| |
C © updated
05082006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Prof Dr Riswandha Imawan
Lahir:
Bangkalan, Madura, 17 Januari 1955
Meninggal:
Yogyakarta, 4 Agustus 2006
Jabatan Terakhir:
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta
Isteri:
Herry Isminedy
Anak:
- Rafif Pamenang Imawan
- Satria Aji Imawan
- Arga Pribadi Imawan
Pendidikan:
Doktor dalam bidang comparative politics dari Northern Illinois
University, USA
Alamat Keluarga:
Jalan Tongkol Raya Nomor 5, Minomartani, Sleman
|
|
| |
|
|
|
|
| RISWANDHA IMAWAN |
|
|
 |
Prof Dr Riswandha Imawan (1955-2006)
Eagles Flies Alone
Pengmat politik berlogo Eagles Flies Alone di kaki gunung Merapi dan
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta Prof Dr Riswandha Imawan meninggal dunia dalam usia 51 tahun
Jumat 4 Agustus 2006 pukul 13.45 di Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan,
Yogyakarta, akibat penyakit jantung. Pria kelahiran Bangkalan, Madura,
17 Januari 1955, itu juga menderita penyakit diabetes.
Pengamat politik yang cerdas, kritis dan vokal itu meninggalkan seorang
istri, Herry Isminedy, dan tiga putra, yaitu Rafif Pamenang Imawan,
Satria Aji Imawan, dan Arga Pribadi Imawan. Setelah jenazahnya
disemayamkan di rumah duka, Jalan Tongkol Raya Nomor 5, Minomartani,
Sleman, kemudian Sabtu 5/8 pukul 11.00, dibawa ke Balairung UGM untuk
mendapatkan penghormatan terakhir dari sivitas akademika sebelum
dikebumikan di Makam Keluarga Besar UGM.
Riswandha terkena serangan jantung saat hendak berangkat ke Kupang. Di
terminal keberangkatan Bandara Adisutjipto, dia ditemukan lemas tak
sadarkan diri sekitar pukul 11.30. Dia tengah menunggu pesawat yang akan
membawanya ke Surabaya pada penerbangan pukul 12.30.
Menurut Rafif, putra pertama almarhum, sepekan sebelum meninggal ayahnya
kurang sehat dan sering mengeluh sakit di bagian dada karena penyakit
diabetesnya sempat kambuh. Tetapi beberapa hari terakhir sudah membaik.
Dia dikenal dekat dengan Sultan HB X dan Mbah Maridjan, juru kunci
Gunung Merapi. Dia punya hobi naik gunung. Dia memang seorang
intelektual berjiwa independen dan memiliki spirit besar. Selama ini
Riswandha memakai logo eagles flies alone dan kaki Gunung Merapi,
sebagai penutup hampir semua artikel-artikelnya yang dikirim ke media
massa. Dia mengartikan logo Eagles flies alone sebagai sosok yang berani
terbang sendiri dan tidak ikut arus bersama gerombolan burung lain.
Dia juga begitu akrab dengan Gunung Merapi. Kalau ada masalah, dia akan
ke lereng Merapi karena selain tempatnya tenang, juga terasa lebih dekat
dengan Tuhan.
Riswandha Imawan dikukuhkan sebagai guru besar ilmu politik Universitas
Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu 4 September 2004. Dia menyampaikan
pidato pengukuhan guru besar dengan judul Pergulatan Politik di
Indonesia: Pergulatan Setengah Hati Mencari Identitas Diri.
Menurut doktor dalam bidang comparative politics dari Northern Illinois
University, USA ini, hambatan terbesar bagi partai politik di Indonesia
untuk segera menemukan jati dirinya disebabkan oleh dua hal. Pertama,
partai-partai politik itu bingung dengan kodratnya. Kedua, kesalahan
dalam mempersepsikan gerakan reformasi 1998.
Riswandha mengatakan, untuk memahami suatu partai politik, terlebih
dahulu harus memahami momen sejarah yang melahirkan parpol tersebut. Dan
di Indonesia, partai politik mempunyai sejarah dan harus menanggung
beban yang unik.
Riswanda menguraikan jaman penjajahan, partai politik adalah sarana
untuk melakukan perlawanan. Tapi setelah penjajah pergi, parpol di
Indonesia tidak pernah mau mandiri. Meski sudah ada momentum, parpol
tidak mau memanfaatkan momen itu untuk independen. Sehingga yang
terjadi, parpol selalu berada di bawah dan diintervensi eksekutif. ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|