A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Buku
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 14022008-02062003  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Meninggal:
Jakarta, 27 Januari 2008

Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
 
     
 
SOEHARTO HOME

 

BUKU:

HM SOEHARTO DALAM BERITA

Judul: Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM SOEHARTO DALAM BERITA; Jilid: I sampai XX (1965 sampai 1998); Jumlah halaman: Rata 900 halaman per jilid  (x20) = 18.000 halaman; Dicetak luks, hard cover, jumlah terbatas; Tim Produksi: Pengaarah: Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Ketua), M. Saiful Hadi, Anton Siswandi dan Oscar Motuloh (Anggota); Pelaksana: Biqwanto Situmorang (Ketua), HP Leksaanawati (Koordinator Pelaksana), Darwito (Koordinator Teknis); Penerbit: Antara Pustaka Utama 2008

 

GRATIS:

Bagi 20 Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang pertama memesan diberikan GRATIS (tanpa pengganti ongkos cetak) dan hanya dikenakan ongkos kirim atau bisa diambil langsung (setelah lebih dulu dikonfirmasi) ke Jalan Bukit Duri Tanjakan IX No.8, Tebet, Jakarta Selatan, Telp. 021-8293113 Fax. 021-83787235 PESAN SEGERA

 

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

 

Wisata Ziarah

Astana Giribangun, 3000 Orang/Hari

Indopos, Kamis, 14 Feb 2008: Sampai lebih dua pekan setelah Pak Harto meninggal, Astana Giribangun, makam keluarga Cendana di Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, rata-rata dikunjungi 3.000 orang setiap hari. Kedatangan para peziarah itu memberi kontribusi tersendiri bagi ekonomi warga di perbukitan yang tanahnya rawan longsor itu.

 

Selamat Jalan Pak Harto

Kopassus Jaga Makam 7 Hari

Indopos, Selasa, 29 Jan 2008: Pak Harto, jenderal besar, sudah tidur panjang di tempat peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakamannya dilakukan dengan upacara militer level tertinggi. Bahkan, prosesi pemakaman paling agung dan paling terhormat yang pernah ada di negeri ini.

 

Minggu, 27 Januari 2008

Mantan Presiden Soeharto Wafat

Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

 

Tim Pangacara Bersikap:

Pak Harto Tidak Besalah

Rabu, 17 Jan 2008: Pengacara HM Soeharto, OC Kaligis, mengungkapkan bahwa tim pengacara tidak minta Jaksa Agung datang menemui keluarga Soeharto di RSPP. "Itu bukan kami yang minta," ujar Kaligis. Menurut Kaligis, tim pengacara punya sikap bahwa Pak Harto tak bersalah sehingga tidak membutuhkan penyelesaian gugatan dengan menutup kerugian negara.

 

Indopos 13 Jan 2008

Cendana Tolak Nego SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lewat Jaksa Agung Hendarman Supandji menawarkan penyelesaian di luar pengadilan untuk mengakhiri gugatan perdata kasus Yayasan Supersemar yang kini bergulir di meja hijau. Tapi, negosiasi itu bertepuk sebelah tangan. Pihak Cendana tidak tertarik dengan tawaran tersebut.

 

HM Soeharto

Dalam Kondisi Sangat Kritis

Jakarta, 12/01/2008: Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina hingga, Sabtu (12/1) pagi masih kritis karena mengalami kegagalan multiorgan. Kondisi ini terjadi sejak pukul 17.00 ditandai dengan penurunan kesadaran, pernapasan yang memburuk, serta tekanan darah yang menurun. Bahkan sempat beredar kabar burung via SMS bahwa Pak Harto telah menghembuskan nafas terakhir.

 

HM Soeharto

Dirawat Inap di RSPP

Jakarta, 4/12/2008: Mantan Presiden Soeharto dirawat inap di Kamar Presiden Suite No 536 Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Pak Harto masuk RSPP Jumat 4 Januari 2008 pukul 14.15, setelah lima hari sakit dan dirawat di rumah. Menurut tim dokter, kadar hemoglobin darahnya rendah, tekanan darah turun, dan penimbunan cairan (oedema) yang mengakibatkan seluruh tubuhnya membengkak.

 

HM Soeharto

Perwira Handal Ahli Strategi

DEPTHNEWS MTI-33: Mantan Presiden Soeharto sudah melewati usia 85 tahun. Senyumnya masih mengembang pada wajahnya yang mulai tampak keriput. Kejaksaan Agung sudah menghentikan penuntutan atas perkaranya. Pak Harto termasuk di antara tokoh pejuang TNI yang menerima anugerah Bintang Sakti Maha Wira Ibu Pertiwi

 

 

BERITA

      BIOGRAFI  

Litbang Kompas

Politik Soeharto terhadap Militer

Sudah menjadi pengetahuan umum, militer di Indonesia yang menjelma dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)-kini Tentara Nasional Indonesia (TNI) plus Polisi Republik Indonesia (Polri)-adalah satu komponen negara yang memiliki nilai politis dan strategis tersendiri. Meskipun senantiasa menampilkan citra solid dan independen, namun  hubungan di antara berbagai kelompok kepentingan di dalamnya tidak selalu berjalan harmonis.

 

Mulai Pulih

Pak Harto Pulang, Dirawat di Rumah

Jakarta, 31/05/2006: Mantan Presiden Soeharto diizinkan meninggalkan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) setelah dirawat selama 27 hari, sejak 4 - 31 Mei 2006. Jenderal bintang lima itu sempat menjalani operasi pemotongan usus sepanjang 40 sentimeter. Tim Dokter Kepresidenan menilai kondisi kesehatan Pak Harto sudah makin membaik sehingga bisa pulang dan selanjutnya akan dirawat di rumah.

 

Presiden SBY:

Endapkan Penyelesaian Politik Pak Harto

Jakarta 12/5/2006: Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengungkapkan bahwa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menerbitkan SKPP (surat ketetapan penghentian penuntutan) Pak Harto karena alasan kesehatan (Kamis 11/5/06). Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampak masih ragu dalam memutuskan penyelesaian politik, sehingga masih diendapkan.

 

Presiden SBY:

Peradilan Pak Harto Dihentikan

Jakarta 11/05/06: Pemerintah tidak akan melanjutkan perkara mantan Presiden Soeharto di pengadilan, yang selama ini terhenti karena alasan kesehatan. Hal ini dinyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (10/5/06) malam, setelah mengadakan pertemuan dengan para pimpinan lembaga tinggi negara.

 

Penghargaan Golkar

Anugerah Bhakti Pratama

Jakarta, Kompas, 25/11/2005: Setelah melalui proses yang panjang, Partai Golongan Karya akhirnya sepakat memberi penghargaan Anugerah Bhakti Pratama kepada mantan Presiden Soeharto, yang juga mantan Ketua Dewan Pembina Golkar di era Orde Baru.

 

Tajuk KOMPAS

Sejarah Pertama Itu Akan Terus Diabadikan

Jakarta 276/2005: SELAMA ini jika kita berbicara tentang Orde Baru, maka yang selalu menonjol adalah sisi buruknya. Padahal, sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita petik dan kita jadikan pengalaman dalam segala macam aspeknya. Dari sanalah kita bisa memilah mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.

 

Setelah Dirawat Tujuh Hari

Pak Harto Pulang dari Rumah Sakit

Jakarta 11/5/2005: Mantan Presiden Soeharto diizinkan pulang dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Rabu 11/5/2005 sekitar pukul 17.00 WIB, setelah dirawat selama tujuh hari karena pendarahan usus. Pak Harto meninggalkan rumah sakit dengan jarum infus di tangan kirinya, didorong duduk di kursi roda diiringi putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana.

 

Masih Dirawat di RSPP

Kesehatan Pak Harto Membaik

JAKARTA 9/5/2005: Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto sudah mulai membaik. Siti Hediati yang akrab disapa Titik, putri keempat Pak Harto, mengatakan hal itu kepada wartawan usai membesuk ayahnya yang tengah dirawat di ruang 604 RSPP, Jakarta Selatan, Minggu 8/5/2005.

 

Pak Harto

Masuk RSPP, Kondisi Stabil

JAKARTA 7/5/2005: Mantan Presiden RI Soeharto kembali masuk rumah sakit. Mantan penguasa Orde Baru tersebut dilarikan ke RS Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis 5/5/2005, karena sejumlah gangguan kesehatan. Termasuk, komplikasi saluran pencernaan dan jantung yang pernah diidapnya.

 

     

HM Soeharto (1)

Dikhianati Pembantu Dekatnya

Haji Muhammad Soeharto, dipanggil akrab Pak Harto, adalah sosok nama besar yang memimpin Republik Indonesia, selama 32 tahun. Suatu kemampuan kepemimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya (senang atau tidak). Ia menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). Bahkan sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan (1985). Maka, saat itu pantas saja ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

 

Majalah Tokoh Indonesia 24 Edisi Khusus 60 Tahun RI

Soeharto Bapak Pembangunan Indonesia

DAFTAR ISIDEPTHNEWS:60 Tahun Republik Indonesia. Gerak Pembangunan di Era Enam PresidenPembangunan di Era Bung Karno: = Gelora Politik RevolusionerBung Karno Putra Sang Fajar Pembangunan di Era Pak Harto: Selamatkan Bangsa dari KehancuranPak Harto Membangun IndonesiaBapak PembangunanStrategi Trilogi PembangunanSukses Pangan, KB dan Perumnas Disegani, Diplomasi Pak HartoPak Harto BerdukaPembangunan Era Reformasi: Pertarungan Politik Empat PresidenBJ Habibie, Melepas Timor Timur Gus Dur, Sempat Keliling DuniaMegawati Andalkan Privatisasi ► Susilo Bambang Yudhoyono Pilihan Rakyat, Kaya WacanaATENSI:HM Soeharto, Jenderal Besar TNI, Bapak Pembangunan IndonesiaWAWANCARA:Pak Harto Hidupnya SederhanaAir Mata Pak HartoDalang Peristiwa 14 Mei 1998 ► Habibie Nyatakan SanggupTOKOH UTAMA: ► HM Soeharto, Sang Negarawan, Rela Mundur Hindari Pertumpahan DarahG-30-S/PKI dan Isu Dewan JenderalMikul Dhuwur Mendhem JeroMalah Dituduh Terkait G-30-S/PKIKISAH HIDUP: ► Satria Dari Desa KemusukSerangan Umum 1 Maret 1949Tak Lupa Pada AkarnyaKEGIATAN SOSIAL:Wawancara Pak Harto Tentang Yayasan yang DidirikannyaPak Harto di Al-Zaytun ► Kapur Sirih: Tak Mudah Jadi Presiden ► Surat & Komentar: Pak Harto

MAJALAH TOKOH INDONESIA 24 VERSI PDF

 

Telah Terbit: Majalah Tokoh Indonesia 18

Indonesia Harus Kuat

►SURAT-Kapur Sirih: Jurnalisme Makna (4) ►DEPTHNEWS: Indonesia Harus Kuat (6-9) ►OPINI TOKOH: Syaykh AS Panji Gumilang (10-15) ►TOKOH UTAMA: HM Soeharto (18-20) = Harmoko (16-17) ►TOKOH PILIHAN: Sutrisno Iwantono (20-21) = Imam Supriyanto (22-23) = Sulaiman AB (29) ►TOKOH DUNIA Dato' Paduka Sri Mir Khan (24-28) ►COMPANY: CenturyBank ( 30-34)

 

BUKU

Suharto, A Political Biography

Kupas Kekompleksan Soeharto

Judul: Suharto, A Political Biography, Penulis: R.E.Elson, Penerbit: Cambridge University Press, United Kingdom, tahun 2001, Jumlah halaman: x, 389 halaman. 

 

================================

 

Taransfusi Sudah Distop

Presiden Jenguk Pak Harto

Jakarta 10/5/2005: Pada hari keenam dirawat di RSPP, kondisi kesehatan Pak Harto sudah lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. “Masih ada sedikit pendarahan di usus besar, tetapi transfusi darah sudah dihentikan,” kata ketua tim dokter yang juga Direktur RSPP, dr Sutji A Marjono, seusai mendampingi Presiden Yudhoyono yang datang menjenguk Pak Harto, Selasa siang 10/5.

 

Hari kelima di RSPP

Pak Harto Sadar, Tidak Kritis

Jakarta 10/5/2005: Pada hari kelima Pak Harto dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), pendarahan pada usus besarnya masih berlangsung. Namun demikian, Pak Harto tidak dalam kondisi kritis. Kesadarannya cukup baik, sehingga masih dapat diajak berkomunikasi, meskipun lemah. Ketua tim dokter kepresidenan Brigade Jenderal (Brigjen) Mardjo Soebiandono mengungkapkan hal itu kemarin (9/5) saat jumpa pers pembacaan kondisi kesehatan Pak Harto di RSPP.