A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Buku
 ► Galeri
 ► Pengusaha
 ► Company Profile
 ► Kadin
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 20062005  
   
  ► e-ti/juka  
  Nama
H Probosutedjo
Lahir
Kemusuk, Jogjakarta, 1 Mei 1930
Jabatan:
Chairman dan CEO Mercu Buana Group
 
     
 
MAJALAH TI

 

BERITA TOKOH:

Pak Harto Sedih

Belum Tampil Pemimpin yang Memahami Masalah Bangsa. Tujuh tahun era reformasi, bangsa ini belum bisa keluar dari berbagai permasalahan, kesulitan ekonomi dan gangguan keamanan. Bahkan kemiskinan semakin menggurita sehingga terjadi busung lapar. Penegakan HAM pun justru cenderung mengesampingkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Melihat keadaan ini, Pak Harto sangat sedih. .......... 6
 

WAWANCARA: Probosutedjo, Mari Lihat dengan Jernih. Apa yang Telah Dilakukan Oleh Lima Presiden RI. ......................... 11
 

TOKOH UTAMA: Probosutedjo
Guru, Pengusaha Pribumi. Pengusaha sukses, pendiri Mercu Buana Group, kelahiran desa Kemusuk Jogjakarta, 1 Mei 1930, ini pantas dijuluki sebagai guru pengusaha pribumi Indonesia. Mantan guru ilmu pasti, sejarah dan kepala sekolah, ini telah menjadi pengusaha sebelum saudara seibunya, HM Soeharto, menjadi presiden. Dia pengusaha yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang sangat baik untuk digugu dan ditiru. Dia pengusaha yang punya prinsip menyejahterakan rakyat jelata. .................. 19


Sang pejuang cilik berjiwa mandiri. Sejak kecil, Probosutedjo sudah memiliki semangat kejuangan dan kemandirian. ....... 20


Anak Siantar dari Kemusuk. Probosutedjo pergi merantau ke Medan, menaiki kapal laut KPM Merak. Dengan modal uang hasil gaji dari Koperasi Kas Desa ditambah penjualan sepeda pemberian kakaknya, Soeharto, berikut tas kulit pemberian kakak iparnya Hardjoriyatmo berisi dua potong pakaian. Mendarat di Belawan 1 Mei 1951, bertepatan HUT-nya ke-21. ......... 22
 

Pengabdian Guru Jadi Pengusaha: Sebagai guru yang hidup bersama seorang anak dan istri yang sedang mengandung anak kedua, Probosutedjo mulai merasakan keterbatasan kemampuan keuangan untuk membiayai kehidupan rumah-tangganya. Dia pun mengubah haluan ‘perahu’ kehidupannya menjadi pengusaha. ............................ 29
 

PERSPEKTIF: Kegelisahan Guru Pengusaha: Probosutedjo cukup gelisah tatkala menyaksikan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Kesenjangan sosial makin melebar. Kecemburuan ekonomi yang berlanjut, jika saja tidak segera diatasi, bisa membahayakan eksistensi Pancasila dan UUD 1945. ..................................................... 32
 

Pribumi Pengusaha Pejuang. Probosutedjo secara pribadi tidak pernah memusuhi pengusaha nonpribumi. Ia justru melihat kaum asinglah yang tidak menghormati perjuangan bangsa Indonesia. Probo mempersilakan saja melakukan pembaruan di Indonesia. Namun, bukti yang muncul ke permukaan malah eksklusivisme yang makin mengental. .... 35
 

Memahami Wong Cilik.: Probosutedjo yang besar dan tumbuh di desa sangat dekat dengan rakyat kecil atau wong cilik. Ia memahami penderitaan mereka di dalam menghadapi kehidupan ini. ......................................... 38
Orang Tua Asuh ................................... 40
Tidak Suka Pembohong ........................ 41
 

DEPTHNEWS:
Tuduhan KKN terus Menerpa. ........... 41
Terus Dihujat, Pak Harto Tulis Memoar .. 42
 

SURAT & KOMENTAR:Ultah Pak Harto, Rasa Kepekaan Indonesia dan lain-lain ................ 3
 

KAPUR SIRIH: Pengalaman Guru Terbaik .... 4
 

 

 

         
Kapur Sirih

Pengalaman Guru Terbaik

Saatnya mengosongkan diri! Kalimat pendek ini menjadi salah satu yang selalu ditekankan pimpinan media ini kepada para jurnalisnya. Hal ini sehubungan dengan keberadaan Website dan Majalah Tokoh Indonesia yang di-setting sebagai media spesifik biografi. Pertama dan satu-satunya di Indonesia.


Biografi tentulah harus fokus, berpusat, pada si tokoh yang bersangkutan. Selain fokus pada kisah hidupnya, juga visi dan misi si tokoh, terutama dalam rangka bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal biografi, ditulis seobjektif apa pun, tidak bisa keluar dari unsur subjektif. Maka, media ini mempertegas posisinya sebagai pelayan bagi para tokoh dan pembaca dengan metode penulisan objektif dan subjektif berkualitas. Penulisan subjektif berkualitas dimaksud antara lain ditulis sesuai visi dan misi tokoh yang bersangkutan.


Dalam posisi sebagai pelayan itu, para jurnalis media ini selalu diingatkan untuk mampu mengosongkan diri dalam arti luas. Tidak hanya mengosongkan diri dari idealisme politik subjektifnya, tetapi juga rendah hati, jujur dan tulus serta bersahabat dengan setiap orang. Dengan demikian dia akan mampu menulis sesuai dengan visi dan misi tokoh yang bersangkutan. Tidak mudah, tapi harus terus ditempuh! Kesempurnaan pengosongan diri dimaksud berada dalam proses yang terus bertumbuh.

 

Demikianlah media ini berusaha memberikan pelayanannya, dengan tujuan yang baik.

      Sesuai ungkapan yang mengatakan: Pengalaman adalah guru yang terbaik. Media ini, terutama websitenya, adalah gudang pengalaman. Gudangnya ‘guru-guru’ yang terbaik.


Dalam edisi ini, secara khusus kami menyajikan biografi, visi dan pemikiran serta keprihatinan seorang tokoh yang kami gelari sebagai Guru Pengusaha Pribumi. Dia adalah Probosutedjo, pendiri dan pemimpin kelompok usaha Mertju Buana. Adik seibu HM Soeharto, Presiden RI Kedua, dalam era reformasi ini, tak luput dari tudingan KKN selama pemerintahan Orde Baru. Namun dia membantah semua tudingan KKN itu dengan penjelasan dan bukti nyata.


Jika disimak dari perjalanan hidupnya, mulai semenjak kanak-kanak, pejuang cilik dan remaja, hingga perannya sebagai guru dan pengusaha pribumi, akan sangat bermanfaat bagi setiap orang yang mau menjadikan pengalaman (siapa pun) sebagai guru yang terbaik.


Perjalanan hidup tokoh ini pantas digugu dan ditiru. Kami menyebutnya, selain sebagai guru pengusaha, juga sebagai pejuang pengusaha pribumi atau pribumi pengusaha pejuang. Dia sangat peduli terhadap keberadaan pengusaha pribumi, tanpa membenci apalagi anti pengusaha nonpribumi.


Di samping itu, dia juga mengungkapkan kesedihan Pak Harto melihat kondisi bangsa dan negara dalam era reformasi ini. ► Redaksi