A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Organisasi
 ► Galeri
 ► Link
 ► Profesi
 ► Konsultan
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 02012003  
   
  ► e-ti/yus  
  Nama:
Slamet Effendy Yusuf
Lahir:
Purwokerto, Jawa Tengah, 12 Januari 1948
 
     
 
SLAMET EJ HOME

Slamet Effendi Yusuf

Siap Pimpin PBNU

BERITA TOKOH 010809: Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Slamet Effendi Yusuf (SEY), yang pada tahun 80-an sungguh punya andil dalam kembalinya NU ke Khittoh 1926, mengatakan dirinya siap memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke depan jika dipilih dalam Muktamar 2010.

 

BIOGRAFI

Slamet Effendy Jusuf (1)

Pelaku dalam Beberapa Perubahan

Politisi berwawasan kebangsaan ini sangat sering berada pada momen perubahan yang sangat penting dan dahsyat. Ia seorang yang berperan penting dalam konvensi calon presiden dari Partai Golkar, suatu inovasi dalam dunia politik Indonesia. Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor ini, sesungguhnya adalah konseptor sejati kembalinya Nahdlatul Ulama ke Khittoh 1926. Ketua Dewan Kehormaatan DPR ini, berperan penting dalam perubahan dan peningkatan etos kerja anggota legislatif.

 

Saat mahasiswa, ia menjadi juru bicara memperjuangkan agar PMII, menjadi organisasi yang independen dari struktur Partai NU. Kemudian, sebagai Wakil Ketua Panitia Ad-Hoc (PAH) I Badan Pekerja MPR aktif mempersiapkan perubahan UUD 1945.

 

 

WAWANCARA

      BIOGRAFI  

Slamet Effendy Jusuf

Kemenangan Golkar Kebutuhan Nasional

Partai Golkar bakal pemenang lagi. Kenapa? Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu ini mengatakan karena keberadaan dan kemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2004 sudah menjadi kebutuhan nasional (national need).

     

Slamet Effendy Jusuf (2)

Ijazah Bukan untuk Nafkah

Namun dengan berbagai kegiatan semasa mahasiswa itu, ia masih bisa menyelesaikan kuliahnya di IAIN Jogja, dengan membawa ijazah. Kendati dalam proses mendapatkan ijazah itu, ada pengalaman yang membuatnya tersentak untuk tidak menggunakan ijazah untuk mecari kerja.