| |
C © updated 02062003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Pak Harto
Masuk RSPP, Kondisi Stabil
JAKARTA 7/5/2005: Mantan Presiden RI Soeharto kembali masuk rumah sakit. Mantan
penguasa Orde Baru tersebut dilarikan ke RS Pusat Pertamina (RSPP)
Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis 5/5/2005, karena sejumlah gangguan kesehatan.
Termasuk, komplikasi saluran pencernaan dan jantung yang pernah
diidapnya.
Hingga kemarin, Soeharto masih dirawat di ruang VVIP 604 lantai VI RSPP.
Seorang supervisor di RSPP membenarkan bahwa Soeharto masuk rumah sakit
itu sejak Kamis (05/5) pukul 09.00. "Beliau masuk dan dirawat di ruang
yang biasanya digunakan," jelas supervisor yang menolak disebutkan
namanya tersebut ketika ditemui di bagian informasi RSPP kemarin.
Petugas RSPP menolak berkomentar tentang gangguan kesehatan yang dialami
Soeharto, termasuk perkembangan perawatannya. Seorang staf humas RSPP
juga menolak menginformasikan perkembangan terbaru kondisinya. "Nanti
ada jumpa pers dari tim dokter kepresidenan," jelas supervisor itu.
Sejumlah kolega Soeharto memberikan dukungan moral kepada presiden kedua
RI tersebut agar kondisinya segera membaik. Keluarga dan kerabat Cendana
silih berganti membesuk Soeharto. Dari buku tamu, tertulis beberapa nama
yang telah membesuk. Di antaranya, Probosutedjo dan mantan Kabulog
Bustanil Arifin.
Yang jelas, saat ini Soeharto ditangani dua tim dokter, yakni tim dokter
kepresidenan dan tim dokter RSPP. Tim dokter RSPP terdiri atas
sedikitnya 10 ahli. Di antaranya, dokter ahli jantung, penyakit dalam,
dan radiologi.
Suasana di RSPP dijaga agak ketat dibandingkan biasanya. Petugas memang
tidak berjaga di pintu masuk rumah sakit. Tetapi, pembesuk yang berupaya
memasuki lantai VI langsung ditanya identitasnya. Wartawan juga dilarang
memasuki lantai enam tempat Soeharto dirawat.
Ketika dikonfirmasi, anggota tim dokter kepresidenan yang ikut menangani
Soeharto, dr Koenindro Dadi SpRad, membenarkan bahwa mantan orang nomor
satu di negeri ini itu dirawat di lantai VI RSPP. "Tadi, saya dengan tim
dokter lain memantau perkembangan terakhir Pak Harto. Sepertinya, tidak
ada yang perlu dikhawatirkan. Kondisinya (kesehatan) masih stabil," kata
Koenindro kepada koran ini di Jakarta kemarin.
Tapi, Koenindro menolak menjelaskan detail materi pemeriksaan. Dia hanya
menyatakan, perawatan Soeharto di RSPP bersifat rutin atau semacam
general check-up. "Saya nggak bisa komentar lebih jauh. Senin nanti, ada
jumpa pers hasil perawatan oleh dokter Djoko (dr Djoko Rahardjo SpU).
Perawatan di RSPP hanya bersifat rutin," tutur Koenindro yang juga
dokter spesialis di RSPP itu.
Dr Djoko Rahardjo SpU merupakan ketua tim dokter gabungan yang merawat
kesehatan Soeharto selama di RSPP. Dr Joko juga tercatat sebagai
spesialis bedah urologi di RSPP.
Tadi malam, artis senior Camelia Malik terlihat membesuk. Menurut
Camelia, Soeharto menjalani rawat inap karena hemoglobin (Hb) atau butir
darah merahnya turun. Selain itu, dia mengalami sesak napas.
Camelia lantas bercerita, tadi malam di tubuh Soeharto, dipasang
peralatan transfusi darah. Namun, Camelia yang beberapa kali menjenguk
Soeharto selama dirawat di RSPP itu mengaku tidak bisa terus memantau
karena hanya menunggu di luar ruangan. "Kita tidak bisa ganggu dan tidak
bisa banyak bicara. Kita datang, Pak Harto melek, tapi beliau lebih
banyak tidur," katanya.
Dia menambahkan, dokter hanya berbicara dengan keluarga dekat, seperti
Siti Hardiyanti Rukmana. Camelia menyebut, sebenarnya, Soeharto sempat
menyatakan keinginan dirawat di rumah, namun dilarang anak-anaknya.
Seperti diketahui, Soeharto lebih dari satu kali dirawat di RSPP. Pada
27 April 2004, ayah Tommy Soeharto tersebut dirawat akibat gangguan
kesehatan di saluran pencernaan bagian bawah atau usus besar. Kala itu,
hemoglobin Soeharto sempat turun menjadi 6,3 persen dari seharusnya 10
persen. Kondisi tersebut diperparah dengan komplikasi jantung. Berbagai
gangguan kesehatan itu juga terkait dengan usia lanjut Soeharto (83
tahun). (Indopos, 7/5/2005)
Soeharto Dirawat di RSPP
Jakarta 7/5/2005: Mantan Presiden RI Soeharto kembali dirawat di Rumah
Sakit Pertamina Pusat, sejak hari Kamis lalu. Namun, hingga Sabtu (7/5)
kemarin, belum dapat dipastikan apakah Soeharto sakit atau hanya sekadar
pemeriksaan rutin.
Menurut keterangan salah seorang Supervisor RSPP Sri Maesuri Usman,
Soeharto datang ke RSPP pada hari Kamis sekitar pukul 07.30. Mantan
penguasa RI selama 32 tahun itu kemudian menempati kamar 604 VVIP Lantai
6 Gedung F. "Kami tidak bisa memberikan keterangan lainnya, karena yang
berhak memberikan keterangan mengenai kondisi kesehatan hanya tim dokter
pribadi," kata Sri.
Pihak RSPP hanya menjanjikan tim dokter akan memberikan keterangan pers
pada Senin (9/5) besok.
Penjagaan di RSPP tidak terlalu ketat. Hanya saja, lift menuju ke lantai
atas selalu dijaga petugas satpam dan bila ada orang-orang yang dianggap
mencurigakan-apalagi wartawan-yang akan menggunakan, tidak diperbolehkan
naik oleh petugas satpam. Sedangkan di pintu belakang RSPP yang biasanya
dipakai untuk keluar masuk keluarga Soeharto yang menjenguk, terdapat
beberapa mobil yang diduga milik keluarga besar Soeharto.
Informasi mengenai sakitnya Soeharto ini pertama kali diketahui wartawan
dari Ketua Petisi 50, Ali Sadikin. Sabtu pagi kemarin, ketika menggelar
jumpa pers di rumahnya, di wilayah Menteng, tiba-tiba Ali Sadikin
menceritakan pertemuannya kembali dengan Soeharto beberapa waktu lalu di
Taman Mini Indonesia Indah.
"Waktu itu beliau datang langsung memeluk saya dan sebagai orang yang
lebih muda, saya senang dan tidak punya rasa dendam lagi. Oh ya, tadi
pagi, saya mendapat telepon dari seorang teman yang mengabarkan kalau
Pak Harto sakit, nanti mungkin saya akan menjenguk," kata Ali kepada
Kompas dan beberapa wartawan lainnya. Kabar itu kemudian menyebar ke
kalangan media massa.
Tiga kali
Dirawatnya Soeharto di RSPP ini untuk yang ketiga kalinya. Sebelumnya,
Soeharto pernah dirawat di rumah sakit yang sama sebanyak dua kali yaitu
pada tahun 1999 dan bulan Mei 2004 lalu. Saat terakhir kali dirawat,
tahun 2004, Soeharto menderita sakit diverticulosis colon (pendarahan
usus besar) yang mengakibatkan hemoglobin (Hb) rendah, yaitu 6,3.
Akibatnya, ia harus dirawat inap selama sepuluh hari. Pada tahun 1999,
Soeharto juga pernah dirawat di RSPP karena menderita stroke ringan.
Tim dokter pribadi yang pada waktu itu merawat Soeharto ialah dr Joko
Raharjo (spesialis penyakit saluran kencing dan ginjal), dr Yuniarti
(ahli penyakit jantung), dr Unindro (ketua tim dokter kepresidenan), dr
Suci (Direktur RSPP), dan dr Winarni Hudoro (ahli penyakit dalam,
ginjal, dan saluran kencing). (Kompas, 7/5/2005 ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|