| |
C © updated 03062009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
BIODATA
Nama:
OMAR ABDALLA SIREGAR
Lahir:
Tebingtinggi, Sumatera Utara, 3 Juni 1926
Agama:
Islam
Pendidikan:
- HIS
- SMP Pertanian
- Middlebare Handels School (1951)
- Akademi Perniagaan Indonesia (B.B.A.)
- Koresponden Dagang Inggris A & B (1957)
- Kursus Perdagangan Uang dan Efek-efek (1958)
- Ekstension FE UI (tingkat IV)
- FE Universitas Krisnadwipayana (1968)
Karir:
- Tentara di Sumatera Utara (1945-1947)
- Pegawai Bank Perniagaan Indonesia, Jakarta (1951-1957)
- Direktur Bank Perniagaan Indonesia, Jakarta (1958-1960)
- Direktur Bank Bumi Daya (1960-1966)
- Dirut Bank Dagang Negara (1967-1977)
- Dirut Bank Bumi Daya (1977-1985)
Kegiatan Lain:
- Wakil Ketua Perbanas (1954-1960)
- Pengurus Efecten Beurs (1957-1960)
- Anggota Dewan Direksi Indover Bank Amsterdam (1971-1977)
- Anggota MPR (1972-1977)
- Ketua Dewan Direksi PT Indovest (1973-1977)
- Ketua Asean Banking Council (1979-1981)
- Ketua Dewan Direksi Asean Financial Corporation (1981- 1985)
Alamat Rumah:
Jalan HOS Cokroaminoto 106, Jakarta Pusat
|
|
| |
|
|
|
|
| OMAR ABDALLA HOME |
|
|
 |
Omar Abdalla
Bankir Bermental Ikan Karper
Omar Abdalla, mantan Direktur Utama Bank Bumi Daya, seorang bankir ulet
dan tabah bagaikan ikan Karper. lahir di Tebingtinggi, Sumatera Utara, 3
Juni 1926. Dengan ulet, kemauan keras dan ketabahan, seperti ikan karper,
ayah empat anak ini pun berhasil memimpin Bank Bumi Daya (BBD) yang pada
1977 dalam keadaan krisis, antara lain karena kredit macet.
Putera bangsa dari suku Batak bermarga Siregar ini anak kedua dari 13
bersaudara. Pada masa kecil sangat aktif dan terkesan nakal, tetapi
rajin belajar dan selalu menyelesaikan pekerjaan rumah. Sebelum lulus
SMEA, ia pernah masuk Sekolah Pertanian dan SMA. Perna menjadi tentara
hingga menjabat komandan seksi TNI di Tebingtinggi.
Setelah lulus SMEA, ia bersusah-payah mencari pekerjaan. Beruntung ia
diterima sebagai kepala pembukuan pada Bank Perniagaan Indonesia, 1951.
Di bank ini kariernya meningkat hingga puncak, menjadi direktur utama
(1958-1960), setelah sebelumnya menjabat Pemegang Kuasa Umum Bank
Perniagaan Indonesia di Jakarta.
Ketika terjadi pengambil-alihan bank-bank asing, 1959, Kepala Direktorat
Moneter II Drs. Pamungkas, mengajaknya bergabung pada bank pemerintah.
Ia menyambut baik ajakan itu. Omar diangkat menjabat direktur pada Bank
Umum Negara. Tak lama kemudian menjadi Direktur Utama Bank Dagang Negara
(BDN). Ketika kinerjanya begitu baik di BDN, ia ditugaskan kembali
memimpin Bank Umum Negara yang sudah berganti nama menjadi Bank Bumi
Daya (BBD) pada 1977 yang saat itu dalam keadaan krisis, antara lain
karena kredit macet.1)
Dengan ulet, kemauan keras dan ketabahan, seperti ikan karper, ayah
empat anak ini pun berhasil mengatasi krisis itu. Pada akhir Juni 1985
aset BBD telah mencapai Rp 4,8 trilyun. Omar Abdalla, ketika itu secara
profesional (contoh bankir) yang berani menolak memberikan kredit untuk
Bimantara, perusahaan milik putera penguasa Orde Baru.2)
Ketika itu, semua perusahaan milik keluarga Cendana mengandalkan
pendanaan dari bank pemerintah (Bapindo, BDN, BBD, BNI, BRI, dan Bank
Exim), hanya Omar Abdalla yang kemudian berani menolak. Lantaran
penolakan ini, terlihat tanda-tanda tekanan bahwa pemerintah akan
memecat Abdalla. Namun sebelum penggantian (pemecatan) terjadi, Abdalla
sudah memutuskan keluar dari BBD. Belakangan, BBD bersama Bank Dagang
Negara dan Bank Eksim bergabung menjadi Bank Mandiri. ►tsl
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Refrensi:
1)
http://www.pdat.co.id/hg/apasiapa/html/O/ads,20030623-14,O.html (PDAT:
Omar Abdalla)
2)
http://www.majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1998/11/24/
EB/mbm.19981124. EB97733.id.html (Anak Menjarah, Bapak Kena Getah,
Majalah Tempo 08/XXVII 24 November 1998)
|
|