A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Buku
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 09052005  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
 
     
 
BERITA

 

Masih Dirawat di RSPP

Kesehatan Pak Harto Membaik


JAKARTA 9/5/2005: Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto sudah mulai membaik. "Kondisinya sekarang agak membaik," ujar Siti Hediati yang akrab disapa Titik, putri keempat Pak Harto, kepada wartawan usai membesuk ayahnya yang tengah dirawat di ruang 604 Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, Minggu 8/5/2005.

Beberapa tokoh juga datang membesuk, antara lain Wakil Ketua MPR AM Fatwa, mantan Gubernur DKI Ali Sadikin, dan mantan Hakim Agung Bismar Siregar. Namun tim dokter melarang Pak Harto untuk banyak bicara.

Presiden RI Ke-2 kelahiran Kemusuk, Argamulya, Yogyakarta, 8 Juni 1921, itu mulai dirawat di RSPP sejak Kamis (5/5/2005) sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, menurut Titik, pada Rabu (4/5), Pak Harto mengeluh sesak napas dan ternyata ada pendarahan. Sementara, Pak Harto menolak untuk dirawat di rumah sakit. Namun kondisinya tidak makin membaik sehingga keesokan harinya (Kamis) dibawa ke RSPP.

"Menurut keterangan dokter, kadar Hb (hemoglobin) dalam darah Pak Harto turun, sehingga harus dilakukan transfusi darah. Meski telah memasukkan lima kantong darah atau 1.300 cc, menurut keterangan dokter, Pak Harto belum bisa berkomunikasi dalam jangka waktu lama.

Saat mengunjungi Pak Harto, dikabarkan AM Fatwa sempat mencium dahi Pak Harto. Fatwa tiba sekitar pukul 17.35. Dia mengenakan setelan batik berwarna cokelat dan peci. "Saya tidak punya dendam apa-apa terhadap Pak Harto," ungkap Fatwa yang pernah dipenjara di LP Cipinang selama 18 tahun sejak 1984 karena terkait dengan kasus Tanjung Priok.

Fatwa mengatakan kedatangannya kali ini untuk bersilaturahmi dan karena alasan kemanusiaan. "Politik dan kemanusiaan harus dipisah. Saya dihukum secara politis dan saya sudah direhabilitasi secara politis juga pada masa pemerintahan BJ Habibie," ujarnya usai menjenguk Pak Harto selama sepuluh menit. Pada kesempatan itu, Fatwa menyerahkan sebuah buku yang ditulisnya ketika ia masih berada dalam tahanan, Menggugat dari Balik Penjara: Surat-Surat Politik AM Fatwa.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.45, Ali Sadikin juga membesuk. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Bang Ali, itu, mengenakan batik bermotif hitam putih yang dipadukan dengan celana hitam. Ia sempat berseberangan dengan Pak Harto.

Tengah hari, sekitar pukul 12.20, Bismar Siregar juga datang menjenguk. Bismar mengajak masyarakat mendoakan kesembuhan Pak Harto. "Keadaan Pak Harto baik, sudah dapat berkomunikasi bahkan dia juga telah mengenali saya," ujarnya.

Mantan KSAD Wismoyo Arismunandar dan Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Maftuh Basuni, juga datang menjenguk.Menurut Wismoyo, kondisi Pak Harto baik, Hb darahnya telah naik. Wismoyo terbilang lama berada di dalam kamar Pak Harto, mulai pukul 12.10 sampai 13.00 WIB.

Bob Hasan dalam kondisi kurang sehat juga menyempatkan diri menjenguk Pak Harto. Bob datang pukul 09.50 dan keluar pukul 10.50. Begitu pula sejumlah ulama dari Masjid Cut Nyak Dien dan Cut Meutiah Menteng, dipimpin KH Zamiril Ali, datang membesuk Pak Harto. ►e-ti/tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)