A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
     ► Dephub
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 10092006  
   
  ► e-ti/ricky l photo  
  Nama :
Ir H Soemino Eko Saputro, MM
Lahir:
Solo, 10 September 1947
Agama:
Islam
Jabatan:
Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan

Pendidikan:
- SD Solo 1959
- SMP Surakarta 1962
- SMA Surakarta 1965
- S 1 Teknik Sipil ITS, Surabaya, 1976
- S 2 Manajemen Pemasaran STIE IPWI Jakarta 2000

Tanda jasa/penghargaan
- Satya Lancana Karya Satya 10 Tahun, 1995
- Satya Lancana Wirakarya, 1996
- Satya Lancana Pembangunan,1998
- Satya Lancana Karya Satya 20 Tahun, 1998

Alamat Kantor:
Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Dephub RI, Jalan Medan Merdeka Barat No 8, Jakarta Pusat

Alamat Rumah:
Jl. Lengkong Dalam No. 23, Kelurahan Cikawo, Kecamatan Lengkong, Bandung, Jawa Barat

Jalan Bumi No. 26,
Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan
 
 
     
 
BIOGRAFI

 

BIOGRAFI:  01  02  03  04  05  06  07  08  09  10  11 12  13  14  15  16  17  =

 

Soemino Eko Saputro (07)

Dirjen KA Pertama


Setelah Soemino tiga tahun menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Multi Moda, dan Staf
Ahli Menhub Bidang Ekonomi, kemudian muncul Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Dan Soemino dipercayakan menjadi Dirjennya yang pertama.


Soemino tidak tahu persis mengenai munculnya usulan untuk pembentukan Ditjen Perkeretaapian. Tetapi Departemen Perhubungan, tentunya memikirkan perlunya pengembangan perkeretaapian. Soalnya, selama ini dengan masuknya kereta api di Ditjen Perhubungan Darat, kemajuannya belum maksimal. Mungkin perlu dikembangkan, karena di negara-negara lain, seperti China, Rusia dan Myanmar, kereta api cukup besar pengaruhnya. Di negara-negara lain bahkan ada kementerian kereta api. Tetapi di Indonesia kok masih berada di bawah Ditjen Perhubungan Darat. Itu sasarannya, kenapa dimunculkan Ditjen Perkeretaapian.


Soemino dipanggil Menteri Perhubungan, mungkin karena dia dipandang orang lama yang menggeluti kereta api. Pak Hatta memiliki pemikiran yang tajam. “Saya tidak tahu persis. Tetapi di mana pun ditempatkan, pasti akan saya kerjakan dengan baik,” kata Soemino.


Pikirannya setelah mendapat kepercayaan sebagai Dirjen KA, hanya satu, pengabdian bagaimana membangun kereta api menjadi bagus. Dia sangat menyadari peluang untuk mengabdikan diri terbatas waktunya. Maka dia mengaku akan merasa puas dan bangga kalau meninggalkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dalam kondisi yang bagus.


Sama seperti ketika dia meninggalkan Perumka, dimana kondisi kereta api berada pada puncak, terbaik. Dia memang selalu berusaha meninggalkan pekerjaan dalam kondisi prima atau kondisi puncak. Sekarang pun juga demikian, dia berusaha bekerja semaksimal mungkin, sehingga kalau meninggalkan jabatannya, paling tidak kereta api dalam kondisi siap dan bagus. Untuk mencapai hal itu, dia tidak sekedar ngomong. Melainkan dia memulainya dengan membuat program yang sangat komprehen-sif, ditel, fisibel dan aplikatif. Siap menjadikan KA sebagai alat transportasi massal unggulan di negeri ini. ►mti/crs-sh-ri

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)