat kita hadapi dan atasi. Insya Allah, bangsa
Indonesia akan terus maju untuk meningkatkan kehidupannya yang lebih
baik.
Saudara-saudara,
Tahun ini, kita menyaksikan rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya
dalam Pemilihan Umum yang berlangsung secara damai dan demokratis. Ini
adalah kali ketiga kita mampu menyelenggarakan Pemilu secara langsung,
umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil. Kita semua mampu
melaksanakan kompetisi politik dengan penuh etika dan kedewasaan.
Dalam pemilihan umum, kalah atau menang adalah hal yang biasa. Dalam
demokrasi, kita semua menang. Demokrasi menang. Rakyat menang. Indonesia
menang. Berkaitan dengan itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin
menyampaikan rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak
Prabowo Subianto, serta Bapak Muhammad Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto,
atas partisipasi aktif dan kegigihan beliau-beliau sebagai calon
Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu Tahun 2009. Mereka adalah
putra-putri bangsa, yang ikut berjasa memekarkan kehidupan demokrasi
kita.
Hari ini, saya mengajak segenap komponen bangsa untuk kembali bersatu,
dan bersama-sama membangun masa depan kita semua. Dengan semangat baru
dan kebersamaan, mari kita songsong pembangunan lima tahun ke depan
dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri.
Dalam menjalankan amanah rakyat lima tahun mendatang, saya bersama Wakil
Presiden, telah menetapkan program 100 hari, program satu tahun, dan
program lima tahun ke depan. Esensi dari program pemerintahan lima tahun
mendatang adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi,
dan penegakan keadilan. “Prosperity, Democracy and Justice.”
Peningkatan kesejahteraan rakyat, merupakan prioritas utama. Kita ingin
meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang
berlandaskan keunggulan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, dan
peningkatan sumber daya manusia. Ekonomi kita harus tumbuh semakin
tinggi. Namun, pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan adalah pertumbuhan
yang inklusif, pertumbuhan yang berkeadilan, dan pertumbuhan disertai
pemerataan.
Kita juga ingin membangun tatanan demokrasi yang bermartabat, yaitu
demokrasi yang memberikan ruang kebebasan dan hak politik rakyat, tanpa
meninggalkan stabilitas dan ketertiban politik. Kita juga ingin
menciptakan keadilan yang lebih baik, ditandai dengan penghormatan
terhadap praktek kehidupan yang non-diskriminatif, persamaan kesempatan,
dengan tetap memelihara kesetiakawanan sosial dan perlindungan bagi yang
lemah.
Saudara-saudara,
Untuk mewujudkan cita-cita kita semua, utamanya dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan rakyat, memperkuat demokrasi dan meningkatkan keadilan,
ada sejumlah kunci sukses yang perlu kita pedomani dan jalankan bersama.
Pertama, jangan pernah kita menyerah dan patah semangat. Ingat, segala
keberhasilan monumental bangsa kita - dari revolusi, pembangunan
nasional, reformasi, penyelesaian berbagai konflik, termasuk penanganan
tsunami – semua ini hanya bisa dicapai dengan keuletan dan semangat tak
kenal menyerah. Sebagaimana sering saya sampaikan dalam berbagai
kesempatan, kita harus selalu mengobarkan semangat Harus Bisa ! “Can
do spirit ! ”
Ke depan, dengan semangat ”Indonesia Bisa” inilah, kita akan menjaga
pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis dunia. Dengan semangat
inilah kita akan menegakkan ”good governance” dan membasmi korupsi. Dan
dengan semangat ini pulalah, kita akan terus mengurangi kemiskinan dan
meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.
Kunci sukses kedua, adalah perlu terus menjaga persatuan dan
kebersamaan. Dalam demokrasi, kita bisa berbeda pendapat, namun tidak
berarti harus terpecah belah. Dalam demokrasi yang sehat, ada masanya
kita berdebat, ada masanya kita merapatkan barisan. Dalam menghadapi
berbagai tantangan dunia yang kian berat, para pemimpin bangsa – apapun
warna politiknya – harus bisa terus menjaga kekompakan, mencari solusi
bersama, dan sedia berkorban untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.
Oleh karena itu, dalam melanjutkan pembangunan bangsa yang tidak pernah
sepi dari tantangan, dan dalam melaksanakan reformasi gelombang kedua 10
tahun mendatang, marilah terus kita pupuk dan perkokoh persatuan dan
kebersamaan kita.
Kunci sukses yang ketiga adalah kita harus bisa menjaga jati diri kita,
ke-Indonesia-an kita. Yang membedakan bangsa Indonesia dari
bangsa-bangsa lain adalah budaya kita, “way of life“, dan
ke-Indonesia-an kita. Ada identitas dan kepribadian yang membuat bangsa
Indonesia khas, unggul dan tidak mudah koyak. Ke-Indonesiaan kita
tercermin dalam sikap pluralisme atau kebhinekaan, kekeluargaan,
kesantunan, toleransi, sikap moderat, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan.
Hal-hal inilah yang harus selalu kita jaga, kita pupuk dan kita suburkan
di hati sanubari kita, dan anak-anak kita. Inilah modal sosial dan
potensi nasional yang paling berharga.
Hadirin yang saya muliakan. Rakyat Indonesia yang saya banggakan.
Mengakhiri pidato ini, saya mengajak segenap rakyat Indonesia, untuk
terus melangkah maju sebagai sebuah bangsa yang besar, rukun, dan
bersatu. Bangsa yang senantiasa tegak dan tegar menghadapi tantangan,
berlandaskan empat pilar kehidupan bernegara, yaitu Pancasila, NKRI, UUD
1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
Kepada para tamu negara-negara sahabat yang berada di tengah kita,
terimalah salam persahabatan bangsa Indonesia. Atas nama rakyat dan
Pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan
kepada Sultan Brunei Darussalam Paduka Yang Mulia Sultan Hassanal
Bolkiah, Presiden Timor Leste Yang Mulia Jose Ramos Horta, Perdana
Menteri Singapura Yang Mulia Lee Hsien-Loong, Perdana Menteri Australia
Yang Mulia Kevin Rudd dan Perdana Menteri Malaysia Yang Mulia Dato Seri
Mohamad Najib Tun Hj Abdul Razak. Saya juga mengucapkan selamat datang
kepada Utusan Khusus dari Thailand, Republik Korea, Amerika Serikat,
Republik Ceko, Sri Lanka, Selandia Baru, Jepang dan Philipina.
Kedatangan sahabat-sahabat internasional dalam inaugurasi hari ini
merupakan simbol “goodwill” dan kehormatan yang tiada taranya
bagi bangsa Indonesia.
Kepada dunia internasional, saya ingin menegaskan bahwa Indonesia akan
terus menjalankan politik bebas aktif, dan akan terus berjuang untuk
keadilan dan perdamaian dunia. Indonesia akan mengobarkan nasionalisme
yang sejuk, moderat dan penuh persahabatan, dan sekaligus mengusung
internasionalisme yang dinamis.
Indonesia kini menghadapi lingkungan strategis yang baru, dimana tidak
ada negara yang menganggap Indonesia musuh, dan tidak ada negara yang
dianggap Indonesia sebagai musuh. Dengan demikian, Indonesia kini dapat
dengan leluasa menjalankan “all directions foreign policy” dimana kita
dapat mempunyai “a million friends and zero enemy”. Indonesia
akan bekerja-sama dengan siapapun yang memiliki niat dan tujuan yang
sama, utamanya untuk membangun tatanan dunia yang damai, adil,
demokratis dan sejahtera.
Indonesia akan terus berada di garis depan, dalam upaya untuk mewujudkan
tatanan dunia yang lebih baik. Kami akan terus menjadi pelopor dalam
upaya penyelamatan bumi dari perubahan iklim, dalam reformasi ekonomi
dunia utamanya melalui G-20, dalam memperjuangkan Millenium
Development Goals, dalam memajukan multilateralisme melalui PBB, dan
dalam mendorong tercapainya kerukunan antar peradaban “harmony among
civilizations”.
Di tingkat kawasan, Indonesia akan terus berikhtiar bersama
negara-negara ASEAN lainnya, untuk mewujudkan Komunitas ASEAN, dan
menjadikan Asia Tengara sebagai kawasan yang damai, sejahtera dan
dinamis.
Akhirnya, kepada segenap rakyat Indonesia di manapun saudara berada,
sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah
saudara berikan kepada saya dan Prof. Boediono, untuk melanjutkan
kepemimpinan nasional lima tahun mendatang. Mari kita lanjutkan kerja
keras dan kerja cerdas kita, guna mencapai prestasi pembangunan yang
lebih baik lagi di masa depan.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat
dan karunia-Nya kepada kita, dalam membangun bangsa dan negara, menuju
bangsa yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia
BIOGRAFI ==
01
02
03
04
05
06
07 ==
|
|