| |
C © updated 20062005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/juka |
|
| |
Nama:
H PROBOSUTEDJO
Nama Kecil:
Suprobo
Lahir:
Yogyakarta, 1 Mei 1930
Agama:
Islam
Isteri:
Ratmani (Menikah, 11 Juni 1961)
Anak:
Dinarti, Septanto, Rita, Wati, Rani dan Priasto
Ayah:
Purnomo (R Atmoprawiro)
Ibu:
Rr Soekirah
Saudara:
Sukiyem, Sutjipto, Basirah, Suprobo (Probosutedjo), Suminah,
Suwito dan Noek Boesinah.
Saudara Satu Ibu:
HM Soeharto
Pendidikan:
- SD, Desa Pedes, (1945)
- SMP, Yogyakarta (1948)
- SMEA, Yogyakarta (kelas II, 1951)
- SGA, Pematangsiantar (1957)
- Kursus B-1, Pematangsiantar (1961)
Karir:
- Pasukan Tedjo Eko, Yogyakarta (1946)
- Pasukan KODM, Yogyakarta (1949)
- Koperasi Lumbung Desa (1949)
- Guru SMP Perguruan Kita, Serbelawan, Simalungun (1951)
- Pendiri dan Kepala SMP Progresif, Serbelawan (1953-1958)
- Guru Taman Siswa Pematang Siantar (1958-1963)
- Perwakilan PT Orisi, Medan di Jakarta (1963)
- Pendiri PT Setia Budi Murni (1964-1966)
- Pendiri PT Mertju Buana (1968)
- Pendiri PT Teguh Sri Kurnia (1972)
- Komisaris PT Bank Jakarta (1972)
- Direktur Utama PT Mertju Buana Raya Contractor (1972)
- Direktur Utama PT Kompos (1973)
- Direktur Utama PT Merbacal (1973)
- Direktur Utama PT Cipendawa Farm Enterprises (1974)
- Direktur Utama PT Kedawung Indah Cans (1975)
- Direktur Utama PT Menara Tri Buana (1976)
- Direktur Utama PT Menara Bumi (1976)
- Direktur Utama PT Garmak Motor (1976)
- Komisaris Utama PT Keramika Indah Perkasa (1978)
- Direktur Utama PT Sagitarius Sari (1979)
- Pendiri PT Artamas Buana Jati
- Pendiri PT Asuransi Sagita Sarana Rahardja
- Ketua Komisaris PT Garishindo Buana Leasing (1984)
- Direktur Utama PT Putra Bangsa Sejati (1985)
Kegiatan Lain:
- Pendiri Institut Pertanian Yogyakarta
- Pendiri Akademi Wiraswasta Dewantara (1981)
- Pendiri Universitas Mertju Buana, Jakarta (1985)
- Ketua Umum PS Galatama Mertju Buana (1980-1985)
- Ketua Pengurus Daerah Pelti DKI Jakarta (1985)
- Pendiri SD, SMP, SMA, Sekolah Pertanian dan STM di Kemusuk, Yogyakarta
- Pendiri Wongso Menggolo di Kemusuk, Yogyakarta
Buku:
- Keimanan Guru Pengusaha, Yudhagama, Jakarta, 1997
- Keprihatinan yang Memprihatinkan, Jakarta, 1998
- H Probosutedjo 75 Tahun, Merindukan Kesejahteraan Rakyat Jelata (Refleksi
Pers 1974-2005), Nurinwa Ki S Hendrowinoto, dkk, Universitas Mercu Buana
– Yayasan Biografi Indonesia, 2005)
Alamat Rumah:
Jalan Diponegoro 20, Jakarta Pusat
Alamat Kantor:
Jalan Menteng Raya No.29
E-mail:
probosutedjo@tokoh.net |
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI ==
01
02
03
04
05
06
07
08
09 ==
H Probosutedjo (01)
Guru Pengusaha Pribumi
Pengusaha sukses, pendiri Mercu Buana Group, kelahiran desa Kemusuk
Jogjakarta, 1 Mei 1930, ini pantas dijuluki sebagai guru pengusaha
pribumi Indonesia. Mantan guru ilmu pasti, sejarah dan kepala sekolah,
ini telah menjadi pengusaha sebelum saudara seibunya, HM Soeharto,
menjadi presiden. Dia pengusaha yang memiliki jiwa nasionalisme dan
patriotisme yang sangat baik untuk digugu dan ditiru. Dia pengusaha yang
punya prinsip menyejahterakan rakyat jelata. Demi prinsip itu, dia
berani menantang arus.
Tokoh ini memulai kehidupannya dari dusun Kemusuk, sekitar 10 kilometer
barat Yogyakarta. Dia telah aktif sebagai pejuang saat usia remaja,
bergerilya melawan penjajah Belanda. Keberaniannya bergerilya dikagumi
oleh teman-teman seperjuangannya. Pada zaman pendudukan Belanda di Yogya,
dia sering masuk kota dan ada kalanya menemui Bu Harto memberi berita
keadaan luar kota termasuk Desa Kemusuk.
Kemudian dengan semangat ingin mandiri, dia merantau ke Pematang Siantar,
Sumatera Utara. Memulai hidup mandiri sebagai kerani di sebuah usaha
penebang kayu, kemudian menjadi guru, mendirikan sekolah dan menjadi
kepala sekolah.
Kemudian sekolah yang didirikannya itu dinegerikan, demi kepentingan
rakyat setempat. Dia rela melepas miliknya menjadi milik negara dan
publik. Bahkan rela melepas jabatan kepala sekolah, karena dia tidak
memiliki ijazah guru sebagai persyaratan formal menjadi guru dan kepala
sekolah.
Setelah kembali mengajar sebagai guru biasa di Sekolah Taman Siswa
Pematang Siantar, kemudian menikah dan punya satu anak, dia pun berganti
haluan menjadi pengusaha. Berkat kerja keras dan kejeliannya menangkap
peluang bisnis, dia pun berhasil menjadi seorang pengusaha besar,
konglomerat.
Awalnya dia memperoleh kepercayaan dari Ng Co Mo menjadi leveransir di
Departemen Sosial pada tahun 1963/1964. Pada waktu itu Mulyadi
Djayamartono, SH, menjabat Menteri Sosial. Di Departemen Sosial yang
awalnya hanya menyupalai pakaian anak-anak dan puluhan ribu kelambu
untuk Irian Barat (Irian Jaya), kemudian dipercaya mengimpor kendaraan
Jeep Toyota.
Keberaniannya menerobos instansi pemerintah untuk menjadi relasi/rekanan
perlu dicontoh oleh para pengusaha pemula.
Sewaktu Pak Harto menjadi presiden, tanpa surat identitas, dia dapat
menemui Presiden Taiwan yakni Li Teng Hui dan juga menemui
pejabat-pejabat di RRC untuk membuka hubungan kerjasama ekonomi.
Sebagai seorang konglomerat, dia tidak larut dalam kehidupan mewah dan
mengambil jarak dengan rakyat jelata. Dia justru berupaya mendayagunakan
apa yang ada padanya untuk mendorong kemajuan rakyat dan bangsanya.
Sebagai pengusaha yang berlatar belakang guru, dia pun berupaya
membimbing para pengusaha kecil untuk bangkit dan maju bersama. Beberapa
kali dia menyalurkan kredit kepada pengusaha kecil, kendati banyak tidak
kembali, tetapi dia terus melakukannya.
Di samping itu, dia juga selalu bersuara lantang setiap kali melihat ada
kebijakan pemerintah dan pengusaha yang merugikan rakyat jelata dan
pengusaha pribumi. Dia bukanlah orang yang rasialis, tapi dia hanya
ingin bangsanya hidup sejahtera, tanpa kesenjangan yang sangat jauh
seperti adanya hingga saat ini.
Berikut ini kami menyajikan kisah hidup (biografi ringkas) putera bangsa
yang kami gelari sebagai Guru Pengusaha Pribumi Indonesia itu. Kisah ini
kami rujuk dari hasil beberapapa kali wawancara kami dengan beliau
ditambah berbagai referensi, terutama buku H Probosutedjo Merindukan
Kesejahteraan Rakyat Jelata (Refleksi Pers 1974-2005), yang ditulis
Nurinwa Ki S Hendrowinoto, dkk, diterbitkan Universitas Mercu Buana dan
YBI, bertepatan 75 tahun Probosutedjo; juga buku Keimanan Guru
Pengusaha, yang diterbitkan Yudhagama (1997). ► mti/ht-ms-crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|