| |
C © updated 27102007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/setneg |
|
| |
Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)
Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
|
|
| |
|
|
|
|
HUT 146 HKBP
Presiden SBY dan Ibu Negara Diulosi
Jakarta 28/10/2007: Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono
menerima ulos dalam acara Pesta Parolopolopon 67 tahun HKBP Manjujung
Baringinna (Mandiri) & HUT ke 146 HKBP, di Gelora Bung Karno Senayan
Jakarta, Minggu (28/10/2007). Ulos yang diserahkan Ephorus HKBP Pendeta
Dr.Bonar Napitupulu, itu sebagai penghargaan tertinggi serta simbol
penerimaan menjadi keluarga oleh masyarakat HKBP.
Saat menyampirkan ulos ke bahu Presiden dan Ibu Ani, Bonar Napitupulu
mengatakan bahwa pemberian ulos kepada seseorang merupakan penghargaan
tertinggi dalam kultur Batak. "Ulos merupakan lambang penerimaan menjadi
keluarga. Bapak SBY dan Ibu Ani menjadi bapak dan ibu kami. Ulos juga
sebagai lambang kasih, bahwa HKBP mengasihi Bapak dan Ibu dan
menyertakan doa agar Bapak dan Ibu selalu disertai Tuhan dalam
pekerjaannya," kata Pendeta Bonar.
SBY dan Ibu Ani menyambut dengan senyum ketika ulos
disampirkan."Terimaksih atas penghargaan ini, akan kami
pertanggungjawabkan," kata Presiden.
Ephorus HKBP Pendeta Bonar Napitupulu dalam sambutannya memuji
Presiden Yudhoyono sebagai pemimpin yang ganteng di antara para pemimpin
negara lainnya. "Jadi, Ny Ani, Presiden yang ganteng itu bukan hanya
kebanggaan ibu saja. Itu juga menjadi kebanggaan kami, warga HKBP,"
kaata Ephorus.
Acara ini dihadiri sekitar 80.000 warga jemaat HKBP dari seluruh
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta perwakilan dari Jabar,
Jatim, Sumut, Jambi dan Sumsel, dari total 5 juta warga jemaat HKBP
secara nasional. Acara didahului dengan ibadah raya pada pagi hari.
Hadir juga pada acara itu di antaranya Menteri Agama Maftuh Basyuni,
Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Gubernur DKI Fauzi Bowo, mantan Ketua
Umum DPP Partai Golongan Karya Akbar Tandjung dan Nina Tandjung, dan
mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Letjen (Purn) Luhut
Pandjaitan.
Hidup Saling Mengasihi
Presiden SBY dan Ibu Ani tiba di tempat acara pukul 13.30, mengenakan
batik warna merah, dan Ibu Ani mengenakan kebaya merah. Didampingi
Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengajak seluruh
komponen bangsa Indonesia, termasuk warga jemaat Huria Kristen Batak
Protestan atau HKBP, untuk hidup bersama dalam setiap perbedaan, tetapi
tetap dalam persatuan, kasih-mengasihi, hormat-menghormati, dan saling
berdamai, tanpa diskriminasi.
Menurut Presiden, meskipun hidup berbeda dalam agama, suku, ras, daerah,
dan identitas lainnya, bangsa Indonesia tetaplah satu bangsa. "Mari kita
kokohkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mari juga kita hidup dalam
perbedaan, tetapi tetap dalam persatuan. Saling mengasihi, saling
menghormati, damai, dan tanpa diskriminasi," seru presiden.
Presiden mengajak segenap komponen bangsa untuk mencegah perselisihan
dan kekerasan, dengan mengedepankan kerukunan dan perdamaian.
Presiden mengatakan bahwa peraturan dibuat untuk mengatur, tapi bila
masih ada kekurangan, Presiden mengajak jemaat HKBP untuk bersama-sama
memperbaikinya. Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa
yang majemuk, dan mengingatkan agar kemajemukan ini jangan sampai
menjadi perpecahan.
Seusai berpidato, Presiden dan Ny Ani Yudhoyono mendapatkan ulos sebagai
wujud kasih warga jemaat HKBP kepada Presiden dan Ny Ani Yudhoyono.
Kemudian Presiden berkesempatan menyaksikan pentas musik drama anak
bajarbajar, anak jitujitu. Setelah itu, Presiden dan Ibu Ani serta
rombongan meninggalkan tempat acara pada pukul 15.00 WIB.
►e-ti/doan
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia
BIOGRAFI ==
01
02
03
04
05
06
07 ==
|
|