A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Organisasi
 ► Galeri
 ► Link
 ► Profesi
 ► Konsultan
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 01082009-02012003  
   
  ► e-ti/ys  
  Nama:
Slamet Effendy Yusuf
Lahir:
Purwokerto, Jawa Tengah, 12 Januari 1948
 
     
 
BERITA

 

Slamet Effendi Jusuf

Siap Pimpin PBNU


BERITA TOKOH 010809: Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Slamet Effendi Yusuf (SEJ), yang pada tahun 80-an sungguh punya andil dalam kembalinya NU ke Khittoh 1926, mengatakan dirinya siap memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke depan jika dipilih dalam Muktamar 2010.

 

Pada awal tahun 80-an, tokoh-tokoh muda NU, di antaranya Slamet Effendi Yusuf, mendorong agar NU mengambil langkah untuk keluar dari partai politik (Partai Persatuan Pembangunan). Agar NU kembali ke Khittoh 1926. Karena selama masih terlibat dengan politik, segala enerjinya terserap ke arah itu.

Maka tidak heran jika SEJ menyatakan kesiapan dirinya memimpin NU. "Kalau memang diminta muktamirin (peserta muktamar), saya siap mendarmabhaktikan tenaga dan pikiran saya untuk membangun PBNU ke depan," kata Slamet di Jakarta, Jumat (31/7).

Menurut SEJ, untuk memimpin PBNU seseorang harus paham betul kulturnya. Karena itu diperlukan seorang dirigent yang paham untuk melakukan refungsionarisasi dari badan-badan otonom dan sejumlah lembaga.

SEY mengatakan memimpin NU itu ibarat seorang dirigent yang memimpin musik orkestra. Jadi diperlukan pemahaman yang mendalam. Menurutnya, hal ini penting untuk melakukan refungsionarisasi badan-badan otonom dan lembaga.

Hal itu dikatakan berhubungan dengan rencana muktamar NU pada 2010. Tentang rencana Muktamar NU tersebut, Slamet mengatakan hal itu sudah menjadi kesepakatan dalam pleno PBNU dan sudah disetujui.

SEJ menggelisahkan badan-badan otonom dan lembaga di lingkungan PBNU yang saat ini mulai berjalan sendiri-sendiri dan tidak tunduk pada PBNU. Menurutnya, hal ini berbahaya, kalau sampai badan-badan otonom tidak mengacu kepada PBNU, lalu mau jadi apa?" ► bti/crs

 

 

BIOGRAFI

      WAWANCARA  

Slamet Effendy Jusuf (1)

Pelaku dalam Beberapa Perubahan

Politisi berwawasan kebangsaan ini sangat sering berada pada momen perubahan yang sangat penting dan dahsyat. Ia seorang yang berperan penting dalam konvensi calon presiden dari Partai Golkar, suatu inovasi dalam dunia politik Indonesia.

 

 

 

 

 

 

     

Wawancara Slamet Effendy Jusuf (3)

Kemenangan Golkar Kebutuhan Nasional

Partai Golkar bakal pemenang lagi. Kenapa? Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu ini mengatakan karena keberadaan dan kemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2004 sudah menjadi kebutuhan nasional (national need).