| |
C © updated 06092009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/setneg |
|
| |
Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)
Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
|
|
| |
|
|
|
|
Presiden Terpilih SBY
Awal Oktober Mulai Seleksi Kabinet
Jakarta 6 September 2009: Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) akan mulai menyeleksi anggota kabinet baru setelah awal Oktober
2009. Saat ini, ia bersama Boediono tengah menyusun pakta integritas
yang mencakup mekanisme evaluasi atas kinerja anggota kabinet serta
rencana aksi dan program kerja yang akan selesai 1 Oktober 2009.
Hal itu diungkapkan SBY seusai berbuka puasa bersama pengurus pusat dan
kader Partai Demokrat di kediamannya di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa
Barat, Sabtu (5/9/2009). Selain itu, SBY juga mengisyaratkan akan
menyusun anggota kabinet dari partai politik koalisi pendukung
pencalonannya ataupun partai nonkoalisi.
”Kita bersama dengan parpol yang sama-sama berjuang ataupun dengan
parpol yang tidak sama-sama berjuang. Saya belum melakukan manuver atau
power sharing (pembagian kekuasaan), dan sebagainya. Belum. Jangan
terkecoh. Kalau ada yang ingin berkomunikasi dengan Partai Demokrat,
silakan. Namun, belum ada yang namanya kontrak yang saya bikin sekarang
ini untuk menuju 20 Oktober nanti,” ungkap SBY.
SBY pun berharap, parpol anggota koalisi tak merasa ditinggalkannya.
”Jangan ada salah pengertian,” lanjutnya. SBY menegaskan, sampai saat
ini penyusunan kabinet mendatang belum dilakukan. Bahkan ia bersama
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat juga belum memutuskan siapa
yang akan dicalonkan menjadi Ketua DPR meskipun terdapat beberapa
nomine.
SBY mengatakan, kabinet mendatang akan mengakomodasi representasi
kemajemukan, keterwakilan partai yang membentuk koalisi, dan kesetaraan
jender. Namun, lanjutnya, hal itu dipertimbangkan tanpa menyingkirkan
faktor integritas, kapasitas, akseptabilitas, pengetahuan, dan
pengalaman calon anggota kabinet.
SBY juga menjelaskan, dalam pakta integritas yang akan ditandatangani
calon anggota kabinet, terdapat kesepakatan untuk menerima evaluasi
kinerja setahun pertama masa kerja mereka. Evaluasi berikutnya dilakukan
setelah dua setengah tahun masa kerja. Pada setiap evaluasi tersebut
akan ditentukan apakah menteri itu bisa terus bergabung di kabinet atau
tidak.
”Saya tak suka melakukan reshuffle (perombakan kabinet), tetapi manakala
harus dilakukan, akan saya lakukan. Ada yang mengatakan, SBY tidak akan
berani melakukan reshuffle. Saya akan lakukan kalau saya anggap akan
mengganggu jalannya pemerintah atau yang bersangkutan lebih tepat di
tempat lain,” katanya.
Berhubung banyaknya komentar yang beredar di publik perihal penyusunan
kabinet, SBY juga meminta keluarga besar Partai Demokrat untuk tidak
banyak memberikan pernyataan. ”Jangan terlalu banyak berkomentar,
terutama di media massa. Apalagi kalau itu di luar otoritas dan
urusannya. Meskipun niatnya baik, bisa menimbulkan kekisruhan politik,”
sarannya.
SBY menegaskan bahwa ia tak memerlukan broker politik. Sehubungan dengan
itu, ia mengingatkan kader Demokrat untuk tidak menjadi broker politik
dan mengobral janji untuk menyukseskan seseorang menjadi anggota
kabinet.
SBY juga meminta kadernya untuk tak saling fitnah dan saling jegal. SBY
mengakui, sesekali ia juga menerima pengaduan tentang keburukan atau
ketidaktepatan seseorang untuk dipilih. ”Di mata saya yang jelek yang
mengadu itu,” tegas SBY.
►bti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia
BIOGRAFI ==
01
02
03
04
05
06
07 ==
|
|