|
|
 |

Nama:
Oesman Sapta
Lahir:
8
Agama:
Islam
Jabatan:
Wakil Ketua MPR
Ketua Fraksi Utusan Daerah
Alamat Kantor:
Gedung Nusantara III Lantai V
Jalan Jend. Gatot Subroto No.6
Jakarta 10270
Telepon 021-5715486 - 5715487
Alamat Rumah:
Jl. Karang Asem Utara No.34 Kuningan-Jaksel
|
|
Oesman Sapta
Pejuang Utusan Daerah
Pengusaha yang jadi politisi asal Kalimantan Barat ini berjuang keras
untuk mengegolkan anggota Utusan Daerah (UD) MPR menjadi fraksi.
Perjuangan itu terwujud dan ia menjadi ketua fraksi dan kemudian menjadi
Wakil Ketua MPR unsur Utusan Daerah. Setelah itu, ia pun mendirikan Partai
Utusan Daerah.
Berbagai seminar, diskusi, dan sarasehan dilakukan agar keinginan
membentuk FUD itu terwujud. Sidang Istimewa (SI) MPR 2000 dirasakannya
merupakan peluang paling terbuka lebar, karena tiap-tiap fraksi ingin
mendapat dukungan anggota MPR dari utusan daerah.
Maklum, waktu itu seluruh fraksi (kecuali FPKB-Red) ingin menggelar SI MPR
untuk menurunkan Presiden Abdurrahman Wahid. Dengan kepiawaian Ketua MPR
Amien Rais, mereka terbuai bujukan pembentukan FUD dan hanya forumnya
diundur pada ST MPR kali ini.
Namun ketika ST MPR Kamis lalu dibuka, Oesman Sapta melihat gelagat lain.
Fraksi-fraksi yang dahulu simpati, kini tak mau tahu janji-janji dahulu.
Keruan saja, jika mereka kehilangan nalar dan kemudian mengubah sidang
tahunan menjadi "sidang tawuran" yang banyak mendapat kecaman.
Oesman bahkan terlibat saling pukul dengan anggota FPDI-P Dudi Murod,
meskipun hal itu kemudian dibantahnya. Dia mengklarifikasi, yang terjadi
hanya dorong-mendorong di antara anggota MPR.
Itulah yang menjadikan bapak tiga putra itu sibuk, karena dianggap sumber
peristiwa tersebut. ''Tidak ada pemukulan, tidak urakan,'' ujar Oesman.
Dia pun sibuk membuat berbagai alasan untuk menepis peristiwa yang dilihat
oleh sebagian rakyat, sebab disiarkan langsung melalui layar televisi. ''Mereka
hanya minta bicara ke depan lantaran miknya mati, tapi tak ditanggapi.''
Seperti biasa, lantas muncul dugaan ada provokator sehingga terjadi
kejadian demikian. ''Saya tidak tahu siapa provokatornya.''
Meskipun demikian, Oesman tetap akan berjuang untuk mengegolkan FUD agar
disahkan. ''Kami tetap mengikuti proses. Tak akan WO. Kalau keluar kan
yang enak mereka yang tak setuju, karena bisa sesukanya mengambil
keputusan. Kita yang rugi.''
Pantang Mundur
Oesman Sapta menegaskan, para anggota MPR dari Utusan Daerah pantang
mundur dalam memperjuangkan tekad untuk menjadi fraksi di MPR.
''No retreat, kami tetap bersikap pantang mundur. Kami akan tetap
memperjuangkan Utusan Daerah menjadi fraksi dalam Sidang Tahunan (ST) MPR
2001 ini sesuai dengan yang dijanjikan Majelis dalam Sidang Istimewa (SI)
MPR 2000," tandas Oesman di Jakarta, Sabtu kemarin.
Dia menekankan, Utusan Daerah tidak bermaksud memaksakan kehendak tetapi
berupaya menegakkan aturan dengan memperjuangkan hak Utusan Daerah untuk
menjadi fraksi seperti yang tercantum dalam pasal 106 Peraturan Tata
Tertib MPR dan UUD 1945.
"Kalau kita memperjuangkan hak dan menegakkan aturan yang berlaku, apa itu
salah?"
Dalam jumpa pers di salah satu hotel di Jakarta, Tuti Daud, salah seorang
fungsionaris Forum Komunikasi Pemuda Dayak (FKPD) dari Kalimantan Tengah
meminta F-UD Persiapan untuk tetap memperjuangkan aspirasi rakyat di
daerah melalui pembentukan F-UD definitif di MPR.
"F-UD seharusnya ada untuk menyalurkan aspirasi rakyat di daerah."
Oesman Sapta optimistis, UD akan disahkan menjadi F-UD dalam ST MPR tahun
ini. "Kami telah melakukan lobi-lobi dengan fraksi-fraksi lain."
Namun dia tidak menjelaskan secara terperinci, para anggota F-UD Persiapan
telah melakukan lobi dan bagaimana hasilnya.
Dia juga menandaskan, F-UD Persiapan kini solid dan tidak terpecah-pecah
menjadi kelompok-kelompok. "Yang penting F-UD tak perlu dicurigai dengan
dugaan macam-macam. Yang jelas, kami akan konsisten memperjuangkan
aspirasi rakyat daerah."
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), sumber
Suara Merdeka
|
|