| |
C © updated 15112006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ias-worldwide |
|
| |
Nama:
Prof Dr Samaun Samadikun
Lahir:
Magetan, jawa Timur, 15 April 1931
Meninggal:
Jakarta, 15 November 2006
Isteri:
Roesdiningsih
Anak:
- M Samawi
- Wisnu RP
Pendidikan:
- M.Sc di bidang teknik elektro dari Stanford University Amerika Serikat
(1957)
- Ph.D di bidang teknik elektro dari Stanford University Amerika Serikat
(1971)
- Postgraduate Diploma bidang Nuclear Engineering dari Queen Mary
College, London University (1960).
Karir:
- Dosen jurusan teknik elektro, Institut Teknologi Bandung (sejak 1957)
- Ketua jurusan teknik elektro ITB (1964-1967),
- Professor (Guru Besar) bidang elektronika ITB tahun 1974
- Direktur pertama dari Inter-University Center for Microelectronics
(1984-1989)
- Dirjen Energi, Departemen Pertambangan dan Energi (1978-1983)
- Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (1989-1995)
Kegiatan Lain:
- Anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
- Founding Fellow dari the Islamic Academy of Sciences (1986)
- Founding Fellow of the Indonesian Academy of Sciences.
Penghargaan:
- Adhikara Rekayasa dari PII tahun 1984
- National Scientific Citation Medal (1978)
- Medali Mahaputra Utama (1995) dari pemerintah Indonesia
- The 1998 Award of the Association of South Eastern Asian Nations
(ASEAN)
Alamat Rumah Keluarga:
Jalan Martimbang IV No 7, Kebayoran Baru, Jakarta
|
|
| |
|
|
|
|
| SAMAUN HOME |
|
|
 |
Prof Dr Samaun Samadikun (1931-2006)
Kepala LIPI 1989-1995 Mantan Kepala LIPI (Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia) periode 1989-1995, yang juga dikenal sebagai guru
besar bidang elektronika di Institut Teknologi Bandung (ITB) aktif
memperjuangkan pengembangan bidang mikroelektronika dan mendorong
pembangunan Bandung Silicon Valley atau Kota Chip sejak 1991. Namun
sampai dia meninggal dunia di Jakarta, Rabu 15 November 2006 pukul 10.15
WIB, cita-cita pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 15 April 1931 itu
belum terwujud.
Prof Dr Samaun Samadikun meninggalkan seorang istri, Roesdiningsih, dan
dua putra (M Samawi dan Wisnu RP), serta tiga cucu. Jenazahnya
disemayamkan di rumah duka di Jalan Martimbang IV No 7, Kebayoran Baru,
Jakarta. Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Kamis 16
Novemner 2006 pukul 08.00, jajaran pimpinan dan karyawan LIPI mengadakan
upacara penghormatan terakhir di Kantor LIPI Pusat, Jalan Gatot Subroto
No 10, Jakarta. Samadikun meninggal di Rumah Sakit MMC setelah menjalani
perawatan hingga akhir hayatnya. Dia juga pernah menjalani operasi
kanker otak di Australia pada 2002. Beberapa tahun sebelumnya juga
pernah mendapat perawatan jantung di Jerman.
Dia seorang insinyur Indonesia terkemuka. Memperoleh gelar M.Sc (1957)
dan Ph.D (1971) di bidang teknik elektro dari Stanford University
Amerika Serikat. Juga memperoleh Postgraduate Diploma bidang Nuclear
Engineering dari Queen Mary College, London University (1960). Memulai
karir sebagai dosen di jurusan teknik elektro, Institut Teknologi
Bandung (ITB) sejak 1957 sampai menjabat ketua jurusan teknik elektro
ITB (1964-1967) dan dianugerahi Professor (guru besar) bidang
elektronika ITB tahun 1974. Pada saat di ITB, dia menjabat direktur
pertama dari Pusat Antar-Universitas (PAU) Mikroelektronika ITB
(1984-1989). Kemudian pemerintah mempercayainya menjabat Direktur
Pembinaan Sarana Akademik, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen
Energi, Departemen Pertambangan dan Energi (1978-1983), dan Ketua
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (1989-1995).
Dia juga dikenal sebagai penulis dari banyak publikasi ilmiah nasional
maupun internasional dalam bidang elektronika maupun instrumentasi
nuklir. Dia juga aktif sebagai Founding Fellow dari the Islamic Academy
of Sciences (1986), dan Founding Fellow of the Indonesian Academy of
Sciences, serta anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Hampir sepanjang karirnya, Samaun aktif memperjuangkan pengembangan
bidang mikroelektronika dan mendorong pembangunan Bandung Silicon Valley
atau Kota Chip. Ketika itu, pada tahun 1991, Samaun aktif dalam
persiapan pembangunan industri komponen semikonduktor di Bandung.
Laboratorium dan industri itu rencananya akan menempati areal sekitar 20
hektar, mencakup berbagai kegiatan, mulai dari desain sampai
pengemasannya. Untuk keperluan itu juga telah dipersiapkan tenaga ahli
yang akan mengembangkan industri tersebut. Namun, cita-citanya itu belum
terwujud hingga dia meninggal dunia.
Atas jasa-jasanya, Samaun pernah mendapat sejumlah tanda kehormatan dan
penghargaan, di antaranya Satya Lencana Karya Satya Kelas I dari LIPI,
Hadiah Ilmu Pengetahuan, dan Adhikara Rekayasa dari Persatuan Insinyur
Indonesia (PII) tahun 1984. Juga memperoleh penghargaan National
Scientific Citation Medal (1978) dan Medali Mahaputra Utama (1995) dari
pemerintah Indonesia. Juga memperoleh "the 1998 Award of the Association
of South Eastern Asian Nations (ASEAN)", untuk menghargai dedikasinya
pada dunia ilmu pengetahuan.
►e-ti/dap
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|