| |
C © updated 27012008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Meninggal:
Jakarta, 27 Januari 2008
Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Minggu, 27 Januari 2008
Mantan Presiden Soeharto Wafat
Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27
Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan
sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun
setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah
Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.
Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran
Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara
resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya
Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta
akibat kegagalan multi organ.
Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto
diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8,
Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi
sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah
wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak
menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.
Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut
kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis
warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan
Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu
(27/1).
Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil
Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat
kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa
pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu
(27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya
mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.
"Hari ini, kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad
Soeharto, Presiden RI kedua karena sakit," kata Presiden SBY. Presiden
atas nama negara, rakyat, pemerintah dan pribadi mengucapkan
belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Soeharto.
Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar
diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT sesuai pengabdian, jasa,
amal baiknya, baik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan dalam
kehidupan umat manusia.
Presiden juga mengajak rakyat mendoakan agar keluarga Pak Harto yang
ditinggalkan tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang maha besar. "Terus
lihat ke depan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik," ujarnya.
“Penghormatan setinggi-tingginya layak diberikan kepada Pak Harto
sebagai satu dari putra terbaik bangsa yang amat besar jasanya kepada
bangsa dan Negara,” ujar Presiden. Jumpa per situ diakhiri oleh Presiden
dengan mengajak semua peserta jumpa pers yang beragama Islam mengucapkan
Alfatihah.
Astana Giribangun
Menurut informasi yang diperoleh Tokoh Indonesia dari keluarga di
Cendana, direncanakan jenazah mantan Presiden Soeharto akan
diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Senin (28/1), pukul
09.00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusumah. Selanjutnya, jenazah akan
diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Solo pukul 10.00 WIB.
Untuk kemudian dimakamkan di Astana Giribangun, Solo, Senin (28/1).
Prosesi pemberangkatan jenazah akan dilakukan dengan penghormatan khusus
sebagai mantan pejabat negara. namun, belum dipastikan di mana prosesi
penghormatan akan dilakukan. Ketua DPR Agung Laksono akan memimpin
upacara pelepasan dari Jalan Cendana No.8 Jakarta Pusat. Kemudian,
menurut informasi dari Istana Wapres, Wapres Jusuf Kalla akan melepas
jenasah diberangkatkan dengan pesawat dari Lanud Halim Perdana Kusuma
menuju Solo.
Kemudian, Presiden SBY akan menerima jenazahnya di Solo, sekaligus
memimpin upacara pemakaman di Astana Giribangun, Karanganyar, Senin
(28/1). Pak Harto akan dimakamkan di sisi makam istrinya, Alm. Ibu Tien
Soeharto. Berkaitan dengan itu, seluruh jadual kepresidenan hari ini dan
esok dibatalkan. Termasuk membatalkan agenda Presiden ke Bali yang
seharusnya menghadiri acara Konferensi tentang Korupsi se-Dunia.
Sebelumnya, Mingu Sore pukul 16.00 WIB, Presiden Soesilo Bambang
Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, lebih dulu melawat ke Cendana.
Berkabung 7 Hari
Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa
di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Minggu (27/1) secara resmi
menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari mulai 27 Januari-2
Februari 2008. Sehubungan dengan itu, pemerintah menginstruksikan
pengibaran bendera merah putih setengah tiang untuk seluruh kantor/instansi
pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, kantor swasta, dan masyarakat
luas selama tujuh hari, mulai 27 Januari-2 Februari 2008.
Instruksi berkabung nasional dengan pengibaran bendera setengah tiang
selama tujuh hari itu didasarkan pada PP Nomor 62 Tahun 1990. Hatta juga
menjelaskan secara resmi keterangan pemerintah atas meninggalnya mantan
Presiden Soeharto atas dasar keterangan tim dokter kepresidenan.
Soeharto meninggal di RSPP, Jakarta, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB. "Soeharto
akan dimakamkan di makam keluarga di Astana Giribangun, Karanganyar,
Jawa Tengah, Senin, 28 Januari 2008 dengan inspektur upacara Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya. ►ti/rbh
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
` |