| |
C © updated 11052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Sasminta Mardawa
Nama Kecil:
Soemardjono
Lahir:
Yogyakarta, 9 April 1929
Ayah:
Raden Bekel Mangoen Soerowibowo
Ibu:
Suyatimah
Pendidikan :
-SD
Profesi:
Penari, Guru Tari dan Kreografer
Karya:
Antara lain tari Golek, Beksan, Srimpi dan Bedhaya.
Kegiatan Lain:
Dosen tamu di sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dia juga
pernah tampil di Malaysia, Filipina, Jepang, Amerika, dan Eropa
Penghargaan:
- Hadiah Seni dari Gubernur DIY tahun 1983
- Hadiah seni dari Mendikbud RI tahun 1985
- Certificate of Apprecition dari Lembaga Kebudayaan Amerika tahun 1987
|
|
| |
|
|
|
|
| SASMINTA HOME |
|
|
 |
BIOGRAFI Sasminta Mardawa Empu Seni Tari Klasik Yogyakarta
Sasminta Mardawa, bernama kecil Soemardjono dan akrab dipanggil Romo
Sas, kelahiran Yogyakarta, 9 April 1929, digelari sebagai empu seni tari
klasik gaya Yogyakarta. Dia menghadirkan nuansa tersendiri dalam jagat
tari klasik Indonesia, khususnya bagi pengayaan khazanah seni
budaya yang adiluhung.
Dia berperan signifikan dalam pengembangan tari klasik gaya
Yogyakarta. Seniman ini punya andil menjadikan tari klasik Jawa digemari
oleh masyarakat nasional dan dunia, pada era modern abad kedua puluh satu ini.
Dia seniman yang konsekuen pada jalur pengabdian sosial budaya
secara utuh.
Romo Sas ada penari, guru, sekaligus koreografer yang
telah melahirkan banyak seniman tari. Dia telah menciptakan lebih 100 gubahan
tari-tarian klasik, gaya Yogyakarta. Baik tari tunggal untuk
putra dan putri, maupun tari berpasangan dan tari fragmen. Di antara karya-karya tarinya
yang sangat digemari adalah tari Golek, Beksan,
Srimpi dan Bedhaya.
Soemardjono lahir dari buah cinta kasih pasangan Raden Bekel Mangoen
Soerowibowo dan Suyatimah. Ayahnya
seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta. Sejak kecil, ia sudah akrab
dengan aktivitas berkesenian di lingkungannya. Pada usia 13
tahun, sudah diarahkan ayanya menjadi penari. Dia pun dibimbing guru
tari Purbaningrat, menjadi
penari keraton.
Dalam pendidikan formal, dia hanya sempat meraih ijazah sekolah dasar.
Namun hal itu tak menghalanginya belajar keras
menjadi seorang penari klasik gaya Yogyakarta. Kegigihannya
belajar tari, dalam usia muda dia suah dikenal sebagai penari Keraton
Yogyakarta, baik untuk tarian putri maupun putra.
Semakin dewasa, dia semakin giat menggeluti jagat tari klasik gaya Yogyakarta.
Dia pun dikenal sebagai penari yang sangat istimewa. Apalagi, dia tidak
sekadar penari, tetapi sekaligus sebagai guru dan kreografer.
Semangatnya membara untuk melestarikan dan mengembangkan tari klasik.
Dia mengajar banyak penari. Juga mengkreasi lebih seratus
tarian, baik tarian lepas maupun fragmen. Karya-karyanya sudah diajarkan baik di bangku pendidikan formal di SMK 1 Yogya maupun ASTI
(kini ISI) Yogya atau secara informal.
Kendati tak punya ijazah sarjana, dia telah dipercaya menjadi dosen tamu di sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat.
Dia juga pernah tampil di Malaysia, Filipina, Jepang, Amerika, dan
Eropa. Penghargaan pun mengalir sebagai bukti pengakuan atas
karya-karyanya. Di antaranya Hadiah Seni dari
Gubernur DIY tahun 1983, hadiah seni dari Mendikbud RI tahun 1985, dan
Certificate of Apprecition dari Lembaga Kebudayaan Amerika tahun 1987. ►e-ti/tsl,
dari berbagai sumber.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|