A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Perusahaan
 ► Organisasi
     ► PAN
     ► HIPMI
     ► Lainnya
 ► Buku
 ► Galeri
 ► Link
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 20022005  
   
  ► e-ti/sb  
  Nama:
Soetrisno Bachir
Lahir:
Pekalongan, 10 April 1957
Perusahaan:
= Grup Ika Muda
= Grup Sabira
Organisasi:
= Partai Amanat Nasional
= Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)
 
     
 
BERITA SB

 

Soetrisno Bachir

Bisa Terganjal Tatib

Suara Merdeka 27/1/2005: Kendati namanya dimunculkan dalam rapat koordinasi DPD-DPD se-Jateng dan DIY, bukan berarti pencalonan Soetrisno Bachir sebagai kandidat ketua umum PAN bakal mulus. Dia bisa saja terganjal oleh tata tertib (tatib) Kongres PAN yang akan dilangsungkan 7-10 April mendatang di Semarang.

Soetrisno Bachir adalah kader PAN sejak partai itu didirikan. Dia juga bisa diterima di kalangan Muhammadiyah dan di luar organisasi itu. Namun dia belum pernah duduk di jajaran struktural partai.

Jika mengacu AD/ART sekarang, langkah Soetrisno tidak terganjal. Namun aturan itu bisa diubah sesuai dengan dinamika politik.

Wakil Ketua DPW PAN Jateng Khafid Sirotudin mengungkapkan, menjelang Kongres PAN bisa dilakukan perubahan AD/ART partai. Aturan tersebut bisa juga diputuskan sebelum kongres.

''Dengan adanya ketentuan baru, kongres akan mengacu pada aturan yang baru tersebut. Artinya, perubahan tatib itu bisa saja terjadi,'' ujarnya. Perubahan itu misalnya kandidat ketua umum harus pernah menjabat di struktural partai.

Seperti halnya dalam Munas Golkar di Bali beberapa waktu lalu, semula yang memiliki hak suara hanya DPD I. Namun dinamika politik yang berkembang serta berbagai manuver politik dari para kandidat ketua umum partai itu, tata tertib diubah. Akhirnya, tidak hanya DPD I, tetapi DPD II juga memiliki hak suara yang sekaligus mengubah peta kekuatan kandiat ketua umum.

''Peta politiknya tidak sama persis dengan partai-partai lain, tetapi kurang lebih bisa terjadi di PAN. Sesuai dengan AD/ART memang semua kader PAN bisa mencalonkan diri sebagai ketua umum PAN. Akan tetapi bisa saja aturan itu diubah dengan ketentuan harus pernah menjadi pengurus partai,'' papar Khafid.

Dalam kongres PAN mendatang, yang memiliki suara diperkirakan 1.600 suara berasal dari 3 suara masing-masing DPW, 3 suara masing-masing DPD, dan seluruh pengurus DPP.

Namun PAN Jateng belum memutuskan untuk mendukung salah satu bakal calon ketua umum yang sudah muncul belakangan ini. Dia mengakui, sejumlah DPD mencalonkan Soetrisno Bachir dalam rapat koordinasi di Hotel Sahid Yogyakarta pekan lalu.

Dia juga tidak membantah ada kecenderungan sikap ke kader PAN asal Pekalongan yang kiprahnya dikenal lebih banyak dalam internal sebagai tim lobi informal sejak awal reformasi digulirkan.

Khafid yang juga Ketua Komisi B DPRD Jateng itu mengakui, Ketua DPW PAN Jateng Munawar Sholeh ikut memberikan dukungan pada Bachir.

Apalagi bakal calon yang telah dimunculkan, yaitu Din Syamsuddin, menyatakan tidak mencalonkan diri. Din dipandang lebih berkonsentrasi pada politik dakwah, sedangkan Soetrisno Bachir ke politik partai.

Dia memaparkan, sebelum rapat koordinasi di Yogyakarta, sebagian DPD di Jateng dan DIY mendengarkan tausiah politik dari Ketua Umum PAN Amien Rais. Tausiah itu bertema (G1,G7-78t)

 

 

Soetrisno Bachir: Saya Bukan Penyeimbang Fuad Bawazier
Senin, 14 Pebruari 2005 | 23:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Soetrisno Bachir membantah bahwa ia bersedia maju sebagai kandidat Ketua Umum Partai Amanat Nasional pengganti Amien Rais untuk menggeser kekuatan Fuad Bawazier, yang belakangan getol menjaring dukungan ke daerah. "Saya bukan penyeimbang Pak Fuad. Semua kader PAN itu sahabat,? katanya kepada Tempo di kediamannya, Jakarta, Senin (14/2).

Bachir mengatakan, ia siap maju setelah berbicara dengan sejumlah tokoh PAN yang menginginkan sosok pemersatu yang bisa diterima seluruh konstituen. Tokoh PAN menilainya sebagai sosok yang tepat dan diyakini mampu mengembangkan partai.

Namun, penguasa batik dari Pekalongan, Jawa Tengah, ini menolak menyebutkan siapa tokoh yang dimaksud. "Saya tak mau dianggap mencatut nama-nama itu untuk memperoleh dukungan.?

Menurut sumber Tempo di PAN, Bachir maju atas dorongan Amien Rais. Permintaan Amien muncul sepekan setelah Fuad mengirimkan permintaan dukungan ke daerah-daerah. Kata sumber tadi, ia tak mengira Fuad mencalonkan diri.

Pertimbangan Amien, tak ada calon lain yang siap secara finansial seperti Fuad sekaligus diterima warga PAN maupun Muhammadiyah. "Karena itu, dimunculkan sosok dengan kemampuan finansial, seperti Bachir," katanya.

Bachir menyatakan kesiapannya dalam pertemuan di kediaman Amien di Yogyakarta bulan lalu. Maka dukungan pertama untuk dia muncul dari PAN Daerah Istimewa Yogyakarta. Pekan lalu, Amien mengatakan, Bachir termasuk calon yang kuat.

Fuad tak bisa dimintai pendapatnya soal Bachir sebagai saingan terkuatnya dalam Kongres II PAN di Semarang, Jawa Tengah, 7 ? 10 April. Telepon selularnya tak aktif ketika dihubungi tadi malam.

Lebih jauh, Bachir menjelaskan, ia telah membentuk Tim Lahtazan yang artinya, ?Jangan Bersedih.? Lahtazan berisi kelompok muda Muhammadiyah dan PAN. Hanafi Rais, putra Amien Rais, menjadi Koordinator Nasional Tim Lahtazan.

Bachir mengaku aktif menggalang dukungan ke sejumlah daerah selama sekitar tiga pekan terakhir. "Segaja, saya tak muncul beberapa lama agar daerah bertanya-tanya tentang siapa saya?" ujarnya sambil terkekeh.

 

Para Kandidat Ketua Umum PAN Diundang ke Sumatera Selatan
Rabu, 16 Pebruari 2005 | 17:38 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang: Salah satu kandidat ketua umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir, akan mengunjungi Sumatera Selatan, besok, Kamis (17/2). Menurut Koordinator Media Center PAN Ivan Iskandar, Soetrisno dijadualkan memaparkan visi, misi dan agenda kerja dihadapan kader-kader PAN Sumsel. "Ya, DPW PAN Sumsel sudah menjadualkan beberapa tokoh yang akan mencalonkan diri ke bursa Ketua Umum untuk memberikan paparan. Fuad Bawazier dijadualkan 3 Maret 2005, berada di Sumsel," katanya.

Pertemuan dikemas dalam bentuk paparan visi dan misi, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan calon ketua umum tersebut. Ivan membantah jika pertemuan itu merupakan bentuk dukungan kepada calon tersebut. Sebab sampai saat ini DPW Sumsel belum memutuskan siapa yang bakal didukung menggantikan Amien Rais.

Pertemuan itu, kata Ivan, lebih melihat soal kesiapan dan pikiran-pikiran calon untuk memimpin partai berlambang matahari ini.

Yang jelas, saat ini PAN Sumatera sudah memutuskan beberapa orang yang akan duduk dalam formatur yaitu Sumsel diwakili S. Hasan, Sumatera Tengah diwakili Asmar AF Nur dan Sumut oleh Ibrahim Sakti. "Ketiganya akan diperjuangkan duduk dalam formatur dalam kongres mendatang," ujar Ivan.