| |
C © updated
20112003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
rpr sh |
|
| |
Profil Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Nama:
PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Berdiri:
Purwokerto, Jawa Tengah, 16 Desember 1895
Pendiri:
Raden Aria Wirjaatmadja
Unit Usaha:
Banking, spesilisasi segmen usaha mikro, kecil dan menengah
Dewan Direksi
Direktur Utama:
Rudjito, SE
Direktur:
Ahmad Askandar, SE
Ir. Wayan Alit Antara
Ir. Krisna Widjaja, MM
Ir. Gayatri Rawit Angreni, MBA
Ir. Hendrawan Trenggana, MBA
Drs. Akhmad Amien Mastur, MBA
Dewan Komisaris
Komisaris Utama:
Sukanto Reksohadiprodjo, PhD
Komisaris:
DR. Arbali Sukanal, MBA
Syahrial Hamid SH, MSLS
Ferdinand Nainggolan, SE,Dipl,MS,MBA
Penghargaan:
- National Customer Day Award 2003 - Frontier
- Bank Terbaik 2003 - Majalah Investor
- Info Bank Award tahun 2003
- Indonesia Best Brand Award 2003 - Majalah Swa
- ISO 9001: 2000 - Risk Based Audit
- Info Bank Award tahun 2002 sebagai Bank dengan predikat sangat bagus.
- Bank terbaik 2002 kategori BUMN dari Majalah Investor
- Indonesia Best Brand Award 2002 dari Majalah Swa bersama Mars
- Gatra Customer Service Award
- Penghargaan dari KADIN 2002 atas partisipasi pembangunan jaringan SME-Center
(Smalll Medium Enterprises Center)
- E-Company Award 2001 dari Majalah Warta Ekonomi.
- Perusahaan Pendukung E-Government ICT Award
- FAO Award
- Sugianto Pioneer Award
- Satya Lencana Pembangunan
- Upakarti
Alamat Perusahaan:
Jl.Jendral Sudirman Kav 44-46 Jakarta 10210, Indonesia
Telp. 62-21-2510244, 2510254, 5751621
Fax. 62-21-2500065, 2500077, 5700916
E-mail: humas@bri.co.id
Website: http://www.bri.co.id/
|
|
| |
|
|
|
|
==
1
2 3
4 5
6 ==
Rudjito (5)
Program-Program BRI
Untuk mengantisipasi persaingan yang semakin tajam dengan tantangan
yang tidak sedikit, maka BRI telah menyiapkan strategi untuk
menjadikannya sebagai Bank Masa Kini dan Masa Depan.
Startegi itu diterapkan seraya meneruskan kebijakan umum yang telah
dilaksanakan
sepanjang tahun 2002 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan nasabah,
menjaga kualitas aktiva produktif, meneruskan program efisiensi biaya,
mengembangkan program kemitraan sesuai dengan arah bisnis Bank BRI yang
fokus pada UMKM, meningkatkan kerja sama dan koordinasi antar unit kerja
untuk mencapai target-target yang ada dalam Business Plan dan Rencana
Kerja Anggaran, dan menerapkan prinsip-prinsip prudential banking dan
good corporate governance.
Bank BRI juga telah mengembangkan produk investasi yakni BRIVestama yang
telah diluncurkan beberapa saat yang lalu, dan kartu kredit yang akan
diluncurkan tahun 2004.
BRIVestama merupakan salah satu bentuk reksadana yang memberikan manfaat
pasti kepada para investornya. BRIVestama merupakan kerjasama antara BRI
dengan ABN AMRO Manajemen Investasi, dimana BRI bertindak sebagai
Selling Agent dan Bank Custodian, dan ABN AMRO Manajemen Investasi
sebagai manajer investasi.
Alasan utama Bank BRI bersama ABN AMRO Manajemen Investasi meluncurkan
produk BRIVestama karena melihat peluang dalam perkembangan industri
Reksadana berbasis Obligasi Pemerintah. Pertumbuhan kondisi perekonomian
nasional yang beranjak pulih membawa konsekuensi positif pada investor
untuk memiliki kemampuan menyimpan yang lebih baik.
Dengan kemampuannya itu, investor juga memiliki keinginan untuk menyebar
portofolionya guna memperoleh yield yang optimum dengan tingkat risiko
yang dapat lebih diprediksikan lebih baik. Di lain pihak, bisnis
perbankan dan finansial juga telah berkembang seiring dengan
bertambahnya keinginan investor atau masyarakat, sehingga mendorong
jaringan kerja BRI untuk turut mengembangkan produk investments sebagai
altenatif dari produk-produk konvensional perbankan yang telah ditekuni
BRI selama ini.
Minimum pembelian awal BRIVestama sebesar Rp 50.000.000 dimana pada
tahap awal akan dipasarkan melalui 27 Kantor Cabang BRI.
BRI juga melihat potensi pasar anak muda dengan mengandalkan produk
tabungan BritAma yang cepat, mudah, fleksibel, aman, dan berhadiah.
Untuk memberikan kepu-asan bagi nasabah kawula muda, upaya penyempurnaan
features produk BritAma terus dilakukan diantaranya adalah pengembangan
Debit Card BRI yang bekerjasama dengan Master Card International,
sehingga kartu BritAma dapat digunakan di semua ATM dan merchant yang
berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia.
Pengembangan SMS Banking dan pembayaran uang kuliah, di samping
fasilitas-fasilitas yang telah ada pada kartu BRI saat ini antara lain
pembayaran tagihan listrik untuk wilayah Jakarta dan Surabaya,
pembayaran tagihan telepon fixed line dan cellular, pembelian pulsa isi
ulang (khusus provider Mentari dapat dilakukan fasilitas SMS).
Pembayaran kartu kredit dan KTA Standchart Bank serta dapat bertransaksi
melalui CallBRI dan jaringan ATM LINK dan ATM Bersama yang berjumlah
lebih dari 4000 ATM.
Respon masyarakat terhadap tabungan BritAma cukup baik. Sebagai bukti
terlihat dari angka pertumbuhan tabungan yang diperuntukkan bagi kawula
muda yaitu BritAma yang menggembirakan dimana akhir tahun 2002 lalu
telah mencapai angka Rp. 9 triliun atau tumbuh 12,2% dengan jumlah
pemegang rekening lebih dari 3,5 juta. Hal ini menunjukkan pula
meningkatnya kontribusi BritAma terhadap total tabungan Bank BRI.
Implementasi Teknologi Informasi
BRI mengerti benar pengaruh teknologi informasi terhadap bisnis dan
pelanggan dalam era informasi yang sarat dengan perubahan yang cepat.
Oleh karena itu, BRI bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada
nasabah dengan dukungan teknologi yang up to date. Semua itu
direncanakan secara hati-hati dan matang melalui IT-Plan BRI.
Dengan pemanfaatan 25.583 komputer di seluruh jaringan kerjanya, maka
dalam hal penggunaan komputer (sumber: MIS 100, 2002: MIS 100 surveys
the largest IT users in Asia), BRI merupakan institusi perbankan
terbesar di negeri ini, dan nomor 3 di ASEAN dan Hongkong. Untuk
mengantisipasi perkembangan teknologi informasi di masa mendatang, BRI
telah mengelompokkan arsitektur teknologinya ke dalam Core Banking
System, Banking Delivery Systems, dan Management Support Systems.
Perluasan Jaringan Pelayanan BRI
Dalam memenuhi tuntutan nasabah, menjamin fleksibilitas pelayanan
nasabah dan sekaligus menekan biaya operasional, BRI secara intensif
mengembangkan dua jenis Banking Delivery System yaitu: Conventional
Outlet berupa Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan BRI Unit, serta
e-Outlet berupa ATM, Phone Banking, Point Of Sales, Internet Banking,
dan Mobile Banking.
Pada tahun 2003, seluruh Kantor Cabang BRI, 213 Kantor Cabang Pembantu,
dan 1047 Kantor BRI Unit, akan terhubung secara real-time on-line dalam
integrated network system. Unit-unit kerja BRI akan terhubung ke satu
centralized database yang tersimpan dalam IBM AS/400, melalui broadband
VSAT (Very Small Apperture Terminal), frame-relay, dan bahkan web
(internet).
Di masa mendatang, BRI juga akan mengembangkan VOIP (Voice Over Internet
Protocol). Dengan dukungan 140 Kanca Devisa dan Money Changer yang
on-line saat ini, menjadikan BRI sebagai bank yang tidak hanya siap di
pasar nasional melainkan juga berpotensi besar dalam bisnis
internasional (usaha devisa).
Untuk lebih memperluas jangkau-an pelayanan, BRI juga secara intensif
mengembangkan electronic outlet sebagai “pendamping” outlet konvensional
(kantor cabang). Hingga akhir 2002 BRI mengoperasi-kan 582 buah ATM-BRI
yang terse-bar di seluruh wilayah Indonesia. Dalam hal perluasan
jangkauan pelayanan ATM, BRI juga menjalin kerjasama dengan bank-bank
anggota ATM Bersama dan ATM Himbara/Link. Dengan demikian, aliansi
strate-gis BRI dengan sekitar 32 bank lain menjadi-kan BRI siap melayani
nasa-bah di 6100 unit shared-ATM di seluruh Indonesia, non-stop 24 jam
sehari, 7 hari seminggu.
Dalam setiap peluncuran teknologi pelayanan baru, BRI selalu
memper-timbangkan perkembangan kebutuhan dan tuntutan nasabahnya, serta
memilih waktu yang tepat. Tantangan terbesar yang akan segera dijawab
BRI saat ini adalah menyatukan seluruh jaringan kerjanya secara
real-time on-line, dengan menggunakan sistem dan tingkat pelayanan yang
seragam di seluruh unit kerjanya. Dengan dukungan teknologi terkini,
maka BRI memiliki jaringan pelayanan bank terbesar dan terluas, yang
mampu melayani nasabah di seluruh Indonesia, anytime, anywhere, anyhow.
Untuk menjamin keamanan data dan kelangsungan pelayanan transaksi
nasabah, BRI telah menerapkan hot back-up system yang terletak di lokasi
lain yang dianggap aman, di luar kantor pusat BRI, untuk menyimpan 100%
copy data nasabah dan transaksi nasabah. Sehingga dalam keadaan darurat,
misalnya terjadi kerusakan server di kantor pusat, maka back-up server
secara otomatis mengambil alih fungsi server kantor pusat, untuk menjaga
kelangsungan pelayanan transaksi.
Saat ini BRI juga sedang mengembangkan Management Support System, dan
juga nantinya Executive Information System, yang jelas akan meletakkan
dasar yang lebih kuat bagi pengelolaan BRI di masa depan, sesuai
kaidah-kaidah manajemen modern. Saat ini BRI sedang mengimplementasikan
SAP Enterprise Resource Planning untuk Human Resource System dan Fixed
Assets System.
Melalui dukungan teknologi tersebut, BRI siap melakukan pengembangan
sumber daya manusia dengan berbasis kompetensi, dan mengelola fixed
asset yang dimiliki secara akurat. Melalui Executive Information System,
top management BRI dapat secara cepat dan mudah mendapatkan berbagai
informasi strategis perusahaan paling akhir, yang bahkan dapat diakses
di luar kantor, untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan strategis.
Hal ini sangat penting dalam rangka BRI go public.
Pengembangan Fasilitas Kantor Cabang
Dengan mengimplementasikan sistem pelayanan transaksi nasabah yang baru,
BRI telah memberikan ekstra pelayanan secara real-time on-line kepada
nasabah. Antara lain; penyetoran dan penarikan simpanan nasabah di
seluruh unit kerja BRI (giro, deposito, tabungan), penyetoran angsuran
pinjaman di seluruh unit kerja BRI, dan pengiriman uang baik rupiah
maupun valas.
Nasabah deposito BRI juga bebas mengatur cara pembayaran bunganya,
apakah dibayar tunai, otomatis dikliringkan ke bank lain, atau
ditransfer ke satu atau beberapa rekening, atau kombinasi dari ketiganya,
baik seluruhnya ataupun sebagian, yang secara otomatis dilakukan oleh
sistem. Nasabah juga bisa mendapatkan fasilitas auto debet, untuk
pembayaran pinjaman misalnya. Nasabah juga bisa memanfaatkan fasilitas
Auto Swap, misalnya pada saat melakukan penarikan giro dan saldonya
ternyata kosong, maka sistem akan memindahkan dana yg berasal dari
rekening lain miliknya ke rekening giro tersebut. Nasabah-nasabah
perusahaan juga dapat memanfaatkan fasilitas cash management BRI.
Melalui fasilitas tersebut, BRI dapat membantu mengelola dana tunai
perusahaan secara end to end, sehingga nasabah perusahaan tersebut bisa
lebih berkonsentrasi pada aktifitas bisnis intinya.
Pengembangan-pengembangan di masa mendatang akan terus dilakukan BRI
agar nasabah menikmati pelayanan perbankan yang semakin cepat, mudah,
nyaman, dan aman.
Pengembangan Fasilitas ATM dan Credit Card
Sebagai salah satu outlet favorit saat ini maupun di masa-masa mendatang,
BRI terus menerus menyempurnakan dan melengkapi pelayanan ATM demi
kepuasan nasabah. Tidak hanya sekedar informasi saldo, penarikan uang
tunai, dan transfer antar rekening, melalui ATM BRI nasabah juga bisa
melakukan pembayaran tagihan Telkom dan PLN (sementara hanya untuk
Jakarta dan Surabaya), pembayaran tagihan telepon seluler (Telkomsel,
Satelindo, dan IM3), pembayaran kartu kredit (Standard Chartered Bank),
pembayaran SPP Universitas Terbuka, dan bahkan pembelian pulsa telepon
seluler (Simpati, Mentari, IM3).
Untuk pembayaran tagihan telepon seluler misalnya, nasabah tidak perlu
harus mengingat jumlah tagihan yang harus dibayar, karena akan secara
otomatis ditampilkan di layar ATM.
Fasilitas debet card akan segera ditambahkan ke dalam kartu ATM BRI,
sehingga memungkinkan nasabah berbelanja di tempat-tempat yang
dilengkapi POS (Point Of Sales) dan melakukan pembayaran menggunakan
kartu ATM-BRI. BRI juga akan segera meluncurkan fasilitas credit card
pada tahun 2003, dengan dukungan Mastercard International, yang akan
meningkatkan utilisasi ATM dan POS BRI.
Dengan dukungan Maestro dan Cirrus, nasabah BRI juga dapat menggunakan
kartu debet atau kartu kredit BRI untuk melakukan penarikan uang tunai
di semua ATM yang dilengkapi simbol Maestro/Cirrus di seluruh dunia.
Sebaliknya nasabah bank lain yang memiliki kartu Maestro/Cirrus akan
bisa melakukan penarikan uang tunai di ATM-BRI.
Pengembangan e-Outlet Lainnya
Dengan semangat untuk terus menyesuaikan diri dengan perkem-bangan
teknologi dan perkembangan tuntutan nasabah, e-Outlet lainnya sedang
dikembangkan atau telah dimiliki BRI, antara lain phone banking (BRI
Call) yang memung-kinkan nasabah bisa melakukan aktivitas perbankan (informasi
saldo, transfer, pembayaran-pemba-yaran tagihan) dengan cukup
meng-hubungi Call Center BRI melalui telepon tetap ataupun telepon
seluler. Nasabah cukup melakukan registrasi di ATM-BRI untuk mendapatkan
fasilitas eksklusif tersebut, sangat mudah dan cepat.
Internet Banking dan Mobile Banking saat ini juga sedang dalam
pengembangan, yang dilakukan BRI secara sangat berhati-hati, dengan
menempatkan faktor keamanan sebagai hal utama/kritis dalam memberikan
fasilitas tersebut kepada nasabah. Dalam waktu dekat, nasabah BRI akan
menikmati fasilitas pelayanan transaksi perbankan secara luas
(borderless) melalui internet (internet banking) maupun melalui telepon
seluler (Mobile Banking).
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|