Sri Paduka Paku Alam ke IX:
Waspada, Jangan Panik
Yogyakarta, 8/2/05: Masyarakat jangan panik dalam menghadapi perkiraan
adanya bencana yang kemungkinan melanda wilayah pesisir selatan, yang
terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan. Apapun yang terjadi itu
adalah gejolak alam yang masih susah dipastikan terjadi dan tidaknya.
Sebagai umat manusia yang bertaqwa di harapkan masyarakat juga melakukan
upaya-upaya dini dengan berbagai macam cara di antaranya bermunajat ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dikatakan oleh Sri Paduka Paku Alam
ke IX selaku Wakil Gubernur Provinsi DIY dibeberapa kecamatan yang
berada di pinggir pantai, Sabtu (5/2).
Menanggapi berbagai sikap masyarakat dalam early warning yang
disampaikan Gubernur DIY serta pemberitaan di mass media yang sedikit
menimbulkan rasa kekhawatiran di masyarakat, Sri Paduka Paku Alam ke IX
pada hari ini melakukan peninjauan secara langsung di beberapa kecamatan
yang berada di wilayah pinggir pantai.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat dari dekat reaksi
masyarakat di pinggir pantai serta kesigapan para Camat dalam memberikan
informasi yang benar berkaitan dengan himbauan Sri Sultan Hamengku
Buwono ke IX mengenai kemungkinan adanya bencana.
Dengan bahasa yang sangat sederhana dan lugas beliau menyampaikan
keingginan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono ke X yang juga
Gubernur DIY, bahwa sebetulnya apa yang menjadi keingginannya hanya satu,
masyarakat Yogyakarta selamat dari kemungkinan terjadinya bencana.
Pada saat Sri Paduka Paku Alam ke IX meninjau beberapa kecamatan
diantaranya, Kecamatan Kretek, Sranden, Srandakan, Kabupaten Bantul dan
Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo, tidak melibatkan para pejabat
Pemda. Beliau beralasan hal itu untuk menghindari agar masyarakat tidak
mempunyai pemahaman yang keliru mengenai kunjungan tersebut serta tidak
menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dilaporkan dibeberapa tempat seperti Parangtritis dan Desa Palihan,
Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo sudah sempat ada sebagian
penduduk yang mengungsi di tempat keluarganya yang jauh dari pantai.
Menanggapi hal itu Sri Paduka Paku Alam ke IX dengan nada yang
menyejukan menyatakan bahwa fenomena alam seperti yang di sampaikan oleh
pengamat Meteorologi Lanud Adisutjipto jangan ditafsirkan akan terjadi
bencana besar seperti di Aceh.
Beliau menyatakan bahwa kemungkinan yang akan terjadi adalah adanya
pergerakan angin yang kencang. Angin tersebut bisa bertiup sampai ke
darat dan bisa juga hanya terjadi di laut. Jika dilaut akan
mengakibatkan gelombang pasang dan jika terjadi di darat yang saat ini
memang musim penghujan dikhawatirkan hujannya menjadi deras. Untuk itu
ditegaskan kembali agar masyarakat jangan panik; yang terpenting selalu
waspada.
Sri Paku Alam ke IX juga menghimbau jika keadaan semakin darurat dan
sirine yang dipasang di 3 titik berbunyi, masyarakat agar menjauhi
pantai dan menyambung suara sirine itu dengan kentongan atau alat pukul
lainnya. Hal ini mengingat suara sirine tidak dapat menjangkau terlalu
jauh ke perkampungan penduduk.
Berdasarkan laporan dari ke empat kecamatan yang ditinjau Wakil Gubernur
Sri Paku Alam ke IX tersebut, pada intinya sama. Pihak kecamatan telah
menginformasikan kepada masyarakat mengenai kemungkinan adanya bencana
dan antisipasi dini yang harus dilakukan. Kecamatan Galur di
kabupaten kulon Progo, Camat Drs. R. Agus Santoso telah melakukan langkah–langkah
antisipasi, diantaranya menyiapkan kentongan, alat bantu apung bagi
masyarakat di pinggir pantai dan dekat sungai, serta melakukan mujahadah
(doa bersama) di segenap lapisan masyarakatnya. (Liputan Media Center LIN
di Yogya/Tri/Hary). ►Back to Paku
Alam IX Home |
|
|
|
BERITA LAINNYA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
:: Sri Paduka Paku Alam ke IX: Waspada, Jangan Panik
:: Wapres: Ujian Memacu Peningkatan Mutu
:: Alwi Shihab: Aceh Masuki Tahap Transisi
:: Telkom Bebaskan Tagihan Januari-Februari
:: H+35, Evakuasi Korban dari Medan Sulit
:: Pasca Tsunami H-31, Sekolah Dimulai Kembali
::
Pemerintah-PBB Sepakat Empat Prioritas Kerja
:: Pasca Tsunami H-30, Korban Meninggal 173. 981 Jiwa
::
Panglima TNI, Calang Akan Dibangun Segera
::
Relokasi Pengungsi, Pemerintah Sewa Tanah Penduduk
:: Pasca Tsunami H-25, Data Dpekes 166.320 Meninggal
:: Pasca Tsunami H-22 Meninggal 110.229, Hilang
12.132 Orang
:: Presiden: Reorganisasi Bakornas PBP
:: Pasca Tsunami H-20, 81.665 Korban Dimakamkan
:: Telah Terbuka 90% Jalan Utama Banda Aceh
:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah
:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi
:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif
:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas
:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim
:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak
:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami
:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton
Beras
:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah
Dievakuasi
:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh
=> Data Korban
Tsunami di Aceh dan Sumut
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|