| |
C © updated 08052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Rusli
Lahir:
Medan, 1916
Pendidikan:
-
HIS di Medan
- MULO di Yogyakarta
- Fakultas Kala Bhawana Art Department pada Santiniketan University of
Rabindaranath Tagore, India
Profesi:
- Pelukis
Karir:
- Guru Taman Siswa Yogyakarta
- Ketua Seniman Masyarakat
- Ketua Seniman Indonesia Muda di Yogyakarta
- Kepala bagian kesenian pada pendidikan Tentara Kementerian Pertahanan
Republik Indonesia
- Dosen di Akademi Seni Rupa Indonesia, Yogyakarta.
|
|
| |
|
|
|
|
| RUSLI HOME |
|
|
 |
Rusli Si Pelukis Avant Garde
Rusli, pelukis senior yang sejajar dan seangkatan dengan pelukis
Affandi, Sudjojono dan Hendra Gunawan. Dia dikenal sebagai tokoh
pembaharu seni lukis Indonesia. Di samping juga konsistensinya untuk
mempertahankan prinsip-prinsip dalam berkesenian, yakni kesederhanaan,
baik dalam lukisan maupun dirinya.
Bagi Rusli, melukis bukan sekadar sebuah profesi, melainkan lebih tepat
sebagai panggilan hidup dan pengabdian. Sebagai pelukis, Rusli memunyai
karakter yang khas dalam karya-karyanya. Meski lukisan-lukisannya tampak
sederhana, baik dalam garis, bidang, maupun warna, selalu tampak
menarik.
Lukisan-lukisannya yang selalu berlatar putih adalah pengejawantahan
dari sebuah kosmos. Bisa dilihat dari sapuan warna-warna tropisnya yang
terbentuk dari bermacam garis sekali jadi. Sebagai bentuk pemahaman yang
sangat kental darinya pada alam dan kehidupan. Karena bahasa garis itu
pula, banyak orang yang tak gampang mencerna dan memahami lukisannya.
Sehingga, seorang temannya, Umar Kayam, menyebut Rusli sebagai pelukis
Avant Garde. Sebutan yang telah memopulerkan karya-karya Rusli.
Rusli lahir 1916 di Medan, Sumatra Utara. Ia dilahirkan dari keluarga
kroni perkebunan tembakau. Ia menamatkan HIS di Medan dan melanjutkan
sekolahnya di MULO Yogyakarta. Usai menamatkan sekolah, ia melanjutkan
pendidikan di Fakultas Kala Bhawana Art Department pada Santiniketan
University of Rabindaranath Tagore, India. Selama lima tahun, ia
menekuni bidang seni lukis murni, seni patung, dan filsafat seni Timur.
Sepulang dari India, Rusli memasuki kancah revolusi fisik merebut
kemerdekaan. Tak ikut berperang secara fisik, melainkan melalui
pendidikan sebagai guru Taman Siswa Yogyakarta. Selain itu, ia juga
aktif dalam aktivitas berkesenian, dengan menjabat sebagai Ketua Seniman
Masyarakat dan Ketua Seniman Indonesia Muda di Yogyakarta. Setelah
kemerdekaan, Rusli menjadi kepala bagian kesenian pada pendidikan
Tentara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Ia juga menjadi dosen
di Akademi Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta.
Sejak 1953, Rusli telah mengikuti pameran lukisan di benua Eropa. Ia
melawat ke Roma, Den Haag, dan Amsterdam. Selain itu, ia aktif
mengadakan pameran tunggal di berbagai kota di Indonesia. Rusli, yang
telah menekuni dunianya lebih dari enam puluh tahun ini, dinilai sangat
konsisten dan punya sikap tegas dalam berkarya. Prinsip berkesenian
baginya adalah bagian hidup yang selalu diperjuangkan dan berusaha agar
terus maju.
Kini Rusli telah memasuki usia senja, 87 tahun. Usia yang telah
membuatnya tak berdaya untuk melukis lagi, dan sudah berlangsung sejak
tiga tahun silam. Terlebih karena kondisi kesehatannya mulai menurun.
Namun, Rusli masih bergairah mengikuti perkembangan seni rupa di Tanah
Air. Meski tanpa tepuk tangan, Rusli telah menunjukkan dirinya sebagai
pelukis yang sulit dicari tandingannya ►e-ti/metrotv, minggu
27/4/2003
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|