| |
C © updated 05092007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/atur |
|
| |
BIODATA
Nama:
Surya Dharma Paloh
Lahir:
Kutaraja (Banda Aceh), 16 Juli 1951
Agama :
Islam
Istri:
Rosita Barack (Menikah tahun 1984 di Jakarta)
Alamat Rumah:
Jalan Permata Berlian R. 20 Permata Hijau, Jakarta
Alamat Kantor:
Harian Media Indonesia - Metro TV
Komplek Delta Kedoya
Jalan Pillar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11520
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA TI |
|
|
 |
Surya Dharma Paloh
Minta Akbar Dipanggil
Jakarta, 05/09/07: Sehubungan berbagai pernyataan dan disertasi Akbar
Tandjung berjudul "Partai Golkar dalam Pergolakan Politik Era Reformasi:
Tantangan dan Respons" yang disampaikannya untuk meraih gelar doktor
bidang politik dari UGM, Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh
meminta DPP Partai Golkar segera memanggil Akbar Tandjung.
Surya Paloh memandang pemanggilan ini perlu untuk
mengklarifikasi berbagai pandangan Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung yang disampaikan dalam
Ujian Terbuka Program Doktor di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1
September 2007. Akbar lulus dengan predikat cum laude.
Surya sebagai Ketua Dewan Penasihat, meminta Sekjen DPP Partai Golkar
Soemarsono memanggil segera Pak Akbar. "Ya, Pak Akbar harus ditanya,
dong. Dia kan mengaku masih anggota Golkar. Ada apa? Apa disertasi itu
bisa memberi manfaat dengan tesisnya yang mengatakan Partai Golkar itu
terkesan tidak memberi manfaat yang berarti?" kata Paloh, kepada pers
Rabu (5/9/2007) di Jakarta.
Dalam disertasinya, Akbar menyampaikan pandangan kritis tentang Partai
Golkar. Dia, antara lain, mengutip pandangan Dirk Tomsa, pengajar dan
pengamat politik Indonesia dari School of Government, University of
Tasmania, Australia. "Terpilihnya Wapres Jusuf Kalla sebagai ketua umum
pada 2004 menunjukkan Partai Golkar masih dipenuhi orang yang sangat
berorientasi pada kekuasaan," ujarnya dalam ujian itu.
Surya Paloh sendiri menyatakan menghargai karya akademis Akbar. Tapi
karena apa yang disampaikan Akbar terkait dengan partai, menurut nya,
partai berkepentingan mengetahui lebih jauh. "Toh, Pak Akbar itu masih
kader Golkar," ujarnya. ►ti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|