A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Buku
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 12052005  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
 
     
 
BERITA

 

Setelah Dirawat Tujuh Hari

Pak Harto Pulang dari Rumah Sakit


Jakarta 11/5/2005: Mantan Presiden Soeharto diizinkan pulang dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Rabu 11/5/2005 sekitar pukul 17.00 WIB, setelah dirawat selama tujuh hari karena pendarahan usus. Pak Harto meninggalkan rumah sakit dengan jarum infus di tangan kirinya, didorong duduk di kursi roda diiringi putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana.

Pak Harto yang mengenakan sarung kotak-kotak hitam-biru dan kemeja koko hijau muda, tampak gembira dan melambaikan tangan kepada kerumunan wartawan, menuju mobil Toyota Alphard berwarna hitam yang membawanya pulang kerumah di Jalan Cendana 8, Jakarta Pusat.

Menurut kata ketua tim dokter kepresidenan, dr Mardjo Soebiandono, sebenarnya kondisi beliau masih belum ideal untuk pulang, namun atas pertimbangan psikologis, dokter mengizinkan.

“Sejak kemarin beliau sudah memaksa untuk pulang, tim dokter akhirnya mengizinkan," kata Mardjo. Ketua tim dokter ini berharap jika Pak Harto berada di rumah, akan ada faktor psikologis positif yang membantu proses penyembuhannya.

Hal senada dikemukakan dokter Joko Rahajo, spesialis bedah urologi dari tim dokter kepresidenan kepada pers di RSPP, Jakarta Selatan, 11/5. "Kondisi beliau hari ini sudah menunjukkan perbaikan meski sebenarnya masih memerlukan perawatan di rumah sakit," katanya.

Direktur RSPP Sutji Mariono menjelaskan bahwa perawatan di rumah merupakan lanjutan dari perawatan di rumah sakit. Kendati dirawat di rumah, tim dokter telah menyiapkan semua keperluan obat-obatan dan akan melakukan pemantauan terhadap kesehatan Pak Harto.

Tim dokter akhirnya mengizinkan pulang karena memandang kondisi Pak Harto relatif aman untuk dirawat di kediamannya Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Disebutkan, kesembuhan Pak Harto sudah 90 persen kecuali dari penyakit permanen yang diidapnya, yakni brain damaged (kerusakan otak).
Dijelaskan, saat ini pendarahan di saluran pencernaan sudah dapat diatasi, hemoglobin (Hb)/sel darah merahnya sudah ada perbaikan, naik dari 7,00 gram persen menjadi 11,6 gram. Namun menurut tim dokter, pemulihan organ-organ vital lainnya, yakni otak, jantung, paru-paru dan ginjal masih belum optimal sehingga masih memerlukan perawatan intensif dan observasi secara ketat. Tim dokter berharap Hb Pak Harto akan naik dengan sendirinya hingga mencapai angka normal 12 atau 13 gram persen dari makanan dan pemulihan lainnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin sekitar pukul 11.00 sampai pukul 11.15, membesuk Pak Harto. Jusuf Kalla membesuk mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, itu bersama Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Prabowo Soebianto dan Fahmi Idris. Kalla menjelaskan, kedatangannya membesuk Pak Harto adalah sebagai Ketua Umum Golkar ketimbang Wapres.

Ketika ditanya wartawan mengenai kemungkinan pemberian amnesti terhadap Pak Harto, Kalla menyatakan, "Pak Harto tidak mempunyai perkara yang maju ke pengadilan. Tapi saya menghargai beliau sebagai bapak bangsa."

Kalla mengatakan tidak ada perkara hukum berkaitan dengan Pak Harto. "Beliau kan tidak ada perkara. Tidak diajukan kan, perkaranya? Kalau tidak diajukan, tidak ada perkara kan?" ujar Kalla bernada tanya. Kalla menyatakan, Pak Harto dihargai sebagai bapak bangsa. Oleh karena itu, hendaknya dilihat dari sisi sakitnya saja.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung juga membesuk Pak Harto. Akbar mengatakan Pak Harto sebagai seorang tokoh yang sudah berjuang untuk bangsa dan negara. "Beliau sudah sepuh, dan kita ingin beliau yang telah membaktikan diri supaya tenang," katanya.

Sehari sebelumnya, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno seusai menjenguk Pak Harto juga menegaskan bahwa Pak Harto taat hukum. Try menegaskan bahwa Pak Harto tidak pernah menghindar dari penegakan hukum. ►e-ti/tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)