A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 28072005  
   
  ► e-ti  
  Nama:
Saadillah Mursjid
Lahir:
Barabai, Kalimantan Selatan, 7 September 1937
Meninggal:
Jakarta, 28 Juli 2005
Dikebumikan:
TMP Kalibata, Jumat 29 Juli 2005
Agama:
Islam
Jabatan Terakhir di Pemerintahan:
Menteri Negara Sekretaris Negara Kabinet Pembangunan VII

Isteri:
Ny Halimah Ratna S Mursjid
Anak:
- Husni Fuadi
- Chusnul Wahidah
- Laili Kurniati
Ayah:
Tuan Guru Mursjid

Pendidikan:
- Universitas Gajah Mada
- The Nederlands Economic Institute, Rotterdam
- Master dari Harvard University (AS)

Karir:
- Jenderal Manajer TMII 2003-2005
- Menteri Negara Sekretaris Negara Kabinet Pembangunan VII
- Menteri Muda Sekretaris Kabinet Pembangunan V
- Direktur Utama PT Dua Satu Tiga Puluh
- Komisaris Utama PT Hanurata.

Penghargaan:
- Bintang Mahaputera Adipradana, 1992

Alamat Rumah Keluarga
Jalan Mampang Prapatan IV Jakarta Selatan

 
 
     
 
SAADILLAH HOME

 

BIOGRAFI

Saadillah Mursjid (1937-2005)

Mensesneg Paling Bersahaja


Saadillah Mursjid, mantan Menteri Negara Sekretaris Negara Kabinet Pembangunan VII meninggal dunia akibat stroke, Kamis 28 Juli 2005 pukul 15.57 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Mensesneg paling bersahaja kelahiran Barabai, Kalimantan Selatan, 7 September 1937, itu dimakamkan di TMP Kalibata, Jumat 29 Juli 2005, pukul 13.00 Wib.

 

Dia meninggalkan seorang istri, Ny Halimah Ratna S Mursjid,  tiga anak dan enam cucu. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Mampang Prapatan IV Jakarta Selatan. Kemudian sebelum dimakamkan di TMP Kalibata, jenazah disemayamkan di Masjid At-Tin TMII pada Jumat 29/7.

 

Sejumlah pejabat dan mantan pejabat tampak hadir melawat, menyampaikan belasungkawa. Di antaranya mantan Presiden Soeharto. Pak Harto terlihat tertegun berdiri dan berdoa untuk orang kepercayaannya itu.

Saadillah yang hingga akhir hayatnya tetap setia kepada mantan Presiden Soeharto itu sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) selama dua hari, sejak Selasa (26/7). Menurut puterinya, Laili Kurniati Mursjid dan puteranya Husni Fuadi Mursjid, hari itu, Saadillah tiba-tiba merasakan sakit saat memimpin rapat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

 

Saadillah yang juga Jenderal Manajer TMII itu meminta rapat dihentikan. Saat itu dia merasa pusing dan tiba-tiba bicaranya menjadi cadel. Saat mau berdiri sudah tidak bisa, sehingga harus dibopong dan segera dibawa ke RSPP.

 

Selama masa hidupnya, dia lebih dulu bertugas di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebelum menjabat Menteri Muda Sekretaris Kabinet pada Kabinet Pembangunan V. Terakhir dia menjabat sebagai Menteri Negara Sekretaris Kabinet pemerintahan Soeharto.

 

Saadillah juga dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Dua Satu Tiga Puluh (DSTP), perusahaan yang dibentuk untuk memproduksi pesawat jet pertama bagi Indonesia. Namun, proyek prestisius itu tidak dilanjutkan setelah Presiden Soeharto lengser dan krisis moneter menghancurkan perekonomian bangsa. Selain itu dia juga menjabat Komisaris Utama PT Hanurata.

 

Dalam pengabdiannya, Saadillah juga mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana, 1992. ►e-ti/tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)