A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 07052007  
   
  ► e-ti/setneg  
  Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)

Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
 
 
     
 
BERITA

 

Presiden SBY

Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu


Jakarta (7/5/07): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengumumkan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, tepat pukul 15.00 WIB Senin 7 Mei 2007. Ada tujuh menteri yang diganti dan dipindahposisikan. Presiden yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Seskab Sudi Silalahi, lebih dulu menjelaskan latarbelakang dan tujuan reshuffle kabinet terbatas itu.


Ketujuh menteri yang diganti dan dipindahposisikan itu adalah: 1. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto diganti Sofjan Djalil; 2. Menteri Komunikasi dan Informatika yang ditinggalkan Sofyan Djalil diisi Muhammad Noeh, seorang profesional mantan rektor ITS Surabaya dan seorang pakar teknologi informasi; 3. Jaksa Agung Abdulrahman Saleh diganti Hendarman Supandji, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus dan mantan Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; 4. Menteri Sekrtaris Negara Yusril Ihza Mahendra diganti Hatta Rajasa; 5. Menteri Perhubungan yang ditinggalkan Hatta Rajasa diisi Jusman Syafii Djamal, seorang profesional mantan Direktur PT DI periode 2000-2002 dan anggota Timnas Evaluasi Keselamatan Transportasi; 6. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin diganti Andi Mattalata, ahli hukum dan Ketua Fraksi Golkar DPR RI; dan 7. Meneg Pembangunan Daerah Tertinggal Syaefullah Yusuf diganti Mohammad Lukman Edi, Kader dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Presiden SBY merasa perlu menyampaikan penjelasan, mengapa sejak dia menyampaikan sekitar dua minggu sebelumnya, baru hari ini pengumuman tentang reshuffle kabinet terbatas ini. "Hal itu semata-mata karena kegiatan saya kurang lebih 8 hari di luar Jakarta, mulai dari Jogjakarta, Bali, Palu dan Poso, sehingga kami lakukan secara intensif, finalisasi dari penataan kembali kabinet beberapa hari berselang, “ kata Presiden di ruang Credential, Istana Merdeka, Jakarta.

Kemudian Presiden menjelaskan tujuan reshuffle kedua dalam masa jabatannya sebagai presiden itu. Pertama tiada lain untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja kabinet, yang diharapkan akan bekerja lebih baik lagi, lebih efektif lagi dua tahun mendatang sampai batas akhir masa bhakti Kabinet Indonesia Bersatu. Kedua dikaitkan dengan peningkatan team work atau kerjasama tim internal kabinet, dan juga berkaitan dengan apa yang sering kita sebut right man on the right place, sehingga lebih efektif lagi, lebih meningkat lagi kinerja lagi dari menteri yang bersangkutan.

“Dengan tujuan itu maka wujud penataan atau reshuffle terbatas adalah pertama kami lakukan pergantian sejumlah menteri, diganti dari luar kabinet , tiga orang professional yang akan saya angkat menjadi menteri, dan 2 orang kader dari partai politik tertentu. Sementara itu, ada sejumlah menteri, khususnya 2 menteri yang saya lakukan pemindahan posisi dengan harapan membawa kebaikan bagi kinerja kabinet. Dan di luar itu, sebagaimana diketahui pula, kami melakukan evaluasi dan koreksi atas apa yang dilakukan oleh para menteri selama 2.5 thn ini dengan tujuan untuk melakukan perbaikan kinerja di waktu yang akan datang. Proses yang saya tempuh sesungguhnya, menggunakan sistem dan mekanisme yang akuntabel, secara proporsional, “ kata Presiden.

Presiden juga mengungkapkan bahwa dia terlebih dahulu memintai pendapat dan saran- saran Wakil Presiden berkaitan dengan penataan kembali kabinet ini atau reshuffle kabinet secara terbatas ini. Menyangkut kerjasama tim, Presiden juga meminta pendapat dari para Menko. Masukan dan saran Menko amat berguna bagi saya, untuk memastikan bahwa koordinasi dan kerjasama antar menteri dijajaran kabinet akan berjalan lebih baik lagi," kata Presiden SBY.


Khusus menteri atau calon menteri dari partai – partai politik tertentu yang mengalami pergantian atau pemindahan posisi, Presiden SBY juga mengonsultasikannya dengan pimpinan – pimpinan partai politik yang bersangkutan, meskipun tentu keputusan akhir ada pada tangan Presiden. "Dengan proses seperti itu, bagaimanapun keputusan akhir tetap di tangan saya sesuai dengan kewenangan konstitusional yang saya miliki, atau yang sering disebut prerogratif, “ tegas Presiden.

”Saya dan Wapres pada kesempatan yang baik ini mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada para menteri dan Jaksa Agung yang akan meninggalkan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu,” kata Presiden SBY. Menurutnya, para menteri tersebut telah bekerja dan berbuat untuk mensukseskan program pemerintah dalam keadaan yang tidak mudah. Masing-masing memiliki jasa dan sumbangan penting bagi kabinet, khususnya dan pada pemerintah dan negara umumnya.

”Saya yakin dan mendoakan agar beliau-beliau dapat tetap berperan dan mengabdi bagi bangsa dan negaranya. Sebagai catatan, saya pribadi dan Wapres Mohamad Jusuf Kalla juga pernah diganti atau mengalami reshuffle dari posisi menteri beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah kami bisa kembali ke jajaran pemerintahan dan melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas Presiden.

”Tentu pada saatnya nanti, ketika para menteri dan Jaksa Agung yang baru dilantik, saya mengucapkan selamat dan selamat bertugas kepada para menteri dan Jaksa Agung baru tersebut,” kata Presiden menutup pengumumannya. ►e-ti

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia

 

BIOGRAFI ==   01   02   03   04   05   06   07   ==