ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
  C © updated 14032004  
   
  ► e-ti/eks  
  Nama:
Siswono Yudo Husodo
Lahir:
Long Iram, Kalimantan Timur 4 Juli 1943
Agama:
Islam
Isteri:
Ratih Gondokusumo
Anak:
Mutiara, Savitri, Emeralda (meninggal dunia saat berusia 11 tahun), Rubyeta, dan Pirousi
Ayah:
Dr. Soewondo
Pendidikan:
S1 Teknik Sipil ITB 1968
Pekerjaan:
Anggota MPR mewakili petani 1999-2004
Menteri Transmigrasi dan Permukiman Perambah Hutan (1993-1998)
Menteri Negara Permumahan Rakyat (1988-1993)
Pendiri CV Bangun Tjipta Sarana - PT Bangun Tjipta Sarana

Organisasi:
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak 1999
Ketua Persatuan Pengusaha Real Estat Indonesia (1983-1986)
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (1973-1977)
Buku:
Warga Baru: Kasus Cina di Indonesia
 
     

==   1       6   7   ==

Siswono Yudo Husodo (3)

Trilogi Modernisasi


Dalam upayanya memperkenalkan diri kepada rakyat agar memperoleh kepercayaan dan dukungan seluruh rakyat Indonesia, ia menyusun Platform Perjuangan Calon Presiden RI 2004–2009. Trilogi Modernisasi: Percepatan Kemajuan Peradaban Bangsa 2004. Platform tersebut berisi uraian pokok pemikirannya sebagai hasil pengamatan dan penelahaan atas perjalanan hidup bangsa ini di masa lalu dan masa sekarang serta gagasan-gagasan untuk masa depan.

Tema sentralnya adalah Membangun Kemandirian Bangsa dengan Semangat Modernisasi dan Globalisasi. Pilihan tema ini dilatari berbagai pertimbangan, terutama empat hal, yaitu cita-cita kemerdekaan bangsa kita, kondisi faktual yang kita hadapi, arah dan kecepatan dinamika perkembangan dunia, serta cita-cita ke depan yang ingin kita capai. Menimbang keempat hal tersebut, menurutnya, membangun kemandirian adalah keharusan bagi bangsa indonesia.

Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang mandiri. Bangsa yang mampu menyediakan kebutuhannya sendiri, terutama terhadap barang yang dapat mereka produksi sendiri. Di masa lalu, Bung Karno pernah merumuskan cita-cita pembangunan bangsa yang mandiri dalam “Konsep-si Trisakti”, yaitu “berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Kemandirian akan meningkatkan kesejahteraan warga negara dan memperjelas eksistensi bangsa. Membangun Kemandirian Bangsa dengan Semangat Modernisasi dan Globalisasi juga memiliki arti meningkatkan integritas dan kapabilitas bangsa. Pemerintah harus dapat secara tepat menentukan pilihan dan mewujudkan cita-cita pembangunan negara sebagai bangsa modern, yang bertumpu pada kemampuan sendiri, dengan tetap membuka diri pada peranserta dunia internasional.

Visi dan Misi
Platform Percepatan Kemajuan Peradaban Bangsa 2004 merupakan rangkaian langkah yang efektif dalam memantapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kehidupan masyarakatnya yang bersatu, non-diskriminatif, rukun, damai dan tertib berdasarkan hukum. Dimana setiap warga negara dapat hidup dengan aman, tentram, dan merasa dilindungi oleh negara, sehingga mereka dapat berprestasi maksimal guna mencapai kesejahteraan yang tinggi serta didukung oleh pemerintahan yang efektif dan bersih dari KKN.

Dalam rangka mencapai cita-cita luhur bangsa, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945, menurutnya, perlu dilakukan upaya-upaya nyata untuk memajukan seluruh aspek perikehidupan bangsa melalui kegiatan pembangunan. Pembangunan tersebut dilakukan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan memperhatikan keseimbangan aspek materiil dan rohani.

Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan, ia menetapkan tiga misi pokok pem-bangunan guna mencapai kemandirian bangsa melalui “Trilogi Modernisasi”, yaitu:

Pertama, pertumbuhan ekonomi tinggi yang tidak bertumpu pada APBN tetapi pada kegiatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan pasar dalam negeri.

Kedua, pemerataan kesejahteraan rakyat dengan mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat yang berpenghasilan rendah melalui pemberian berbagai fasilitas yang merangsang peningkatan kesejahteraannya.

Ketiga, terciptanya ketertiban sosial, politik, ekonomi, dan keamanan melalui penegakkan hukum yang tegas.

Titik berat program pembangunan bangsa melalui Percepatan Kemajuan Peradaban Bangsa 2004 ini, diletakkan pada bidang ekonomi sebagai penggerak utama pembangunan dalam usaha memenuhi kebutuhan jasmani/materiil rakyat.

Sementara dalam usaha memenuhi kebutuhan rohani/immaterial rakyat program pembangunan harus dititik beratkan pada bidang pendidikan dan kebudayaan. Pembangunan kebudayaan diperlukan untuk mempertahankan nilai-nilai luhur dan sebagai pandangan hidup masyarakat, agar dapat menjadi jati diri bangsa dan sebagai perekat persatuan. Hal tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan harus sinergis dengan pembangunan dibidang lainnya agar tercipta keseimbangan perkembangan jasmani dan rohani rakyat Indonesia yang religius.


Penjabaran visi dan misi ini dituangkan dalam Limabelas Garis Besar Program Pembangunan.


GARIS BESAR PROGRAM PEMBANGUNAN

1. Mengembangkan sistem politik yang sehat dengan membentuk partai-partai pendukung pemerintah dan partai oposisi.
2. Menciptakan good governance.
3. Menegakan hukum yang berkeadilan guna memberikan rasa aman, ketertiban, dan keter-aturan.
4. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan strategi:
a. Mengandalkan natural base resources.
b. Memperbesar kegiatan ekonomi masyarakat.
c. Meningkatkan kegiatan ekonomi melalui peningkatan pasar.
d. Pemulihan kepercayaan dunia usaha.
e. Penyediaan lapangan kerja melalui perluasan lapangan kerja baru.
f. Menciptakan kondisi yang menarik untuk investasi infrastruktur.
g. Perluasan areal pertanian lahan kering dan persawahan baru.
h. Penyaluran Fasilitas Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP).
5. Mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.
6. Peningkatan kemampuan pertahanan dan keamanan.
7. Politik luar negeri yang bebas dan aktif.
8. Peningkatan fasilitas pelayanan publik.
a. Peningkatan pelayanan kesehatan dan air minum.
b. Peningkatan kualitas pendidikan.
9. Penanganan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) lama secara tegas dan menyelamatkan aset-aset negara, dengan melakukan tindakan hukum yang tegas dan sungguh-sungguh terhadap semua kasus korupsi, termasuk yang telah terjadi di masa lalu. Mereka yang terbukti bersalah harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya.
10. Mengupayakan sesegera mungkin terwujudnya swasembada pangan.
11. Peningkatan pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi SDA dan Lingkungan Hidup.
12. Peningkatan Program Keluarga Berencana.
13. Penanganan daerah konflik, seperti Aceh, Papua, Maluku, Poso, dsb.
14. Pembaruan agraria, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan memberi kemudahan pada petani guna memperoleh lahan negara untuk perluasan areal pertanian.
15. Gerakan penghematan nasional.

Platform ini merupakan konsepsi yang dirumuskan guna mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa dan meningkatkan kemampuan bangsa kita dalam menghadapi kondisi faktual, serta arah dan kecepatan dinamika perkembangan dunia yang terus berlangsung.

Menurutnya, dalam era globalisasi dengan ciri persaingan antarnegara yang ketat, diperlukan semangat baru ke-Indonesiaan dalam menghadapi era global. Setiap warga negara harus memiliki semangat kemerdekaan dan kemandirian, keadilan, kesetiakawanan, kejujuran, kerja keras, kerendahan hati, santun/etika, dan modern yang tercermin dalam perikehidupannya sehari-hari. Konstitusi, hukum, dan demokrasi juga harus menjadi acuan dan tutunan kehidupan seluruh rakyat, seluruh organisasi sosial kemasyarakatan, dan seluruh organisasi-organisasi politik di negara Indonesia. ►tsl/ht, dari berbagai sumber. LANJUT


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2002-2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero