|
|
|
| MAJALAH TI |
|
|
 |
Prof. Dr Suhardiman, SE (01)
BIOGRAFI: Pendiri satu-satunya dan Ketua Dewan Penasihat Depinas SOKSI (Sentral
Karyawan Swadiri Indone-sia), ini kami juluki futuris politik Indonesia.
Personifi-kasi SOKSI ini juga seorang tokoh pencetak kader bangsa.
Mantan Wakil Ketua DPA-RI (1993-1998) kelahiran Gawok, Solo, 16 Desember
1924, yang juga dijuluki dukun politik, itu memiliki kecerdasan dan
ketajaman intuisi, insting (indera keenam) mempre-diksi perkembangan
politik Indonesia jauh ke depan.
DAFTAR ISI
MAJALAH TOKOH INDONESIA 34
TOKOH UTAMA:
Prof Dr Suhardiman, SE, Futurolog Politik Indonesia
Pendiri satu-satunya dan Ketua Dewan Penasihat SOKSI (Sentral
Karyawan Swadiri Indonesia), ini kami juluki futuris politik Indonesia.
Personifikasi SOKSI ini juga seorang tokoh pencetak kader bangsa. Mantan
Wakil Ketua DPA-RI (1993-1998) kelahiran Gawok, Solo, 16 Desember 1924,
yang juga dijuluki dukun politik, itu memiliki kecerdasan dan ketajaman
intuisi, insting (indera keenam) memprediksi perkembangan politik
Indonesia jauh ke depan. ....................................................
6
Tolak Carik Desa Jadi Dukun Politik
Ayahnya yang menjabat kepala desa bercita-cita menempa Suhardiman
menjadi juru tulis atau carik desa. Suhardiman menolaknya karena ingin
melanjutkan sekolah. Dia pun menjadi tentara dan lulus Akademi Militer
tahun 1949. Namun, dalam karir, dia banyak bergumul dalam dunia politik.
Intiusi politiknya sangat peka dan menjangkau jauh ke depan, sehingga
dia digelari dukun politik.
............................................. 8
Kehidupan Keluarga.
.....................................................................13
Yakin Hidup 100 Tahun
Entah kenapa tiba-tiba Prof Dr Suhardiman merasa didatangi se-orang
malaikat pencabut nyawa. Malaikat itu ngomong kepadanya bahwa
kedatangannya sebenarnya untuk mencabut nyawanya. Tapi mendadak ada
perintah supaya ditunda. Pertimbangannya, “karena kamu masih dibutuhkan
oleh bangsa dan negaramu di sana,” ujar Suhar-diman menirukan kata-kata
sang malaikat. Ditunda berapa lama? Seratus tahun? “Jadi umur saya nanti
seratus lebih, ha-ha-ha...!” katawa-nya berderai.
..................................................................... 14
PERSPEKTIF:
Etos Nasionalisme Baru
Prof Suhardiman seorang nasionalis sejati. Pada usia senjanya, sudah
menginjak 82 tahun, pria kelahiran Solo ini tidak pernah berhenti
berpikir untuk kemajuan bangsanya. ......... 18
Regenerasi Kepemimpinan Bangsa
Prof Suhardiman memaparkan pemikirannya bahwa proses regenerasi di dalam
pem-bangunan politik dapat dibagi dalam empat kurun waktu.
.................................................................... 20
Menuju Indonesia Raya Ketiga 2045
Eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia sangat perlu
dipahami di antara sepak terjang ideologi-ideologi besar dunia.
Pemahaman ini sangat penting dalam rangka pemantapan ideologi Pancasila
yang menjadi dasar dan pedoman hidup bangsa.
...................................................... 24
Analisis Suhardiman Tentang Teokrasi, Indi-vidualisme, Kapitalisme dan
Sosialisme. .................................................... 28
WAWANCARA:
Suhardiman: Perlu Reformasi Jilid Dua
DR Suhardiman pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia
(SOKSI) sering disebut sebagai dukun politik. Hal ini terutama dikaitkan
dengan seringnya dia membuat geger dengan ramalan-ramalan politiknya
yang kemudian terbukti terjadi. .................. 30
|
|